Kesehatan anak: Metode baru cangkok jantung di Inggris - 'Saya bersyukur dapat hadiah luar biasa ini, tapi juga sedih harus ada yang meninggal' - BBC News Indonesia
5 min read
Kesehatan anak: Metode baru cangkok jantung di Inggris - 'Saya bersyukur dapat hadiah luar biasa ini, tapi juga sedih harus ada yang meninggal'
- Anna Collinson & Rachael Buchanan
- Koresponden kesehatan BBC News
5 April 2021
Keterangan video,
Freya Heddington
Dua rumah sakit di Inggris bekerja sama untuk menyediakan jenis baru layanan cangkok jantung untuk anak-anak, yang bisa mengurangi waktu tunggu untuk operasi tersebut.
Dalam program tersebut, jantung yang sudah tidak berdetak 'dihidupkan kembali' untuk diberikan kepada penerima.
Freya Heddington, 14 tahun, dari Bristol, adalah salah satu pasien pertama yang mendapatkannya. Dia hanya menunggu dua bulan, alih-alih dua tahun.
Kendati ada pandemi, 2020 merupakan tahun tersibuk dalam satu dekade untuk operasi cangkok jantung pada anak-anak di Inggris.
Keterangan video,
Freya Heddington
Dua rumah sakit di Inggris bekerja sama untuk menyediakan jenis baru layanan cangkok jantung untuk anak-anak, yang bisa mengurangi waktu tunggu untuk operasi tersebut.
Dalam program tersebut, jantung yang sudah tidak berdetak 'dihidupkan kembali' untuk diberikan kepada penerima.
Freya Heddington, 14 tahun, dari Bristol, adalah salah satu pasien pertama yang mendapatkannya. Dia hanya menunggu dua bulan, alih-alih dua tahun.
Kendati ada pandemi, 2020 merupakan tahun tersibuk dalam satu dekade untuk operasi cangkok jantung pada anak-anak di Inggris.
- Pengantin perempuan dengar detak jantung mendiang putranya di pernikahan
- Bocah dengan transplantasi kedua tangan kini bisa main bisbol
- 'Dua perempuan muda menanti siapa yang akan lebih dulu meninggal'
Pada 2015, Rumah Sakit Royal Papworth di Cambridge menjadi rumah sakit pertama di Eropa yang mengangkat dan mencangkokkan jantung orang dewasa, yang telah dibiarkan berhenti berdetak dengan sendirinya, sesudah dukungan hidup (life support) dicabut.
Dengan menggunakan peralatan khusus, para ahli bedah dapat 'menghidupkan kembali' jantung itu dan menjaganya tetap sehat sampai waktu pencangkokan.
Februari lalu, RS Royal Papworth bekerja sama dengan RS Great Ormond Street (GOSH) di London untuk memberikan pelayanan tersebut kepada anak-anak.
Sebelumnya, hampir semua cangkok jantung anak-anak berasal dari pasien yang menderita kematian otak—jantungnya masih berdetak, tapi mereka tidak akan bangkit lagi. Setelah dukungan hidup dicabut, jantung dihentikan detaknya dan diangkat. Prosedur ini disebut donasi setelah kematian otak (donation after brain death, DBD).

'Saya sangat senang mendapat hadiah yang luar biasa'
Freya, 14 tahun, menjadi salah satu pasien anak yang mendapatkan jantung baru melalui prosedur ini.
Pada Agustus 2019, gadis itu didiagnosis dengan kardiomiopati restriktif, yang dapat menyebabkan keletihan, sakit dada, dan kesulitan bernapas.
Dia diperingatkan bahwa dia mungkin harus menunggu sampai dua tahun untuk mendapat jantung baru, namun melalui program yang dijalankan oleh GOSH dan Royal Papworth berarti dia hanya perlu menunggu delapan pekan.

Keterangan gambar,
Freya Heddington, 14 tahun, menjadi salah satu penerima pertama jantung donor dengan metode baru ini.
Freya pulang dari rumah sakit 10 hari setelah dioperasi dan dalam beberapa bulan dapat melakukan kembali hal-hal yang paling disukainya, seperti berkuda.
"Saya sekarang punya lebih banyak stamina. Saya bisa keluar rumah untuk berjalan-jalan dan mendaki gunung dan saya tak perlu beristirahat untuk bernapas," kata gadis itu.
"Saya bersyukur mendapatkan hadiah yang luar biasa ini, tetapi sedih mengetahui bahwa ada orang lain yang meninggal dunia."
Ayah Freya, Jason, mengatakan keluarganya tak akan pernah melupakan orang-orang - dan mesin - yang menyelamatkan nyawa putrinya.
"Freya perlu minum obat setiap hari dan ada kunjungan rutin ke rumah sakit. Itu selalu ada di pikiran kami," ujarnya. "Tetapi kami sekarang tahu dia punya jantung yang sehat dan masa depannya cerah."

Bagaimana jantung yang telah berhenti berdetak dapat 'dihidupkan kembali'?
Selama bertahun-tahun, donasi jantung yang sudah tidak berdetak dianggap tidak layak untuk pencangkokan karena kerusakan yang diakibatkan oleh kekurangan oksigen saat jantung berhenti.
Namun, mesin yang disebut organ care system (OCS), dibuat khusus untuk menjaga jantung tetap berdetak di luar tubuh.
Jantung dapat dipindahkan ke mesin tersebut segera setelah dukungan hidup dicabut, kemudian jantung dibiarkan berhenti berdetak dengan sendirinya, dan kematian telah dipastikan.
Darah, nutrisi, dan oksigen dipompa ke organ tersebut hingga 12 jam, memberi waktu untuk pengecekan tanda-tanda vital dan bahkan membawanya ke rumah sakit lain untuk dicangkokkan.
Izin dari keluarga donor selalu wajib didapatkan sebelum operasi dilakukan.

Keterangan gambar,
Freya kini punya lebih banyak stamina dan bisa mendaki gunung lagi.
Biasanya, anak-anak harus menunggu lebih lama dari orang dewasa untuk jantung donor.
Inggris hanya memiliki dua unit transplantasi jantung pediatrik - di GOSH dan RS Freeman, Newcastle - dan dalam lima tahun terakhir, 39 anak meninggal sebelum mendapat jantung donor.
"Beberapa pasien bisa keburu meninggal saat menunggu," kata Jacob Simmonds, ahli bedah transplantasi di GOSH. "Ada juga risiko saat menunggu mereka mengalami kerusakan organ lain, terutama paru-paru."
Kolaborasi GOSH dan Royal Papworth telah menghasilkan enam operasi cangkok jantung anak dengan metode baru - donasi setelah jantung berhenti berdetak - di Inggris pada 2020. Hanya empat operasi lainnya yang telah dilakukan di seluruh dunia.
Secara keseluruhan, 32 cangkok jantung anak dilakukan tahun lalu - jumlah kedua terbanyak dalam satu dekade.
"Kami tidak membayangkan bahwa selama pandemi, kami akan mencapai rekor jumlah transplantasi. Ini hasil kerja tim yang fenomenal," kata Marius Berman, kepala divisi bedah untuk transplantasi di Royal Papworth.

Keterangan gambar,
Tim ahli bedah di RS Royal Papworth: Simon Messer, ahli bedah transplantasi. Marius Berman, dokter bedah utama untuk transplantasi. Jen Baxter, perawat utama untuk pengangkatan organ.
Keenam transplantasi tersebut berasal dari donor dewasa karena mesin OCS dapat mengakomodasi jantung dari donor dengan berat badan lebih dari 50kg.
Royal Papworth dan GOSH sekarang sedang mengembangkan teknologi baru yang mereka harap dapat mengangkat jantung dengan cara yang sama dari anak-anak.
Jika berhasil, ini dapat menambah organ yang tersedia untuk balita dan bahkan bayi, yang saat ini jumlahnya sangat sedikit.
[Category Opsi Informasi, Kesehatan]
[Tags Featured, Kesehatan]
Dengan menggunakan peralatan khusus, para ahli bedah dapat 'menghidupkan kembali' jantung itu dan menjaganya tetap sehat sampai waktu pencangkokan.
Februari lalu, RS Royal Papworth bekerja sama dengan RS Great Ormond Street (GOSH) di London untuk memberikan pelayanan tersebut kepada anak-anak.
Sebelumnya, hampir semua cangkok jantung anak-anak berasal dari pasien yang menderita kematian otak—jantungnya masih berdetak, tapi mereka tidak akan bangkit lagi. Setelah dukungan hidup dicabut, jantung dihentikan detaknya dan diangkat. Prosedur ini disebut donasi setelah kematian otak (donation after brain death, DBD).

'Saya sangat senang mendapat hadiah yang luar biasa'
Freya, 14 tahun, menjadi salah satu pasien anak yang mendapatkan jantung baru melalui prosedur ini.
Pada Agustus 2019, gadis itu didiagnosis dengan kardiomiopati restriktif, yang dapat menyebabkan keletihan, sakit dada, dan kesulitan bernapas.
Dia diperingatkan bahwa dia mungkin harus menunggu sampai dua tahun untuk mendapat jantung baru, namun melalui program yang dijalankan oleh GOSH dan Royal Papworth berarti dia hanya perlu menunggu delapan pekan.

Keterangan gambar,
Freya Heddington, 14 tahun, menjadi salah satu penerima pertama jantung donor dengan metode baru ini.
Freya pulang dari rumah sakit 10 hari setelah dioperasi dan dalam beberapa bulan dapat melakukan kembali hal-hal yang paling disukainya, seperti berkuda.
"Saya sekarang punya lebih banyak stamina. Saya bisa keluar rumah untuk berjalan-jalan dan mendaki gunung dan saya tak perlu beristirahat untuk bernapas," kata gadis itu.
"Saya bersyukur mendapatkan hadiah yang luar biasa ini, tetapi sedih mengetahui bahwa ada orang lain yang meninggal dunia."
Ayah Freya, Jason, mengatakan keluarganya tak akan pernah melupakan orang-orang - dan mesin - yang menyelamatkan nyawa putrinya.
"Freya perlu minum obat setiap hari dan ada kunjungan rutin ke rumah sakit. Itu selalu ada di pikiran kami," ujarnya. "Tetapi kami sekarang tahu dia punya jantung yang sehat dan masa depannya cerah."

Bagaimana jantung yang telah berhenti berdetak dapat 'dihidupkan kembali'?
Selama bertahun-tahun, donasi jantung yang sudah tidak berdetak dianggap tidak layak untuk pencangkokan karena kerusakan yang diakibatkan oleh kekurangan oksigen saat jantung berhenti.
Namun, mesin yang disebut organ care system (OCS), dibuat khusus untuk menjaga jantung tetap berdetak di luar tubuh.
Jantung dapat dipindahkan ke mesin tersebut segera setelah dukungan hidup dicabut, kemudian jantung dibiarkan berhenti berdetak dengan sendirinya, dan kematian telah dipastikan.
Darah, nutrisi, dan oksigen dipompa ke organ tersebut hingga 12 jam, memberi waktu untuk pengecekan tanda-tanda vital dan bahkan membawanya ke rumah sakit lain untuk dicangkokkan.
Izin dari keluarga donor selalu wajib didapatkan sebelum operasi dilakukan.

Keterangan gambar,
Freya kini punya lebih banyak stamina dan bisa mendaki gunung lagi.
Biasanya, anak-anak harus menunggu lebih lama dari orang dewasa untuk jantung donor.
Inggris hanya memiliki dua unit transplantasi jantung pediatrik - di GOSH dan RS Freeman, Newcastle - dan dalam lima tahun terakhir, 39 anak meninggal sebelum mendapat jantung donor.
"Beberapa pasien bisa keburu meninggal saat menunggu," kata Jacob Simmonds, ahli bedah transplantasi di GOSH. "Ada juga risiko saat menunggu mereka mengalami kerusakan organ lain, terutama paru-paru."
Kolaborasi GOSH dan Royal Papworth telah menghasilkan enam operasi cangkok jantung anak dengan metode baru - donasi setelah jantung berhenti berdetak - di Inggris pada 2020. Hanya empat operasi lainnya yang telah dilakukan di seluruh dunia.
Secara keseluruhan, 32 cangkok jantung anak dilakukan tahun lalu - jumlah kedua terbanyak dalam satu dekade.
"Kami tidak membayangkan bahwa selama pandemi, kami akan mencapai rekor jumlah transplantasi. Ini hasil kerja tim yang fenomenal," kata Marius Berman, kepala divisi bedah untuk transplantasi di Royal Papworth.

Keterangan gambar,
Tim ahli bedah di RS Royal Papworth: Simon Messer, ahli bedah transplantasi. Marius Berman, dokter bedah utama untuk transplantasi. Jen Baxter, perawat utama untuk pengangkatan organ.
Keenam transplantasi tersebut berasal dari donor dewasa karena mesin OCS dapat mengakomodasi jantung dari donor dengan berat badan lebih dari 50kg.
Royal Papworth dan GOSH sekarang sedang mengembangkan teknologi baru yang mereka harap dapat mengangkat jantung dengan cara yang sama dari anak-anak.
Jika berhasil, ini dapat menambah organ yang tersedia untuk balita dan bahkan bayi, yang saat ini jumlahnya sangat sedikit.
[Category Opsi Informasi, Kesehatan]
[Tags Featured, Kesehatan]