0
News
    Home Tidak Ada Kategori

    Ceres Negros Terancam Bangkrut, 5 Pemain Bintangnya Berpeluang Dibajak Tim Liga 1 2020 - Tribunnews.com

    5 min read

    Ceres Negros Terancam Bangkrut, 5 Pemain Bintangnya Berpeluang Dibajak Tim Liga 1 2020 - Tribunnews.com

    Selasa, 7 Juli 2020 19:21
    Bienvenido Maranon (Ceres Negros)Bienvenido Maranon (Ceres Negros)

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

    TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kabar mengejutkan datang dari tim papan atas Liga Filipina, Ceres Negros yang terancam bangkrut akibat pandemi Covid-19.

    Hal tersebut disebabkan karena bisnis dari Presiden klub Ceres Negros, Leo Rey Yanson, mengalami krisis akibat wabah Covid-19 yang terus menyebar diseluruh dunia.

    Situasi tersebut turut berdampak kepada pendanaan tim Ceres Negros yang mengalami keterlambatan dalam pembayaran gaji kepada para pemainnya.

    Bahkan dalam beberapa pekan terakhir, media Filipina turut memberitakan Ceres Negros akan menarik diri dari keikutsertaannya di kompetisi Filipina Football League (PFL).

    Kondisi tersebut membuat para pemainnya mulai berpikir ulang untuk pergi dari Ceres Negros, demi menyelamatkan karier sepak bolanya.

    Saat ini, beberapa pemain dari Ceres Negros sudah mulai berancang-ancang mendengarkan tawaran dari tim-tim yang mengajukan ketertarikannya.

    Kondisi tersebut bisa dimanfaatkan oleh tim-tim kontestan Liga 1 yang ingin memperkuat komposisi pemainnya dengan mendatangkan pemain dari Ceres Negros.

    Ada lima pemain bintang Ceres Negros yang berpeluang meninggalkan klubnya dan direkrut tim Liga 1 2020. Siapa saja? berikut daftar lengkapnya:

    Stephan Schrock

    Pemain Ceres Negros pertama yang bisa direkrut tim Liga 1 2020 adalah gelandang Stephan Schrock.

    Pemain kelahiran 21 Agustus 1986 itu merupakan pemain berpengalaman yang sudah malang-melintang di kompetisi Liga Jerman.

    Bahkan, Schrock pernah memperkuat tim papan atas Bundesliga yakni Hoffenheim (2012-2013) dan Eintracht Frankfurt (2013-2014).

    Sebelum berganti status kewarganegaraan Filipina, Shrock pernah memperkuat Timnas Jerman dari berbagai kelompok usia yakni U-18, U-19, U-20, dan U-21.

    Di Timnas Jerman, pemain berpostur 170cm itu seangkatan dengan Manuel Neuer dan Kevin-Prince Boateng.

    Khusus di tim Ceres Negros, Schrock sendiri sudah bergabung sejak tahun 2016 lalu. Musim ini menjadi tahun kelima Schrock bergabung dengan Ceres Negros.

    Bersama Ceres Negros, Schrock sudah berhasil menyumbangkan tiga gelar juara Liga Filipina.

    Dengan segudang pengalaman yang dimilikinya, tim-tim Liga 1 akan sangat beruntung jika berhasil mendapatkan tenaga Stephan Schrock.

    Manuel Ott

    Pemain kedua Ceres Negros yang bisa didatangkan tim-tim Liga 1 adalah gelandang Manuel Gelito Ott.

    Pemain berposisi gelandang itu tak kalah mentereng memiliki sejarah panjang dalam karier sepak bolanya.

    Mengawali karier dari Jerman, Manuel Ott terus berkembang menjadi lebih baik sehingga bisa menjadi andalan di lini tengah Ceres Negros.

    Prestasi terbaiknya di Filipina yakni membawa Ceres Negros emraih gelar juara Liga Filipina pada tahun 2017 dan 2018.

    Semusim berselang, Manuel Ott memilih melanjutkan karier di tim papan atas Liga Thailand yakni Ratchaburi Mitr Phol F.C.

    Maunel Ott sendiri merupakan bagian penting dan selalu menjadi andalan di Timnas Filipina di berbagai kejuaraan yang diikuti.

    Bersama skuat The Azkals, Manuel Ott sudah mencatatkan penampilan sebanyak 51 kali pertandingan dan berhasil mencetak empat gol.

    Dengan usia yang masih matang yakni 28 tahun, tim-tim di Indonesia yang menginginkannya masih akan mendapatkan servise bagus pada saat bermain.

    Josh Grommen

    Nama pemain bertahan Ceres Negros, Josh Grommen paling mungkin bisa direkrut oleh tim-tim di Liga 1 2020.

    Sebab, pemain berpaspor Australia itu sudah memutuskan mundur dari Ceres Negros dan siap mencari tim baru.

    Josh Grommen memilih mundur dari skuat The Busmen karena kondisi keuangan klub tersebut sedang kesulitan.

    "Ini (tanpa kompetisi) sangat tidak baik bagi klub, mengingat Ceres merupakan salah satu tim besar di Asia. Virus di Filipina sangat buruk. Setidaknya ada 600 kasus setiap harinya," ucap Grommen diwartakan laman The World Game.

    "Terkait sepakbola Filipina, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi ke depannya, karena kasus terus meningkat. Saya juga tidak tahu apakah tim bisa membayar gaji pemain."

    "Saat ini saya sedang mencari klub, mungkin di Asia Tenggara seperti Thailand, atau negara lainnya, India. Tapi dengan situasi seperti sekarang, sangat sulit untuk datang ke negara lain. Saya kini mencoba mencari klub NPL di Brisbane agar kondisi fisik tetap bugar," tutupnya.

    Kondisi tersebut bisa dimanfaatkan tim-tim di Liga 1 untuk mendapatkan jasa pemain berusia 23 tahun itu dalam memperkuat timnya.

    Terlebih, usia Josh Grommen yang masih muda dan terus berkembang menjadi bek tengah asing kuat di kompetisi Liga 1.

    Manuel "Super" Herrera

    Nama bek tengah Ceres Negros, Manuel Herrera Lopez sempat dikabarkan bakal memperkuat tim Indonesia pada Liga 1 2019.

    Pemain yang akrab disapa Super itu dikabarkan sempat akan direkrut dua tim Indonesia yakni Persib bandung dan Persija Jakarta.

    Bahkan, Super secara terang-terangan mengaku sudah mendapatkan penawaran langsung dari manajemen Persija Jakarta.

    Namun, pemain berusia 28 tahun itu memilih bertahan di Ceres Negros sampai dengan saat ini.

    Kini, setelah kondisi skuat The Busmen terancam bangkrut, bisa saja dua tim tersebut yakni Persija Jakarta dan Persib Bandung mengajukan penawaran kembali untuk merekrutnya.

    Terlebih, bagi tim Persija Jakarta sangat memungkinkan merekrut pemain asing baru karena Marc Anthony Klok akan segera berganti status menjadi Warga Negara Indonesia.

    Bienvenido Maranon

    Nama pemain Ceres Negros terakhir yang bisa direkrut tim-tim di Liga 1 adalah Bienvenido Maranon.

    Maranon sudah mengutarakan ketertarikannya untuk meninggalkan Ceres Negros dan mencari pengalaman baru di kompetisi Asia.

    "Saya bersedia untuk pindah dan menunggu tawaran yang menarik untuk melanjutkan karier saya di Asia," kata Maranon.

    Begitu juga ketika disinggung bermain di kompetisi sepak bola Indonesia. Maranon mengaku sangat tertarik untuk melanjutkan karier di Tanah Air.

    Menurut Maranon, atmosfer sepak bola di Indonesia sudah terkenal dan membuat para pemain yang berlaga selalu terkesan.

    Terlebih, Maranon pernah melawan tim Indonesia yakni Persija Jakarta dan Bali United dalam beberapa kesempatan ketika berlaga di Piala AFC.

    "Saya jatuh cinta ketika saya bermain melawan klub Indonesia," tutup pemain berposisi penyerang tersebut.

    Aksi Bienvenido Maranon mulai populer di sepak bola Indonesia setelah memupus harapan tim Persija Jakarta di Piala AFC 2019.

    Kala itu, Maranon menjadi aktor penting keberhasilan Ceres Negros mengalahkan tim Macan Kemayoran dalam dua pertemuan yang dihadapi.

    Berkat penampilannya tersebut, Maranon terus dihubung-hubungkan akan berkostum tim Macan Kemayoran.

    Penulis: Wahyu Septiana
    Editor: Muhammad Zulfikar
    Sumber: Tribun Jakarta
    Komentar
    Additional JS