0
News
    Home Tidak Ada Kategori

    Gara-gara Ada Gunung Merapi, Stadion Mandala Krida Yogyakarta Batal Jadi Venue Piala Dunia U-20 2021 - Tribunnews

    3 min read

    Gara-gara Ada Gunung Merapi, Stadion Mandala Krida Yogyakarta Batal Jadi Venue Piala Dunia U-20 2021 - Tribunnews

    Jumat, 3 Juli 2020 21:14
    Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau Iwan BuleKetua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau Iwan Bule

    TRIBUNJATENG.COM - PSSI beberapa waktu lalu telah merilis enam venue yang akan digunakan sebagai tempat pertandingan Piala Dunia U20 2021.

    Enam venue yang telah ditetapkan oleh PSSI dengan persetujuan FIFA yakni Stadion Jakabaring (Palembang), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Manahan (Solo), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), Stadion Gelora Bung Karno (Jakarta), dan Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali).

    Dari rilis tersebut diketahui bahwa ada salah satu stadion yang sempat diajukan namun tidak terpilih sebagai venue laga Piala Dunia U21 2020.

    Salah satu stadion yang tidak dipilih sebagai venue Piala Dunia U20 2021 yakni Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.

    Padahal markas klub Liga 2 2020, PSIM Yogyakarta, itu baru saja selesai direnovasi.

    Usut demi usut ada satu alasan utama yang menyebabkan Stadion Mandala Krida tidak disetujui FIFA sebagai venue pertandingan Piala Dunia U20 2021.

    Hal itu ungkapkan oleh Mochamad Iriawan selaku Ketum PSSI terkait gagal terpilihnya Stadion Mandala Krida.

    Faktor utamanya adalah keberadaan gunung merapi yang terletak dekat dengan Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.

    "Untuk masalah Stadion Mandala Krida, PSSI sudah lihat beberapa kali venue tersebut. FIFA menanyakan tentang Gunung Merapi dan itu yang menjadi catatan dari FIFA," kata Iwan Bule saat sesi jumpa pers di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (3/7/2020).

    FIFA tidak ingin ketika Piala Dunia U-20 2021 digelar, Gunung Merapi kembali meletus.

    Pada pertengahan Juni 2020, Gunung Merapi yang masih aktif dikabarkan meletus kembali.

    Untuk mencegah itu, akhirnya diputuskan Stadion Mandala Krida batal menjadi venue Piala Dunia U-20 2021.

    "Kami tidak bisa menahan kapan Gunung Merapi itu mengeluarkan lahar."

    "Itu yang menjadi pertimbangan kami," ucap Iwan Bule.

    Lebih lanjut Iwan Bule mengatakan bahwa sejatinya fasilitas Stadion Mandala Krida sangat lengkap dan layak menjadi venue Piala Dunia U-20 2021.

    Selain itu, banyak lapangan latihan yang bagus untuk tim berlatih selama turnamen tersebut digelar.

    "Kalau untuk fasilitas kelengkapan cukup lengkap, dimana Yogyakarta cukup banyak tempat untuk latihan," kata Iwan Bule.

    Rudy Bersyukur

    Pemerintah Kota (Pemkot) Solo turut bangga dengan ditunjuknya Stadion Manahan sebagai venue gelaran Piala Dunia U-20 2021 mendatang.

    Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menyampaikan, turut bangga atas ditunjuknya Solo sebagai tempat penyelenggara Piala Dunia U-20.

    Dia berharap, seluruh pecinta sepak bola dan supporter senantiasa menunjukan diri sebagai bangsa berbudaya.

    "Suporter harus menunjukkan bahwa kita bangsa berbudaya.

    Dan harus menghargai kemenangan dan kekalahan. Jangan ribut lah, setiap kali pertandingan harus berjalan lancar dan tidak boleh ada keributan sehingga Piala Dunia bisa terlaksana dengan aman terkendali," katanya kepada Tribunjateng.com, Senin (29/6/2020).

    Dia menjelaskan, Pemkot Solo telah mempersiapkan diri sebagai tuan rumah dengan menyiapkan berbagai fasilitas seperti lapangan sebagai tempat latihan.

    Ada lima lapangan yang akan dilengkapi dengan rumput berkualitas layaknya rumput di Stadion Manahan.

    Lima lapangan tersebut berada di Stadion Sriwedari, lapangan Kota Barat, lapangan Banyuanyar, lapangan Sriwaru dan lapangan Karangasem.

    Rudy mengungkapkan, secara fisik venue yang akan digunakan sebagai perhelatan Piala Dunia U-20 telah siap.

    Kendati ada beberapa penataan sekitar venue yang terkendala lantaran adanya pandemi virus corona.

    "Kalau menggunakan sebagian anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bisa kita mulai awal tahun depan.

    Sebenarnya kalau tidak adanya pandemi covid-19, bisa dibangun tahun ini. Karena ada recofusing," ungkapnya.

    Dia menambahkan, Pemkot Solo akan menjalin komunikasi dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terkait persiapan yang akan dilakukan nantinya.

    "Apa yang akan kami lakukan dan apa yang akan mereka lakukan," ucap Rudy.

    Rencanannya Stadion Manahan akan digunakan perdana untuk pertandingan sepak bola dalam rangka Hari Bayangkara pada 3 Juli 2020 mendatang. (*)

    Komentar
    Additional JS