0
News
    Home Tidak Ada Kategori

    Remdesivir Bukan Cuma Obat Corona, tapi Obat Kuat Obligasi RI - CNBC Indonesia

    5 min read

    Remdesivir Bukan Cuma Obat Corona, tapi Obat Kuat Obligasi RI - CNBC Indonesia

    Ilustrasi Obligasi (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

    Pergerakan harga dan yield obligasi saling bertolak belakang, sehingga ketika harga naik maka akan menekan yield turun, begitupun sebaliknya. Yield menjadi acuan keuntungan investor di pasar surat utang dibanding harga karena mencerminkan kupon, tenor, dan risiko dalam satu angka.

    Perbandingan Yield SBN RI 13 Juli 2020

    Yield Obligasi Negara Acuan 13 Juli'20 

    Seri

    Jatuh tempo

    Yield 10 Juli'20 (%)

    Yield13 Juli'20 (%)

    Selisih (basis poin)

    Yieldwajar PHEI 13 Juli'20 (%)

    FR0081

    5 tahun

    6.453

    6.423

    -3.00

    6.3130

    FR0082

    10 tahun

    7.115

    7.112

    -0.30

    7.0523

    FR0080

    15 tahun

    7.612

    7.622

    1.00

    7.538

    FR0083

    20 tahun

    7.628

    7.624

    -0.40

    7.5498

    Sumber: Refinitiv

    Apresiasi pasar obligasi pemerintah hari ini tercermin pada harga obligasi wajarnya, di mana indeks INDOBeX Government Total Return milik PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI/IBPA) juga menguat. Indeks tersebut naik 0,35 poin atau 0,12% menjadi 281,49 dari posisi kemarin 281,14.

    Penguatan di pasar surat utang hari ini senada dengan penguatan rupiah di pasar valas. Pada hari Senin ini (13/7/2020), Rupiah menguat 0,07% dari penutupan sebelumnya. Kini US$ 1 dibanderol Rp 14.350/US$ di pasar spot.

    Hal ini mencerminkan bahwa vaksin virus corona yang sedang dikembangkan oleh berbagai negara efektif meningkatkan kepercayaan investor bahwa perekonomian akan berangsur-ansur pulih dan aktivitas ekonomi dapat di buka kembali secara normal. Oleh karena itu, investor mulai mengalirkan dananya ke pasar keuangan termasuk ke aset pendapatan tetap (fixed income) Tanah Air.

    TIM RISET CNBC INDONESIA

    Komentar
    Additional JS