Polisi Buru Tiga Terduga Teroris di Jakarta - medcom
2 min read
Polisi Buru Tiga Terduga Teroris di Jakarta
Selasa, 06 April 2021 18:44
Rahmatul Fajri,

Ilustrasi/Medcom.id
Jakarta: Polisi memburu tiga terduga teroris di Jakarta. Mereka tergabung dalam kelompok terduga teroris yang sebelumnya ditangkap di DKI pada Senin, 29 Maret 2021.
Dari informasi yang dihimpun Media Indonesia, ketiganya adalah Arief Rahman Hakim, 47, Nouval Farisi, 35, dan Yusuf Iskandar, 43. Identitas mereka diungkap empat terduga teroris yang ditangkap terlebih dahulu.
"Berdasakan hasil keterangan dari para tersangka Zulaimi Agus Cs, diketahui tiga orang lagi yang terlibat dan ikut merencanakan dalam pembuatan bom," tulis informasi tersebut, Selasa, 6 April 2021.
Sebelumnya, teroris yang ditangkap di Cibarusah, Bekasi, yakni Zulaimi Agus, mengaku belajar cara membuat bom TATP atau triacetone triperoxide dari internet. Dari video yang dihimpun Media Indonesia, Zulaimi mengaku sudah belajar membuat bom sejak kerusuhan 22 Mei 2019 di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta.
Baca: Densus 88 Amankan Seorang Wanita Muda di Sukabumi
Dia menyebut pembuatan bom untuk membalas tindakan aparat kepolisian terhadap pengunjuk rasa. "Motivasi saya membuat THTP, saya merasa negara ini sudah tidak ada keadilan. Saya ingin membalas. Saya ingin menegakkan keadilan dengan cara saya sendiri, atas tindakan Brimob yang berlaku sewenang-wenang terhadap demonstran Bawaslu 2019," tutur Zulaimi, Sabtu, 3 April 2021.
Zulaimi juga mengaku anggota FPI sejak 2019. Dia menjabat sebagai Wakabid Jihad di FPI DPC Serang Baru, Bekasi. Kemudian, dia bergabung dengan dalam Majelis Yasin Rawatib yang dipimpin Habib Husein Hasni. Diketahui, Husein merupakan terduga teroris yang ditangkap di Condet, Jakarta Timur.
Zulaimi juga menyebut dirinya melakukan eksperimen pembuatan bom dari TATP di kediaman Husein. Dia juga mengajarkan cara meracik bom kepada Husein dan beberapa orang lain dalam majelis tersebut. Zulaimi juga mengaku pergi ke Ahmad Dimyati di Sukabumi untuk meminta ilmu kebal.
"Pada Februari, saya berangkat ke Sukabumi ke jemaah Yasin Waratib, untuk meminta doa dan diisi ilmu kebal," kata Zulaimi.
Editor : M Sholahadhin Azha
[Category Opsi Informasi]
[Tags Teroris, Featured]
Selasa, 06 April 2021 18:44
Rahmatul Fajri,

Ilustrasi/Medcom.id
Jakarta: Polisi memburu tiga terduga teroris di Jakarta. Mereka tergabung dalam kelompok terduga teroris yang sebelumnya ditangkap di DKI pada Senin, 29 Maret 2021.
Dari informasi yang dihimpun Media Indonesia, ketiganya adalah Arief Rahman Hakim, 47, Nouval Farisi, 35, dan Yusuf Iskandar, 43. Identitas mereka diungkap empat terduga teroris yang ditangkap terlebih dahulu.
"Berdasakan hasil keterangan dari para tersangka Zulaimi Agus Cs, diketahui tiga orang lagi yang terlibat dan ikut merencanakan dalam pembuatan bom," tulis informasi tersebut, Selasa, 6 April 2021.
Sebelumnya, teroris yang ditangkap di Cibarusah, Bekasi, yakni Zulaimi Agus, mengaku belajar cara membuat bom TATP atau triacetone triperoxide dari internet. Dari video yang dihimpun Media Indonesia, Zulaimi mengaku sudah belajar membuat bom sejak kerusuhan 22 Mei 2019 di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta.
Baca: Densus 88 Amankan Seorang Wanita Muda di Sukabumi
Dia menyebut pembuatan bom untuk membalas tindakan aparat kepolisian terhadap pengunjuk rasa. "Motivasi saya membuat THTP, saya merasa negara ini sudah tidak ada keadilan. Saya ingin membalas. Saya ingin menegakkan keadilan dengan cara saya sendiri, atas tindakan Brimob yang berlaku sewenang-wenang terhadap demonstran Bawaslu 2019," tutur Zulaimi, Sabtu, 3 April 2021.
Zulaimi juga mengaku anggota FPI sejak 2019. Dia menjabat sebagai Wakabid Jihad di FPI DPC Serang Baru, Bekasi. Kemudian, dia bergabung dengan dalam Majelis Yasin Rawatib yang dipimpin Habib Husein Hasni. Diketahui, Husein merupakan terduga teroris yang ditangkap di Condet, Jakarta Timur.
Zulaimi juga menyebut dirinya melakukan eksperimen pembuatan bom dari TATP di kediaman Husein. Dia juga mengajarkan cara meracik bom kepada Husein dan beberapa orang lain dalam majelis tersebut. Zulaimi juga mengaku pergi ke Ahmad Dimyati di Sukabumi untuk meminta ilmu kebal.
"Pada Februari, saya berangkat ke Sukabumi ke jemaah Yasin Waratib, untuk meminta doa dan diisi ilmu kebal," kata Zulaimi.
Editor : M Sholahadhin Azha
[Category Opsi Informasi]
[Tags Teroris, Featured]