Kakak Beradik Tewas Akibat Petasan Maut: Terpental ke Atap Rumah, Potongan Kaki Belum Ditemukan - Halaman all - Tribunnews
9 min read
Kakak Beradik Tewas Akibat Petasan Maut: Terpental ke Atap Rumah, Potongan Kaki Belum Ditemukan - Halaman all
Rabu, 28 April 2021 15:59
Diduga karena ledakan petasan, dua warga Ngasinan Rt 01 Rw 01 Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo meninggal dunia, Selasa (27/4/2021) malam. Kakak beradik Sunardi (23) dan Samuri (21) tewas mengenaskan karena ledakan petasan di Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo, Selasa (27/4/2021) malam.
X
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kakak beradik Sunardi (23) dan Samuri (21) tewas mengenaskan karena ledakan petasan di Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo, Selasa (27/4/2021) malam.
Ledakan tersebut kondisi rumahnya rusak parah.
Korban ditemukan tewas di bagian belakang rumah di bawah pohon pisang dengan luka bakar di sekujur tubuh.

Kedua kaki putus dan potongannya belum ditemukan.
Korban lainnya ditemukan di atap rumah.
Ledakan tersebut mengagetkan warga Ponorogo pada malam hari.
Dua warga tersebut tercatat sebagai warga Ngasinan Rt 01 Rw 01 Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo.
Kapolsek Sukorejo, AKP Beny Hartono menjelaskan, pihak kepolisian menerima laporan adanya ledakan pada Selasa malam hari.
Saat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) ternyata rumah sumber ledakan sudah dalam keadaan rusak parah.
"Lampunya mati, bagian atap hancur, tembok retak, dan jebol di beberapa bagian dan dak jebol," kata Beny, Rabu (28/4/2021).
"Korban yang lain ditemukan di atap rumah sebelah TKP, kondisinya masih hidup dan langsung di larikan ke rumah sakit namun dalam perjalanan korban juga meninggal dunia," lanjutnya.
Dari pemeriksaan awal, Beny menduga korban meninggal dunia karena terkena ledakan petasan.
Karena keadaan malam hari, dan penerangan minim serta di khawatirkan rumah ambruk, pihak kepolisian memutuskan untuk melanjutkan pemeriksaan pada Rabu (28/4/2021)
Kondisi Rumah
Peristiwa petasan maut di Ponorogo ternyata menewaskan korban kakak beradik.
Ledakan petasan maut itu terjadi tepatnya di Dusun Ngasinan, Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo.
Berdasarkan pantauan, rumah di sumber ledakan tampak hancur.
Tembok lantai dua rumah tersebut jebol, genting atap pecah bahkan galvalum bagian rumah berhamburan di sekeliling rumah.
Menurut Kapolsek Sukorejo, AKP Beny Hartono, ledakan memang berasal dari lantai dua rumah tersebut.
Saat ditemukan kedua korban yaitu Sunardi (23) dan Samuri (21) juga terpental dari lokasi sumber ledakan.
"Keduanya terlempar sekira lima meter," kata Beny ditemui di lokasi ledakan, Rabu (28/4/2021).

Saat ditemukan, Sunardi sudah dalam keadaan meninggal dunia dan bagian kakinya terputus di bagian paha.
"Hingga kini bagian tubuh tersebut belum ditemukan," lanjutnya.
Sedangkan Samuri masih sempat dilarikan ke rumah sakit namun begitu sampai rumah sakit korban juga meninggal dunia.
Sementara itu, warga sekitar, Erna Aminin (31) mengaku mendengar ledakan tersebut sekitar pukul 22.00 WIB.
"Terdengar pada malam hari saat mau tidur, ternyata pagi hari saya dapat kabar kalau ada ledakan itu," terang Erna.
Erna memperkirakan jarak rumahnya dengan ledakan sekira 3 Kilometer.
Korban Sempat Racik Petasan
Dua kakak beradik meninggal dunia di rumahnya di Dusun Ngasinan, Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo.
Kedua korban bernama Sunardi (23) dan Samuri (21) meninggal dunia dalam ledakan petasan.
Saksi mata, Toro (24) mengungkapkan, kedua korban kala itu sedang meracik petasan.
Rencananya, petasan yang diracik kakak beradik itu akan dipasang di balon udara dan diterbangkan saat Idul Fitri 1442 H nanti.
Menurut dia, keduanya memang pernah meracik sendiri petasan, namun tidak sebesar tahun ini.
"Saking banyaknya, kalau biasanya pakai tangan, ini mengaduknya harus pakai mesin," kata Toro, Rabu (28/4/2021).
Toro menduga, karena hal tersebut, petasan yang diracik tetangganya tersebut meledak di dalam rumah.
Saat ledakan terjadi, Toro spontan lari keluar rumah dan melihat ada api yang membumbung tinggi.
Ia pun langsung lari ke rumah tersebut dan mendapati korban sudah tergeletak.
"Kondisi rumahnya hancur, dua rumah sampingannya juga terdampak, kacanya sampai pecah," jelas Toro.
Sementara itu, Kapolsek Sukorejo AKP Beny Hartono memastikan ledakan bukan berasal dari LPG yang dimodifikasi menjadi petasan.
Hal itu untuk meluruskan banyaknya kabar yang viral di media sosial bahwa ledakan berasal dari tabung LPG yang dimodifikasi.
"Untuk sementara kami tidak menemukan tabung LPG di TKP," jelas Beny.
Tubuh Korban
Sunardi (23) warga Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, tewas mengenaskan.
Tubuhnya tak lagi dalam keadaan utuh setelah terkena ledakan petasan di rumahnya, bersaa sang adik, Samuri (21).
Kejadian itu menimpa kakak beradik tersebut saat meracik petasan untuk dinyalakan saat Hari Raya Idul Fitri.
Menurut Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Azis, bagian yang terpisah dari tubuh utama dan hancur adalah bagian kaki korban.
"Jadi hancur, putus kakinya, mulai dari paha (ke bawah)," kata Azis, Rabu (28/4/2021).
Azis menduga, saat meracik petasan tersebut, Sunardi mengapitnya dengan kaki.
"Saat diapit itu meledak akibat gesekan mesin dengan tempat mengaduk atau panas yang dihasilkan mesin," lanjutnya.
Saat olah TKP, polisi sudah menemukan sebagian tubuh tersebut dan sudah dijadikan satu dengan tubuh utamanya.
"Ada yang ditemukan di belakang rumah ada juga yang ditemukan masyarakat," kata dia.
"Jarak ditemukannya dari rumah korban perkiraan sekitar 100 meter," jelas Azis.
Walaupun beberapa bagian sudah ditemukan, menurut Azis, akan sulit melengkapkan bagian tubuh korban yang hilang.
"Mungkin tidak bisa selengkap sedia kala karena kakinya hancur," tutur dia.
Baca juga: Petasan yang Diracik Kakak Beradik di Ponorogo Rencananya akan Dipasang di Balon Udara saat Lebaran
"Kami juga minta masyarakat sekitar kalau menemukan kita jadikan satu," terang Azis.
Kata dia, korban kedua, yaitu Samuri (21), bagian tubuhnya masih lengkap.
"Kami mengimbau dengan kejadian ini masyarakat bisa jera dan tidak membuat balon udara karena efeknya bisa gini juga," terangnya.
Hingga kini, Polres Ponorogo telah mengumpulkan keterangan dari 4 orang untuk menggali keterangan lebih dalam.
[Category Opsi Informasi]
[Tags Featured]
Rabu, 28 April 2021 15:59
Diduga karena ledakan petasan, dua warga Ngasinan Rt 01 Rw 01 Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo meninggal dunia, Selasa (27/4/2021) malam. Kakak beradik Sunardi (23) dan Samuri (21) tewas mengenaskan karena ledakan petasan di Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo, Selasa (27/4/2021) malam.
XTRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kakak beradik Sunardi (23) dan Samuri (21) tewas mengenaskan karena ledakan petasan di Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo, Selasa (27/4/2021) malam.
Ledakan tersebut kondisi rumahnya rusak parah.
Korban ditemukan tewas di bagian belakang rumah di bawah pohon pisang dengan luka bakar di sekujur tubuh.

Kedua kaki putus dan potongannya belum ditemukan.
Korban lainnya ditemukan di atap rumah.
Ledakan tersebut mengagetkan warga Ponorogo pada malam hari.
Dua warga tersebut tercatat sebagai warga Ngasinan Rt 01 Rw 01 Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo.
Kapolsek Sukorejo, AKP Beny Hartono menjelaskan, pihak kepolisian menerima laporan adanya ledakan pada Selasa malam hari.
Saat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) ternyata rumah sumber ledakan sudah dalam keadaan rusak parah.
"Lampunya mati, bagian atap hancur, tembok retak, dan jebol di beberapa bagian dan dak jebol," kata Beny, Rabu (28/4/2021).
"Korban yang lain ditemukan di atap rumah sebelah TKP, kondisinya masih hidup dan langsung di larikan ke rumah sakit namun dalam perjalanan korban juga meninggal dunia," lanjutnya.
Dari pemeriksaan awal, Beny menduga korban meninggal dunia karena terkena ledakan petasan.
Karena keadaan malam hari, dan penerangan minim serta di khawatirkan rumah ambruk, pihak kepolisian memutuskan untuk melanjutkan pemeriksaan pada Rabu (28/4/2021)
Kondisi Rumah
Peristiwa petasan maut di Ponorogo ternyata menewaskan korban kakak beradik.
Ledakan petasan maut itu terjadi tepatnya di Dusun Ngasinan, Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo.
Berdasarkan pantauan, rumah di sumber ledakan tampak hancur.
Tembok lantai dua rumah tersebut jebol, genting atap pecah bahkan galvalum bagian rumah berhamburan di sekeliling rumah.
Menurut Kapolsek Sukorejo, AKP Beny Hartono, ledakan memang berasal dari lantai dua rumah tersebut.
Saat ditemukan kedua korban yaitu Sunardi (23) dan Samuri (21) juga terpental dari lokasi sumber ledakan.
"Keduanya terlempar sekira lima meter," kata Beny ditemui di lokasi ledakan, Rabu (28/4/2021).

Saat ditemukan, Sunardi sudah dalam keadaan meninggal dunia dan bagian kakinya terputus di bagian paha.
"Hingga kini bagian tubuh tersebut belum ditemukan," lanjutnya.
Sedangkan Samuri masih sempat dilarikan ke rumah sakit namun begitu sampai rumah sakit korban juga meninggal dunia.
Sementara itu, warga sekitar, Erna Aminin (31) mengaku mendengar ledakan tersebut sekitar pukul 22.00 WIB.
"Terdengar pada malam hari saat mau tidur, ternyata pagi hari saya dapat kabar kalau ada ledakan itu," terang Erna.
Erna memperkirakan jarak rumahnya dengan ledakan sekira 3 Kilometer.
Korban Sempat Racik Petasan
Dua kakak beradik meninggal dunia di rumahnya di Dusun Ngasinan, Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo.
Kedua korban bernama Sunardi (23) dan Samuri (21) meninggal dunia dalam ledakan petasan.
Saksi mata, Toro (24) mengungkapkan, kedua korban kala itu sedang meracik petasan.
Rencananya, petasan yang diracik kakak beradik itu akan dipasang di balon udara dan diterbangkan saat Idul Fitri 1442 H nanti.
Menurut dia, keduanya memang pernah meracik sendiri petasan, namun tidak sebesar tahun ini.
"Saking banyaknya, kalau biasanya pakai tangan, ini mengaduknya harus pakai mesin," kata Toro, Rabu (28/4/2021).
Toro menduga, karena hal tersebut, petasan yang diracik tetangganya tersebut meledak di dalam rumah.
Saat ledakan terjadi, Toro spontan lari keluar rumah dan melihat ada api yang membumbung tinggi.
Ia pun langsung lari ke rumah tersebut dan mendapati korban sudah tergeletak.
"Kondisi rumahnya hancur, dua rumah sampingannya juga terdampak, kacanya sampai pecah," jelas Toro.
Sementara itu, Kapolsek Sukorejo AKP Beny Hartono memastikan ledakan bukan berasal dari LPG yang dimodifikasi menjadi petasan.
Hal itu untuk meluruskan banyaknya kabar yang viral di media sosial bahwa ledakan berasal dari tabung LPG yang dimodifikasi.
"Untuk sementara kami tidak menemukan tabung LPG di TKP," jelas Beny.
Tubuh Korban
Sunardi (23) warga Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, tewas mengenaskan.
Tubuhnya tak lagi dalam keadaan utuh setelah terkena ledakan petasan di rumahnya, bersaa sang adik, Samuri (21).
Kejadian itu menimpa kakak beradik tersebut saat meracik petasan untuk dinyalakan saat Hari Raya Idul Fitri.
Menurut Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Azis, bagian yang terpisah dari tubuh utama dan hancur adalah bagian kaki korban.
"Jadi hancur, putus kakinya, mulai dari paha (ke bawah)," kata Azis, Rabu (28/4/2021).
Azis menduga, saat meracik petasan tersebut, Sunardi mengapitnya dengan kaki.
"Saat diapit itu meledak akibat gesekan mesin dengan tempat mengaduk atau panas yang dihasilkan mesin," lanjutnya.
Saat olah TKP, polisi sudah menemukan sebagian tubuh tersebut dan sudah dijadikan satu dengan tubuh utamanya.
"Ada yang ditemukan di belakang rumah ada juga yang ditemukan masyarakat," kata dia.
"Jarak ditemukannya dari rumah korban perkiraan sekitar 100 meter," jelas Azis.
Walaupun beberapa bagian sudah ditemukan, menurut Azis, akan sulit melengkapkan bagian tubuh korban yang hilang.
"Mungkin tidak bisa selengkap sedia kala karena kakinya hancur," tutur dia.
Baca juga: Petasan yang Diracik Kakak Beradik di Ponorogo Rencananya akan Dipasang di Balon Udara saat Lebaran
"Kami juga minta masyarakat sekitar kalau menemukan kita jadikan satu," terang Azis.
Kata dia, korban kedua, yaitu Samuri (21), bagian tubuhnya masih lengkap.
"Kami mengimbau dengan kejadian ini masyarakat bisa jera dan tidak membuat balon udara karena efeknya bisa gini juga," terangnya.
Hingga kini, Polres Ponorogo telah mengumpulkan keterangan dari 4 orang untuk menggali keterangan lebih dalam.
[Category Opsi Informasi]
[Tags Featured]