Polisi Bantah Babi yang Ditemukan Warga di Depok Ukurannya Menyusut Seiring Waktu Halaman all - Kompas
6 min read
Polisi Bantah Babi yang Ditemukan Warga di Depok Ukurannya Menyusut Seiring Waktu Halaman all - Kompas.com
DEPOK, KOMPAS.com - Kapolsek Sawangan, AKP Rio Tobing, menyatakan tak dapat mengonfirmasi isu bahwa babiyang disebut "babi ngepet" yang ditemukan warga di kawasan Bedahan, Depok, pada Selasa (27/4/2021) ukurannya menyusut seiring waktu.
"Secara fisik, kondisi babi saat kami temukan babi normal, seperti babi hutandan ukurannya sudah kecil," kata Rio dalam keterangan suara, Rabu.
"Kalau ada yang bilang dari besar terus mengecil, faktanya saat anggota ke sana, ditemukan sudah kecil. Berdasarkn cerita ini, itu kami belum bisa menyimpulkan karena faktanya yang kami temukan hanya seekor babi," kata dia.
Babi tersebut telah dipenggal kemarin dan dikuburkan di sekitar rumah warga yang menangkap babi tersebut.
Isu bahwa babi itu adalah "babi ngepet" yang dianggap biang keladi kehilangan uang yang dialami warga setempat, membuat binatang malang itu jadi tontonan warga sekitar.
Keadaan tersebut membuat proses pemenggalan dan penguburan dipercepat.
"Dikhawatirkan adanya kerumanan massa yang melihat babi tersebut. Akhirnya kami lakukan pembubaran," ujar Rio.
"Soal adanya warga yang sering kehilangan uang, kami belum dapat laporannya. Kami pun baru tahu, katanya ada yang sering mengalami pencurian. Apabila ada yang merasa kecurian agar segara menghubungi aparat agar segera ditangani," tandasnya.
Isu babi ngepet jadi tontonan warga Depok
Isu soal babi ngepet ini mendadak viral di media sosial kemarin, Selasa (27/4/2021). Video seekor babi hutan yang dimasukan ke dalam kandang menjadi tontonan ramai warga di Bedahan, Sawangan, Depok.
Tak hanya itu, yang membuat semakin heboh, seorang pria dengan pengeras suara dengan gaya meyakinkan menyebut itu bukan hanya sekadar babi, melainkan manusia yang berubah menjadi babi.
Dia pun menceritakan detik-detik penangkapan babi itu hingga melibatkan enam orang yang harus telanjang di sebuah kebun.
Anehnya lagi, narasi yang dibuat menyebutkan bahwa babi yang sudah ditangkap itu semakin lama semakin mengecil.
"Terakhir itu berat 15 kilogram, tinggi babi dan lebar 15 centimeter, seperti kucing," ujar Ketua RW setempat, Abdul Rosad seperti dilansir Tribunnews.com, Selasa (27/4/2021).
Karena kabar soal penangkapan babi ini membuat banyak warga berdatangan hingga akhirnya menimbulkan kerumunan, babi itu akhirnya dipotong dan dikubur warga.
Sebelum disembelih, sejumlah warga sekitar pun bahkan menggelar pengajian terlebih dahulu.
"Karena kalau enggak dieksekusi dari sekarang, itu mengakibatkan kerumunan orang semakin banyak," ujar Suhanda.
"Karena sekarang kita lagi pencegahan Covid-19, makanya kita cepat-cepat dari RT, dari RW, mengatakan harus dieksekusi secepatnya supaya tidak ada kerumunan banyak-banyak," pungkasnya.
slide 1 to 3 of 8
slide 1 to 3 of 8
slide 1 to 3 of 8
slide 1 to 3 of 8
slide 1 to 3 of 8
02:00
Jangan Keliru, Kenali Beda Generasi X, Y, Z, dan Baby Boomer
01:58
RESMI - Baby Mourinho Merapat ke Bayern Muenchen, Gantikan Hansi Flick Musim Depan
05:59
Peneliti: Vaksin AstraZeneca Tak Mengandung Babi dan Aman
01:08
Warga Nekat Mudik Akan Dikarantina dengan Biaya Sendiri
05:05
Manfaatkan Celah di Bandara, Begini Aksi Mafia Bantu WN India Lolos Karantina
01:10
Pencurian Kotak Amal Masjid di Subang Terjadi Berulang Kali
02:19
Viral! Hasil Mengemis Sedikit, Bocah Dianiaya Neneknya
01:23
Siap-siap! Kata Presiden Jokowi THR untuk PNS Cair pada H-10 Lebaran
TAG:
[Category Opsi Informasi]
[Tags Featured]
DEPOK, KOMPAS.com - Kapolsek Sawangan, AKP Rio Tobing, menyatakan tak dapat mengonfirmasi isu bahwa babiyang disebut "babi ngepet" yang ditemukan warga di kawasan Bedahan, Depok, pada Selasa (27/4/2021) ukurannya menyusut seiring waktu."Secara fisik, kondisi babi saat kami temukan babi normal, seperti babi hutandan ukurannya sudah kecil," kata Rio dalam keterangan suara, Rabu.
"Kalau ada yang bilang dari besar terus mengecil, faktanya saat anggota ke sana, ditemukan sudah kecil. Berdasarkn cerita ini, itu kami belum bisa menyimpulkan karena faktanya yang kami temukan hanya seekor babi," kata dia.
Babi tersebut telah dipenggal kemarin dan dikuburkan di sekitar rumah warga yang menangkap babi tersebut.
Isu bahwa babi itu adalah "babi ngepet" yang dianggap biang keladi kehilangan uang yang dialami warga setempat, membuat binatang malang itu jadi tontonan warga sekitar.
Keadaan tersebut membuat proses pemenggalan dan penguburan dipercepat.
"Dikhawatirkan adanya kerumanan massa yang melihat babi tersebut. Akhirnya kami lakukan pembubaran," ujar Rio.
"Soal adanya warga yang sering kehilangan uang, kami belum dapat laporannya. Kami pun baru tahu, katanya ada yang sering mengalami pencurian. Apabila ada yang merasa kecurian agar segara menghubungi aparat agar segera ditangani," tandasnya.
Isu babi ngepet jadi tontonan warga Depok
Isu soal babi ngepet ini mendadak viral di media sosial kemarin, Selasa (27/4/2021). Video seekor babi hutan yang dimasukan ke dalam kandang menjadi tontonan ramai warga di Bedahan, Sawangan, Depok.
Tak hanya itu, yang membuat semakin heboh, seorang pria dengan pengeras suara dengan gaya meyakinkan menyebut itu bukan hanya sekadar babi, melainkan manusia yang berubah menjadi babi.
Dia pun menceritakan detik-detik penangkapan babi itu hingga melibatkan enam orang yang harus telanjang di sebuah kebun.
Anehnya lagi, narasi yang dibuat menyebutkan bahwa babi yang sudah ditangkap itu semakin lama semakin mengecil.
"Terakhir itu berat 15 kilogram, tinggi babi dan lebar 15 centimeter, seperti kucing," ujar Ketua RW setempat, Abdul Rosad seperti dilansir Tribunnews.com, Selasa (27/4/2021).
Karena kabar soal penangkapan babi ini membuat banyak warga berdatangan hingga akhirnya menimbulkan kerumunan, babi itu akhirnya dipotong dan dikubur warga.
Sebelum disembelih, sejumlah warga sekitar pun bahkan menggelar pengajian terlebih dahulu.
"Karena kalau enggak dieksekusi dari sekarang, itu mengakibatkan kerumunan orang semakin banyak," ujar Suhanda.
"Karena sekarang kita lagi pencegahan Covid-19, makanya kita cepat-cepat dari RT, dari RW, mengatakan harus dieksekusi secepatnya supaya tidak ada kerumunan banyak-banyak," pungkasnya.
slide 1 to 3 of 8
slide 1 to 3 of 8
slide 1 to 3 of 8
slide 1 to 3 of 8
slide 1 to 3 of 8
Jangan Keliru, Kenali Beda Generasi X, Y, Z, dan Baby Boomer
RESMI - Baby Mourinho Merapat ke Bayern Muenchen, Gantikan Hansi Flick Musim Depan
Peneliti: Vaksin AstraZeneca Tak Mengandung Babi dan Aman
Warga Nekat Mudik Akan Dikarantina dengan Biaya Sendiri
Manfaatkan Celah di Bandara, Begini Aksi Mafia Bantu WN India Lolos Karantina
Pencurian Kotak Amal Masjid di Subang Terjadi Berulang Kali
Viral! Hasil Mengemis Sedikit, Bocah Dianiaya Neneknya
Siap-siap! Kata Presiden Jokowi THR untuk PNS Cair pada H-10 Lebaran
TAG:
[Category Opsi Informasi]
[Tags Featured]