Telur Infertil yang Cepat Busuk Beredar di Tasikmalaya, Berikut Ciri-cirinya - PIKIRAN RAKYAT
Telur Infertil yang Cepat Busuk Beredar di Tasikmalaya, Berikut Ciri-cirinya - Pikiran Rakyat
PIKIRAN RAKYAT - Masyarakat Indonesia memang mengenal telur ayam sebagai salah satu sumber protein utama lantaran harganya lebih terjangkau.
Namun, ternyata tak semua telur yang dijual dengan harga murah berkualitas baik dan awet ketika disimpan.
Sejumlah pedagang di berbagai daerah, salah satunya di Kota Tasikmalaya, menjual telur ayam infertil yang cepat busuk di kisaran harga Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu per kilogram.
Padahal, rata-rata harga pasaran telur ayam sekarang antara Rp 21 ribu hingga Rp 22 ribu per kilogram.
Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari PikiranRakyat-Tasikmalaya.com, penjual telur murah ini banyak yang berdagang di pinggir jalan ataupun pasar.
Ada pula yang berkeliling memakai kendaraan roda empat sehingga mudah dijangkau oleh ibu-ibu rumah tangga.
Alih-alih murah, justru telur-telur ini menyimpan bahaya bagi kesehatan konsumen dan sebenarnya peredarannya ilegal atau telah dilarang oleh pemerintah.
Ketua Lembaga Advokasi Kebijakan dan Informasi Publik (LAKIP) Kota Tasikmalaya Taufik Rahman mengungkapkan bahwa penjual telur sisa DOC itu bisa kena sanksi berat mulai dari pencabutan izin usaha hingga pidana.
Pasalnya, telur ayam tertunas atau infertil berasal dari breeding (pembibitan) dan relatif tak tahan lama.
Jika telur ayam negeri bisa disimpan selama satu bulan di suhu ruangan, telur infertil umumnya membusuk dalam jangka waktu seminggu saja.
Menurut Taufik, ciri-ciri yang paling terlihat untuk membedakannya terdapat pada cangkang telur ayaminfertil.
"Dari sisi fisiknya, telur infertil memiliki ciri fisik cangkang telur berwarna pucat atau putih," katanya, Minggu 7 Juni 2020.
Sementara itu, pengusaha ayam petelur pun merasa dirugikan oleh tindakan tersebut apalagi jika pemerintah membiarkannya terjadi terus menerus.
"Saya kira ini tidak bisa dibiarkan, karena itu jelas jelas penipuan. Dalam hal ini pemerintah dan aparat harus segera bertindak tegas tangkap pelaku penjualnya dan cari siapa dalang dibalik itu," tegas H. Nandang Suryana, salah satu pengusaha di Kota Tasikmalaya.*** (Egi Septiadi/Pikiran Rakyat Tasikmalaya)