Mengulas Serumen Prop, Masalah Saat Ada Kotoran Menyumbat Telinga - HelloSehat
17 min read
Mengulas Serumen Prop, Masalah Saat Ada Kotoran Menyumbat Telinga

Tahukah Anda mengenai serumen prop? Serumen prop atau impaksi serumen adalah kondisi yang mungkin terjadi jika Anda jarang atau salah membersihkan telinga. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh penumpukan kotoran yang menyumbat liang telinga Anda. Kira-kira, apa yang menyebabkan impaksi serumen pada telinga dan bisakah kondisi ini diobati?
Apa itu serumen prop (impaksi serumen)?

Kotoran telinga, atau juga disebut serumen, dihasilkan oleh tubuh untuk melindungi telinga. Serumen atau kotoran telinga ini bentuknya seperti cairan lilin berwarna kuning dengan tekstur lengket.
Dalam kondisi tertentu, serumen dapat menimbulkan penyumbatan liang telinga yang dapat berujung pada gangguan pendengaran. Kondisi inilah yang disebut dengan serumen prop atau impaksi serumen.
Penyumbatan semacam ini terkadang bisa menimbulkan rasa tertekan di telinga, penurunan kemampuan mendengar, hingga suara berdengung.
Apa saja gejala serumen prop (impaksi serumen)?

Serumen prop adalah salah satu gangguan telinga yang bisa Anda kenali dari ciri-cirinya.
Berikut ini adalah gejala dan ciri-ciri dari serumen prop:

Tahukah Anda mengenai serumen prop? Serumen prop atau impaksi serumen adalah kondisi yang mungkin terjadi jika Anda jarang atau salah membersihkan telinga. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh penumpukan kotoran yang menyumbat liang telinga Anda. Kira-kira, apa yang menyebabkan impaksi serumen pada telinga dan bisakah kondisi ini diobati?
Apa itu serumen prop (impaksi serumen)?

Kotoran telinga, atau juga disebut serumen, dihasilkan oleh tubuh untuk melindungi telinga. Serumen atau kotoran telinga ini bentuknya seperti cairan lilin berwarna kuning dengan tekstur lengket.
Dalam kondisi tertentu, serumen dapat menimbulkan penyumbatan liang telinga yang dapat berujung pada gangguan pendengaran. Kondisi inilah yang disebut dengan serumen prop atau impaksi serumen.
Penyumbatan semacam ini terkadang bisa menimbulkan rasa tertekan di telinga, penurunan kemampuan mendengar, hingga suara berdengung.
Apa saja gejala serumen prop (impaksi serumen)?

Serumen prop adalah salah satu gangguan telinga yang bisa Anda kenali dari ciri-cirinya.
Berikut ini adalah gejala dan ciri-ciri dari serumen prop:
- ada dengungan di telinga (tinnitus),
- telinga sakit,
- kesulitan mendengar yang mungkin terus memburuk,
- rasa gatal di telinga,
- bau dari telinga, dan
- kepala pusing.
Apa penyebab serumen prop (impaksi serumen)?

Serumen pada telinga Anda dihasilkan dari kelenjar di kulit yang melapisi bagian luar saluran telinga.
Serumen dan rambut kecil di bagian ini merangkap debu dan benda asing lainnya yang dapat merusak struktur telinga yang lebih dalam.
Pada kebanyakan orang, sebagian kecil serumen dapat keluar dengan sendirinya.
Namun, jika Anda mengeluarkan kotoran dalam jumlah yang berlebihan atau membersihkan telinga dengan cara yang tidak tepat, serumen dapat menyumbat dan mengakibatkan masalah telinga.
Selain itu, serumen prop bisa terjadi akibat membersihkan telinga dengan alat bantu, contohnya cotton bud.
Telinga yang sering dibersihkan dan dikorek terlalu dalam dapat membuat sisa serumen terdorong semakin ke dalam.
Serumen atau kotoran telinga yang semakin masuk ke dalam tersebut akan menumpuk di dalam liang telinga, membentuk gumpalan, dan akhirnya mengeras.
Gumpalan kotoran telinga yang mengeras itu sedikit demi sedikit dan akan menjadi banyak.
Sayangnya, gumpalan kotoran telinga ini biasanya baru diketahui setelah menimbulkan dampak atau keluhan yang mengganggu pada telinga Anda.
Pilihan pengobatan untuk mengatasi impaksi serumen

Ketika Anda mengalami gangguan telinga tersumbat kotoran atau serumen, dokter biasanya melakukan beberapa tindakan untuk mengatasi impaksi pada telinga.
Dikutip dari National Center for Biotechnology Information, berikut metode yang dapat dilakukan untuk menyingkirkan serumen prop.
1. Serumenolitik
Serumenolitik atau cerumenolytic adalah larutan cair yang dapat membantu mengencerkan, melembutkan, memecah, dan/atau melarutkan serumen prop.
Larutan ini biasanya berbahan dasar air atau minyak. Bahan-bahan khas yang biasanya digunakan dalam serumenolitik berbahan dasar air adalah:

Serumen pada telinga Anda dihasilkan dari kelenjar di kulit yang melapisi bagian luar saluran telinga.
Serumen dan rambut kecil di bagian ini merangkap debu dan benda asing lainnya yang dapat merusak struktur telinga yang lebih dalam.
Pada kebanyakan orang, sebagian kecil serumen dapat keluar dengan sendirinya.
Namun, jika Anda mengeluarkan kotoran dalam jumlah yang berlebihan atau membersihkan telinga dengan cara yang tidak tepat, serumen dapat menyumbat dan mengakibatkan masalah telinga.
Selain itu, serumen prop bisa terjadi akibat membersihkan telinga dengan alat bantu, contohnya cotton bud.
Telinga yang sering dibersihkan dan dikorek terlalu dalam dapat membuat sisa serumen terdorong semakin ke dalam.
Serumen atau kotoran telinga yang semakin masuk ke dalam tersebut akan menumpuk di dalam liang telinga, membentuk gumpalan, dan akhirnya mengeras.
Gumpalan kotoran telinga yang mengeras itu sedikit demi sedikit dan akan menjadi banyak.
Sayangnya, gumpalan kotoran telinga ini biasanya baru diketahui setelah menimbulkan dampak atau keluhan yang mengganggu pada telinga Anda.
Pilihan pengobatan untuk mengatasi impaksi serumen

Ketika Anda mengalami gangguan telinga tersumbat kotoran atau serumen, dokter biasanya melakukan beberapa tindakan untuk mengatasi impaksi pada telinga.
Dikutip dari National Center for Biotechnology Information, berikut metode yang dapat dilakukan untuk menyingkirkan serumen prop.
1. Serumenolitik
Serumenolitik atau cerumenolytic adalah larutan cair yang dapat membantu mengencerkan, melembutkan, memecah, dan/atau melarutkan serumen prop.
Larutan ini biasanya berbahan dasar air atau minyak. Bahan-bahan khas yang biasanya digunakan dalam serumenolitik berbahan dasar air adalah:
- hidrogen peroksida,
- asam asetat,
- natrium dokusat, dan
- natrium bikarbonat.
Sementara itu, bahan-bahan umum dalam serumenolitik yang berbahan dasar minyak biasanya terdiri dari:
- minyak kacang tanah,
- minyak zaitun, dan
- minyak almond.
Obat tetes telinga ini biasanya tersedia tanpa resep dokter. Anda dianjurkan menggunakan 5 tetes dalam 1-2 hari kali sehari selama 7 hari.
Serumenolitik yang memerlukan resep dokter adalah karbamid peroksiada. Anda dianjurkan meneteskan 5-10 tetes dalam 2 kali sehari selama total 4 hari.
Obat tetes ini bekerja dengan melepaskan oksigen untuk melembutkan dan mendorong serumen dari dalam telinga.
Serumenolitik juga memiliki efek antibakteri sehingga bisa membantu membersihkan bakteri pada telinga.
2. Irigasi
Irigasi adalah cara lain untuk menghilangkan serumen prop dengan aman dan efektif. Cairan yang membantu serumen keluar dari telinga melalui metode ini terdiri dari:
Serumenolitik yang memerlukan resep dokter adalah karbamid peroksiada. Anda dianjurkan meneteskan 5-10 tetes dalam 2 kali sehari selama total 4 hari.
Obat tetes ini bekerja dengan melepaskan oksigen untuk melembutkan dan mendorong serumen dari dalam telinga.
Serumenolitik juga memiliki efek antibakteri sehingga bisa membantu membersihkan bakteri pada telinga.
2. Irigasi
Irigasi adalah cara lain untuk menghilangkan serumen prop dengan aman dan efektif. Cairan yang membantu serumen keluar dari telinga melalui metode ini terdiri dari:
- air hangat, dan
- campuran air hangat dan hidrogen peroksida dengan perbandingan 50:50 sama rata.
Cairan tersebut dimasukkan ke dalam alat semprit dan dibuang ke saluran telinga. Baskom sebagai penampung akan diletakkan di bawah telinga Anda.
Cara ini tergolong murah dan mudah didapat, tetapi hasilnya mungkin dapat menyebabkan trauma telinga ringan.
Irigasi juga dapat diberikan dengan cara diminum atau secara oral. Inilah mengapa cara ini tergolong cepat dan murah.
Namun, irigasi oral juga dapat menyebabkan trauma pada telinga, seperti perforasi membran timpani atau gendang telinga pecah.
3. Pelepasan manual
Pelepasan manual serumen prop dilakukan dengan menggunakan lingkaran atau sendok berbahan logam atau plastik.
Cara ini dapat meningkatkan risiko infeksi pada saluran telinga karena tidak menggunakan pelembap apapun.
Meskipun begitu, metode ini memiliki risiko lebih kecil untuk gendang telinga pecah, terlebih jika Anda dapat bekerja sama ketika petugas kesehatan melakukan cara ini.
Cara mengatasi impaksi serumen dengan pengobatan rumahan

Pengobatan rumahan untuk mengatasi serumen prop adalah hal yang umum. Pilihan pengobatan yang telah disebutkan di atas dapat tersedia dengan atau tanpa resep.
Dikutip dari Mayo Clinic, lakukan langkah-langkah di bawah ini untuk mengatasi serumen prop secara mandiri.
Cara ini tergolong murah dan mudah didapat, tetapi hasilnya mungkin dapat menyebabkan trauma telinga ringan.
Irigasi juga dapat diberikan dengan cara diminum atau secara oral. Inilah mengapa cara ini tergolong cepat dan murah.
Namun, irigasi oral juga dapat menyebabkan trauma pada telinga, seperti perforasi membran timpani atau gendang telinga pecah.
3. Pelepasan manual
Pelepasan manual serumen prop dilakukan dengan menggunakan lingkaran atau sendok berbahan logam atau plastik.
Cara ini dapat meningkatkan risiko infeksi pada saluran telinga karena tidak menggunakan pelembap apapun.
Meskipun begitu, metode ini memiliki risiko lebih kecil untuk gendang telinga pecah, terlebih jika Anda dapat bekerja sama ketika petugas kesehatan melakukan cara ini.
Cara mengatasi impaksi serumen dengan pengobatan rumahan

Pengobatan rumahan untuk mengatasi serumen prop adalah hal yang umum. Pilihan pengobatan yang telah disebutkan di atas dapat tersedia dengan atau tanpa resep.
Dikutip dari Mayo Clinic, lakukan langkah-langkah di bawah ini untuk mengatasi serumen prop secara mandiri.
- Lembutkan serumen dengan meneteskan beberapa tetes baby oil, minyak mineral, gliserin, atau hidrogen peroksida di saluran telinga Anda.
- Ketika serumen sudah melunak, masukkan air hangat ke dalam telingaAnda secara perlahan.
- Keluarkan serumen dengan memiringkan kepala Anda dan tarik telinga luar Anda ke depan dan belakang untuk meluruskan saluran telinga. Kemudian, miringkan kepala Anda untuk mengeluarkan air.
- Setelah selesai, keringkan telinga Anda dengan handuk bersih.
Anda mungkin perlu mengulangi langkah-langkah di atas untuk memastikan serumen prop sudah keluar dari telinga.
Jika gejala tidak membaik setelah melakukan perawatan rumahan, konsultasikan kepada dokter Anda.
Peralatan pembersih kotoran telinga yang tersedia di toko juga efektif untuk menghilangkan impaksi serumen.
Diskusikan dengan dokter tentang cara memilih dan menggunakan cara mengatasi kotoran telinga yang tepat untuk kondisi Anda.
Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.
Earwax Buildup & Blockage (Cerumen Impaction): Symptoms & Treatment. (2020). Retrieved 8 October 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14428-ear-wax-buildup–blockage
Earwax blockage – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 8 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/earwax-blockage/symptoms-causes/syc-20353004
McCarter, D., Courtney, A., & Pollart, S. (2007). Cerumen Impaction. American Family Physician, 75(10), 1523-1528. Retrieved from https://www.aafp.org/afp/2007/0515/p1523.html
Sevy, J., & Singh, A. (2020). Cerumen Impaction. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK448155/
Artikel Selanjutnya

Telinga merupakan salah satu panca indera manusia yang berfungsi untuk mendengar. Karena itu, kesehatan telinga sangat penting untuk dijaga. Tapi tak jarang, kesehatan telinga luput dari perhatian Anda. Jika kesehatan telinga tidak dijaga, baik dalam segi kebersihan maupun dalam mendengar suara, maka salah satu masalah telinga di bawah ini bisa saja terjadi pada Anda. Berikut masalah telinga yang umum terjadi.
Beberapa masalah telinga yang paling umum
Beberapa kondisi medis di bawah ini dapat memengaruhi kesehatan pendengaran Anda. Kemampuan mendengar Anda bisa saja menurun sampai hilang atau tuli karena masalah telinga ini.
1. Otitis media
Otitis media adalah infeksi atau radang telinga bagian tengah yang dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Masalah telinga ini dapat terjadi saat mukosa (bagian pernapasan atas yang mengeluarkan lendir) menjadi bengkak karena pilek, infeksi pernapasan, atau alergi. Pada akhirnya, tabung Eustachia akan tersumbat oleh penumpukan cairan.
Orang dewasa mempunyai ukuran tabung Eustachia yang lebih besar dibandingkan anak-anak sehingga lebih jarang mengalami infeksi telinga ini. Anak-anak lebih mungkin terserang infeksi ini pada satu atau kedua telinganya.
Jika infeksi telinga tidak segera diobati, infeksi ini dapat berkembang menjadi lebih serius. Otitis media dapat menyebabkan infeksi pada tulang mastoid belakang telinga, gendang telinga pecah, dan bisa mengakibatkan gangguan pendengaran permanen.
2. Tinnitus
Apakah Anda suka mendengar denging di telinga? Waspada, mungkin Anda mengalami tinnitus. Tinnitus terjadi saat Anda mendengar bunyi-bunyi di telinga Anda, seperti bunyi menderu keras, ketukan, gumaman, sampai berdengung. Suara ini bisa terdengar terputus-putus atau terus-menerus.
Biasanya tinnitus terjadi karena kerusakan pada ujung-ujung mikroskopik saraf pendengaran di telinga bagian dalam. Salah satu penyebab kerusakan ini adalah karena paparan suara yang sangat keras dalam waktu lama. Biasanya kerusakan saraf pendengaran dan tinnitus sering terjadi bersamaan seiring dengan usia Anda yang makin menua. Untuk mencegah masalah telinga ini, disarankan agar Anda selalu menjaga kesehatan telinga, termasuk menjaga telinga dari paparan suara keras.
3. Swimmer's ear (telinga perenang)
Telinga perenang yang juga dikenal sebagai otitis eksterna adalah infeksi pada telinga luar yang disebabkan oleh adanya air yang terjebak dalam saluran telinga sehingga bakteri terperangkap di sana. Air dalam saluran telinga membuat lingkungan telinga menjadi lembab, di mana bakteri dapat berkembang biak. Dalam kondisi yang parah, lapisan kulit dalam telinga bisa membengkak, menyebabkan iritasi dan juga infeksi. Selain biasanya terjadi pada para perenang, otitis eksterna juga bisa terjadi karena air yang masuk ke telinga saat mandi.
4. Penumpukan kotoran telinga
Kotoran telinga (earwax) atau juga biasa dikenal dengan serumen adalah komponen yang secara alami dihasilkan oleh kelenjar khusus di bagian luar telinga. Earwax ini dihasilkan telinga dengan tujuan untuk menjebak partikel debu atau partikel kecil lainnya yang masuk ke telinga agar tidak masuk lebih dalam lagi sampai ke gendang telinga.
Normalnya, earwax ini akan menumpuk, mengering, dan keluar dari telinga dengan sendirinya. Namun, earwax yang banyak menumpuk dalam saluran telinga dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Salah membersihkan saluran telinga bisa menjadi salah satu penyebab hal ini terjadi. Kebiasaan membersihkan telinga menggunakan cotton bud atau benda kecil lainnya justru dapat mendorong kotoran telinga lebih dalam lagi masuk ke telinga. Sehingga akan terjadi penumpukan kotoran telinga dan menyebabkan gangguan pendengaran.
Kapan telinga harus diperiksakan ke dokter?
Pemeriksaan dini sangat penting dilakukan agar masalah tidak bertambah parah. Untuk itu, Anda harus segera memeriksakan telinga Anda ke dokter, bila Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini:
Jika gejala tidak membaik setelah melakukan perawatan rumahan, konsultasikan kepada dokter Anda.
Peralatan pembersih kotoran telinga yang tersedia di toko juga efektif untuk menghilangkan impaksi serumen.
Diskusikan dengan dokter tentang cara memilih dan menggunakan cara mengatasi kotoran telinga yang tepat untuk kondisi Anda.
Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.
Earwax Buildup & Blockage (Cerumen Impaction): Symptoms & Treatment. (2020). Retrieved 8 October 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14428-ear-wax-buildup–blockage
Earwax blockage – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 8 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/earwax-blockage/symptoms-causes/syc-20353004
McCarter, D., Courtney, A., & Pollart, S. (2007). Cerumen Impaction. American Family Physician, 75(10), 1523-1528. Retrieved from https://www.aafp.org/afp/2007/0515/p1523.html
Sevy, J., & Singh, A. (2020). Cerumen Impaction. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK448155/
Artikel Selanjutnya

Telinga merupakan salah satu panca indera manusia yang berfungsi untuk mendengar. Karena itu, kesehatan telinga sangat penting untuk dijaga. Tapi tak jarang, kesehatan telinga luput dari perhatian Anda. Jika kesehatan telinga tidak dijaga, baik dalam segi kebersihan maupun dalam mendengar suara, maka salah satu masalah telinga di bawah ini bisa saja terjadi pada Anda. Berikut masalah telinga yang umum terjadi.
Beberapa masalah telinga yang paling umum
Beberapa kondisi medis di bawah ini dapat memengaruhi kesehatan pendengaran Anda. Kemampuan mendengar Anda bisa saja menurun sampai hilang atau tuli karena masalah telinga ini.
1. Otitis media
Otitis media adalah infeksi atau radang telinga bagian tengah yang dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Masalah telinga ini dapat terjadi saat mukosa (bagian pernapasan atas yang mengeluarkan lendir) menjadi bengkak karena pilek, infeksi pernapasan, atau alergi. Pada akhirnya, tabung Eustachia akan tersumbat oleh penumpukan cairan.
Orang dewasa mempunyai ukuran tabung Eustachia yang lebih besar dibandingkan anak-anak sehingga lebih jarang mengalami infeksi telinga ini. Anak-anak lebih mungkin terserang infeksi ini pada satu atau kedua telinganya.
Jika infeksi telinga tidak segera diobati, infeksi ini dapat berkembang menjadi lebih serius. Otitis media dapat menyebabkan infeksi pada tulang mastoid belakang telinga, gendang telinga pecah, dan bisa mengakibatkan gangguan pendengaran permanen.
2. Tinnitus
Apakah Anda suka mendengar denging di telinga? Waspada, mungkin Anda mengalami tinnitus. Tinnitus terjadi saat Anda mendengar bunyi-bunyi di telinga Anda, seperti bunyi menderu keras, ketukan, gumaman, sampai berdengung. Suara ini bisa terdengar terputus-putus atau terus-menerus.
Biasanya tinnitus terjadi karena kerusakan pada ujung-ujung mikroskopik saraf pendengaran di telinga bagian dalam. Salah satu penyebab kerusakan ini adalah karena paparan suara yang sangat keras dalam waktu lama. Biasanya kerusakan saraf pendengaran dan tinnitus sering terjadi bersamaan seiring dengan usia Anda yang makin menua. Untuk mencegah masalah telinga ini, disarankan agar Anda selalu menjaga kesehatan telinga, termasuk menjaga telinga dari paparan suara keras.
3. Swimmer's ear (telinga perenang)
Telinga perenang yang juga dikenal sebagai otitis eksterna adalah infeksi pada telinga luar yang disebabkan oleh adanya air yang terjebak dalam saluran telinga sehingga bakteri terperangkap di sana. Air dalam saluran telinga membuat lingkungan telinga menjadi lembab, di mana bakteri dapat berkembang biak. Dalam kondisi yang parah, lapisan kulit dalam telinga bisa membengkak, menyebabkan iritasi dan juga infeksi. Selain biasanya terjadi pada para perenang, otitis eksterna juga bisa terjadi karena air yang masuk ke telinga saat mandi.
4. Penumpukan kotoran telinga
Kotoran telinga (earwax) atau juga biasa dikenal dengan serumen adalah komponen yang secara alami dihasilkan oleh kelenjar khusus di bagian luar telinga. Earwax ini dihasilkan telinga dengan tujuan untuk menjebak partikel debu atau partikel kecil lainnya yang masuk ke telinga agar tidak masuk lebih dalam lagi sampai ke gendang telinga.
Normalnya, earwax ini akan menumpuk, mengering, dan keluar dari telinga dengan sendirinya. Namun, earwax yang banyak menumpuk dalam saluran telinga dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Salah membersihkan saluran telinga bisa menjadi salah satu penyebab hal ini terjadi. Kebiasaan membersihkan telinga menggunakan cotton bud atau benda kecil lainnya justru dapat mendorong kotoran telinga lebih dalam lagi masuk ke telinga. Sehingga akan terjadi penumpukan kotoran telinga dan menyebabkan gangguan pendengaran.
Kapan telinga harus diperiksakan ke dokter?
Pemeriksaan dini sangat penting dilakukan agar masalah tidak bertambah parah. Untuk itu, Anda harus segera memeriksakan telinga Anda ke dokter, bila Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini:
- Telinga terasa sakit
- Telinga berdenging
- Pusing
- Telinga mengeluarkan nanah atau darah
- Demam dan merasa lemas
- Pernah mengalami trauma pada leher dan kepala sebelum merasa sakit telinga
- Pendengaran terganggu atau memburuk secara bertahap
- Ada benda asing di telinga
- Sudah menggunakan obat telinga tapi gejala belum membaik atau malah terasa gatal
Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.
American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery. Better Ear Health. [online] Available at: http://www.entnet.org/content/better-ear-health [Accessed 7 Mar. 2017].
(2010). A Look at Your Ears, Nose, and Throat. [online] EverydayHealth.com. Available at: http://www.everydayhealth.com/ears-nose-throat-pictures/common-ears-nose-throat-complaints.aspx#03 [Accessed 7 Mar. 2017].
(2011). Ear problems – myDr.com.au. [online] Available at: http://www.mydr.com.au/hearing-health/ear-problems [Accessed 7 Mar. 2017].
[Category Opsi Informasi, Kesehatan]
[Tags Featured]
American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery. Better Ear Health. [online] Available at: http://www.entnet.org/content/better-ear-health [Accessed 7 Mar. 2017].
(2010). A Look at Your Ears, Nose, and Throat. [online] EverydayHealth.com. Available at: http://www.everydayhealth.com/ears-nose-throat-pictures/common-ears-nose-throat-complaints.aspx#03 [Accessed 7 Mar. 2017].
(2011). Ear problems – myDr.com.au. [online] Available at: http://www.mydr.com.au/hearing-health/ear-problems [Accessed 7 Mar. 2017].
[Category Opsi Informasi, Kesehatan]
[Tags Featured]