Tensi Kian Memanas, Kementan Australia Akui Negaranya Sedang 'Berperang' Melawan Tiongkok By Pikiran Rakyat
Tensi Kian Memanas, Kementan Australia Akui Negaranya Sedang 'Berperang' Melawan Tiongkok
/https%3A%2F%2Fassets.pikiran-rakyat.com%2Fcrop%2F0x0%3A0x0%2Fx%2Fphoto%2F2020%2F06%2F17%2F2664507759.jpg)
Menanggapi hal itu, seorang senator di Australia mengklaim konflik berpotensi akan semakian memburuk.
Tak hanya itu, Menteri Pertanian Australia, Joel Fitzgibbon juga memberi kritik karena pemerintahnya dianggap tidak berupaya memulihkan hubungan dengan Tiongkok.
Baca Juga: Soal Demo Penolakan Omnibus Law, PB IDI: Khawatir Lonjakan Kasus Covid dalam 2 Minggu ke Depan
Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Express, Fitzgibbon pun mengkritik kebijakan Tiongkok yang disebut merugikan petani jelai di Australia, karena hanya memberikan tarif 80 persen untuk setiap hasil panennya.
Dirinya juga mengecam pada penangguhan lima pabrik pengolahan daging merah.
Selain itu, Fitzgibbon mempertanyakan penyelidikan perdagangan anggur di Australia oleh pihak berwenang Tiongkok.
Baca Juga: Menko Airlangga Hartarto Sebut Demo Hambat Pemulihan Ekonomi hingga Berpotensi Sebabkan Klaster Baru
Fitzgibbon mengklaim Australia dan Tiongkok kini sedang dalam masa peperangan di bidang ekonomi.
"Kami berada dalam perang ekonomi dengan Tiongkok. Itu adalah kenyataan," ujar Fitzgibbon.
Menurutnya, hubungan kedua negara berpotensi menjadi lebih buruk jika Pemerintah Australia tidak segera mengambil langkah.
Baca Juga: Diklaim Bisa Capai Seluruh Daratan AS, Korut Siap Pamerkan Rudal Nuklir Lintas Benua Terbesar
"Hubungan Australia-Tiongkok telah jatuh ke titik yang belum pernah terlihat sejak Lapangan Tiananmen, mungkin lebih buruk dari titik itu," ungkapnya.
Lebih lanjut Fitzgibbon menuturkan, dirinya mengecam diplomasi yang diberikan oleh pemerintah Australia.
Dia juga memperingatkan sikap dari beberapa pejabat, seperti mantan Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull terhadap Partai Komunis Tiongkok.
Baca Juga: Manchester United Daftarkan 25 Pemain untuk Liga Champions, Tiga Nama Tidak Dimasukan
"Tidak ada bahasa perdamaian yang keluar dari pemerintahan ini, bahkan sikap mantan perdana menteri minggu lalu memperburuk suasana, ucapnya.
Fitzgibbon menganggap, pemerintah Australia tidak berupaya memperbaiki kesalahan-kesalahan mereka yang membuat hubungan dengan Tiongkok memanas.
"Tidak ada tanda bahwa pemerintah Australia menganggap ini serius atau mengambil langkah apa pun untuk memperbaiki kerusakan yang diakibatkannya," tegasnya.
Baca Juga: Gempa Bumi Mengguncang Buton Selatan, Sulteng dengan Kekuatan 5,4 Magnitudo
Dirinya menambahkan, pendekatan Australia ke Tiongkok hanya datang saat pertemuan negara-negara 'Quad' pada awal minggu ini.
Pertemuan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 6 Oktober 2020 lalu, dengan dihadiri Australia, Jepang, Amerika Serikat serta India untuk membahas konflik di kawasan Asia-Pasifik.
Sementara itu pada pertemuan tersebut Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne meminta Tiongkok untuk merevisi klaim Laut China Selatan.
Baca Juga: Ikut Aksi Tolak Omnibus Law, Jefri Nichol: Hati-hati yang Turun ke Jalan
Payne bersikeras bahwa hal tersebut sangat bertentangan dengan hukum internasional yang sudah diberlakukan sejak awal.
Keempat negara itu pertama kali mengadakan pertemuan pada 2007 silam dan dipandang sebagai upaya untuk menegakkan kerja sama melawan Tiongkok.***