PPKM, Kasus Covid-19 di 3 Kabupaten/Kota di Jateng Ini Tetap Melonjak - Solopos
2 min read
PPKM, Kasus Covid-19 di 3 Kabupaten/Kota di Jateng Ini Tetap Melonjak
Solopos.com/Imam Yuda Saputra
Ilustrasi Covid-19. (Freepik)
Solopos.com, SEMARANG -- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atau Pemprov Jateng telah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM sejak 11 Januari 2021. Meski demikian, lonjakan kasus harian Covid-19 di Jateng tetap terjadi.
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menyebut setidaknya ada tiga daerah di Jateng yang kasus harian Covid-19 mengalami lonjakan signifikan selama PPKM diterapkan.
Ketiga daerah itu yakni Kabupaten Semarang, Kota Solo, dan Kabupaten Jepara.
"Tadi dilaporkan Pak Menko [Manivest, Luhut Binsar Pandjaitan], ada beberapa Kabupaten/kota yang mengalami peningkatan di Jateng selama PPKM, yakni Kabupaten Semarang, Kota Solo, dan Kabupaten Jepara. Nanti, tiga [kabupaten/kota] ini akan kami dampingi agar bisa terkendali," ujar Ganjar seusai mengikuti rakor dengan Menko Manivest, Luhut Binsar Pandjaitan, secara daring, Minggu (31/1/2021) malam.
Ganjar juga mengaku sepakat dengan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut PPKM jilid pertama pada 11-25 Januari tidak efektif menekan persebaran Covid-19.
Oleh karenanya, ia pun mengusulkan seluruh daerah di Jawa Bali secara serentak menerapkan PPKM.
"Memang PPKM jilid pertama itu tidak efektif, maka ada jilid kedua. Evaluasi malam ini, sekarang tinggal sepekan dan dampaknya masih kurang. Saya usulkan kepada pemerintah pusat, untuk seluruh kabupaten/kota di Jawa Bali semuanya ikut PPKM," imbuhnya.
Dalam rapat yang diikuti jajaran Forkompimda dan sejumlah menteri kabinet Indonesia Maju itu, Ganjar menegaskan bahwa penyerentakan PPKM di seluruh kabupaten/kota Jawa Bali diyakini akan memberikan dampak positif.
Sebab dengan begitu, maka semua akan serentak bergerak bersama-sama untuk berpartisipasi menekan kasus Covid-19.
Menunjukkan Hasil Positif
Langkah tersebut, lanjut Ganjar sudah dilakukan di Jateng. Saat awal PPKM, hanya ada tiga daerah yang diusulkan menerapkan PPKM, yakni Semarang Raya, Soloraya, dan Banyumas Raya.
Ganjar pun mengklaim secara hasil, pelaksanaan PPKM jilid pertama sudah menunjukkan hasil positif.
Dari tingkat penanganan rumah sakit, saat ini Bed Occupancy Rate (BOR) atau angka rata-rata keterisian tempat tidur di rumah sakit Jateng berada di bawah 60 persen semuanya.
"Jadi pencapaiannya muncul dari sisi penanganan kesehatan. Tempat tidur isolasi dan ICU semuanya terkendali. Bahkan untuk tempat isolasi terpusat yang kami sediakan, sampai hari ini tidak pernah penuh," tegasnya.
[Category Opsi Informasi, Kesehatan]
[Tags PPKM Mikro, Featured, Coronavirus, Covid-19]
Solopos.com/Imam Yuda Saputra
Ilustrasi Covid-19. (Freepik)Solopos.com, SEMARANG -- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atau Pemprov Jateng telah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM sejak 11 Januari 2021. Meski demikian, lonjakan kasus harian Covid-19 di Jateng tetap terjadi.
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menyebut setidaknya ada tiga daerah di Jateng yang kasus harian Covid-19 mengalami lonjakan signifikan selama PPKM diterapkan.
Ketiga daerah itu yakni Kabupaten Semarang, Kota Solo, dan Kabupaten Jepara.
"Tadi dilaporkan Pak Menko [Manivest, Luhut Binsar Pandjaitan], ada beberapa Kabupaten/kota yang mengalami peningkatan di Jateng selama PPKM, yakni Kabupaten Semarang, Kota Solo, dan Kabupaten Jepara. Nanti, tiga [kabupaten/kota] ini akan kami dampingi agar bisa terkendali," ujar Ganjar seusai mengikuti rakor dengan Menko Manivest, Luhut Binsar Pandjaitan, secara daring, Minggu (31/1/2021) malam.
Ganjar juga mengaku sepakat dengan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut PPKM jilid pertama pada 11-25 Januari tidak efektif menekan persebaran Covid-19.
Oleh karenanya, ia pun mengusulkan seluruh daerah di Jawa Bali secara serentak menerapkan PPKM.
"Memang PPKM jilid pertama itu tidak efektif, maka ada jilid kedua. Evaluasi malam ini, sekarang tinggal sepekan dan dampaknya masih kurang. Saya usulkan kepada pemerintah pusat, untuk seluruh kabupaten/kota di Jawa Bali semuanya ikut PPKM," imbuhnya.
Dalam rapat yang diikuti jajaran Forkompimda dan sejumlah menteri kabinet Indonesia Maju itu, Ganjar menegaskan bahwa penyerentakan PPKM di seluruh kabupaten/kota Jawa Bali diyakini akan memberikan dampak positif.
Sebab dengan begitu, maka semua akan serentak bergerak bersama-sama untuk berpartisipasi menekan kasus Covid-19.
Menunjukkan Hasil Positif
Langkah tersebut, lanjut Ganjar sudah dilakukan di Jateng. Saat awal PPKM, hanya ada tiga daerah yang diusulkan menerapkan PPKM, yakni Semarang Raya, Soloraya, dan Banyumas Raya.
Ganjar pun mengklaim secara hasil, pelaksanaan PPKM jilid pertama sudah menunjukkan hasil positif.
Dari tingkat penanganan rumah sakit, saat ini Bed Occupancy Rate (BOR) atau angka rata-rata keterisian tempat tidur di rumah sakit Jateng berada di bawah 60 persen semuanya.
"Jadi pencapaiannya muncul dari sisi penanganan kesehatan. Tempat tidur isolasi dan ICU semuanya terkendali. Bahkan untuk tempat isolasi terpusat yang kami sediakan, sampai hari ini tidak pernah penuh," tegasnya.
[Category Opsi Informasi, Kesehatan]
[Tags PPKM Mikro, Featured, Coronavirus, Covid-19]