Waspada, 5 Makanan Ini Bisa Picu Kanker Paru-paru - idntimes
7 min read
Waspada, 5 Makanan Ini Bisa Picu Kanker Paru-paru
Bisa menyebabkan banyak masalah paru-paru
unsplash.com/Jez Timms | pexels.com/Buenosia Carol
13 Apr 21 | 14:06

Share artikel ke Instagram
Story kamu melalui IDN App!
Download Sekarang!
Polutan atau racun yang kita hirup meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru. Namun lewat sejumlah penelitian menunjukkan, makanan juga dapat berperan memicu penyakit tersebutu.
Tidak seperti asap rokok yang harus dihindari, tapi kamu tidak perlu sepenuhnya menghilangkan semua makanan ini dari diet. Berikut sejumlah makanan yang patut diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru.
1. Lemak jenuh
unsplash.com/Jez Timms
Studi di Journal of Clinical Oncology menyebut kaitan antara asupan lemak jenuh dengan peningkatan risiko kanker paru-paru pada perokok.
Peneliti menemukan fakta jika individu yang makan lemak jenuh, paling banyak memiliki risiko terkena kanker paru-paru. Sedangkan individu yang makan lemak tak jenuh ganda paling banyak memiliki risiko kanker paru-paru yang lebih rendah.
Sebenarnya belum jelas mekanisme dari hal tersebut. Namun, hal ini mungkin terjadi karena perokok dan mantan perokok dapat memperoleh manfaat dari peningkatan kualitas lemak makanan. Lemak jenuh banyak terdapat pada daging olahan, kulit ayam, mentega, dan minyak.
Baca Juga: Ternyata Kunyit Punya 10 Manfaat Bagi Tubuh, Cari Tahu Yuk!
2. Karbohidrat olahan
pexels.com/Buenosia Carol
Kandungan gula dalam karbohidrat juga dapat meningkatkan kadar gula darah dan memicu perubahan hormonal hingga peradangan kronis. Dari waktu ke waktu, peradangan kronis dalam bentuk apa pun dapat meningkatkan risiko kanker.
Sebuah penelitian di Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention menunjukkan, individu yang menyantap makanan tinggi gula berisiko terkena kanker paru-paru cukup tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak.
Namun tidak semua karbohidrat buruk. Caranya, pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti roti gandum, beras merah, buah-buahan, dan sayuran. Makanan yang mengandung serat dapat membantu menurunkan kolesterol.
Baca Juga: 10 Makanan Pengganti Nasi untuk Sarapan, Lebih Sehat dan Awet Kenyang
3. Daging panggang
pexels.com/Kaboompics.com
Daging panggang dan bakar sebenarnya lebih dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker pankreas dan kanker payudara daripada kanker paru-paru. Namun, proses pemanggangan menghasilkan karsinogen yang dilepaskan saat lemak daging dibakar. Aktivitas memanggang dapat melepaskan hidrokarbon polisiklik dan itu bisa masuk ke dalam daging dan menyebabkan kanker.
Untuk menurunkan risiko tersebut, menurut ahli dari Kansas State University,menambahkan ramuan rosemary ke hamburger mengurangi kadar karsinogen sebesar 30 hingga 100 persen.
4. Arsenik
unsplash.com/Pierre Bamin
Arsenik merupakan unsur alami di air minum, nasi, jus apel, makanan laut, dan unggas. Sebuah studi yang di American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine mengamati populasi di Bangladesh dengan arsenik kadar air minum sangat tinggi.
Peneliti mengevaluasi 950 orang Bangladesh, dan menemukan fakta jika mereka yang terpapar arsenik di tingkat sedang mengalami gangguan fungsi paru-paru. Kerusakannya setara dengan orang yang merokok dalam beberapa dekade.
Meskipun demikian, minum air atau menyantap makanan dengan kadar arsenik yang sangat rendah boleh-boleh saja. Terdapat ambang batas yang harus dilewati untuk memiliki risiko kanker paru-paru dan paparan pasif kemungkinan tidak meningkatkan risiko kanker paru-paru secara signifikan.
5. Suplemen beta-karotena
unsplash.com/Laurynas Mereckas
Sebuah studi dalam American Journal of Epidemiology mengaitkan beta-karotena, pigmen jingga yang secara alami ditemukan dalam wortel, labu, bayam, dan sayuran berwarna lainnya, dengan peningkatan risiko kanker paru-paru pada perokok. Penting untuk diketahui bahwa penelitian ini melihat secara eksklusif pada suplemen beta-karotena, bukan beta-karotena yang muncul secara alami.
Meskipun begitu, ahli tidak menyarankan untuk menghindari makanan yang mengandung beta-karotena karena pigmen ini tidak membahayakan kesehatan. Hanya saja, kamu mungkin tidak perlu melengkapi beta-karotena dengan suplemen, terlebih jika sudah cukup makan makanan yang mengandung beta-karotena.
Itulah beberapa jenis makanan yang dapat memicu kanker paru-paru. Pada dasarnya, tiap makanan di atas aman dikonsumsi dengan tahap dan kapasitas wajar.
Baca Juga: Selain Sehat, 5 Makanan Ini juga Berdampak Baik bagi Lingkungan
Artikel ini pertama kali ditulis oleh Eka ami di IDN Times Community dengan judul 5 Makanan yang Bisa Memicu Kanker Paru-paru, Sebaiknya Dibatasi!
[Category Opsi Informasi, Kesehatan]
[Tags Featured,Tips & Trik]
Bisa menyebabkan banyak masalah paru-paru
unsplash.com/Jez Timms | pexels.com/Buenosia Carol13 Apr 21 | 14:06

Share artikel ke Instagram
Story kamu melalui IDN App!
Download Sekarang!
Polutan atau racun yang kita hirup meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru. Namun lewat sejumlah penelitian menunjukkan, makanan juga dapat berperan memicu penyakit tersebutu.
Tidak seperti asap rokok yang harus dihindari, tapi kamu tidak perlu sepenuhnya menghilangkan semua makanan ini dari diet. Berikut sejumlah makanan yang patut diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru.
1. Lemak jenuh
unsplash.com/Jez TimmsStudi di Journal of Clinical Oncology menyebut kaitan antara asupan lemak jenuh dengan peningkatan risiko kanker paru-paru pada perokok.
Peneliti menemukan fakta jika individu yang makan lemak jenuh, paling banyak memiliki risiko terkena kanker paru-paru. Sedangkan individu yang makan lemak tak jenuh ganda paling banyak memiliki risiko kanker paru-paru yang lebih rendah.
Sebenarnya belum jelas mekanisme dari hal tersebut. Namun, hal ini mungkin terjadi karena perokok dan mantan perokok dapat memperoleh manfaat dari peningkatan kualitas lemak makanan. Lemak jenuh banyak terdapat pada daging olahan, kulit ayam, mentega, dan minyak.
Baca Juga: Ternyata Kunyit Punya 10 Manfaat Bagi Tubuh, Cari Tahu Yuk!
2. Karbohidrat olahan
pexels.com/Buenosia CarolKandungan gula dalam karbohidrat juga dapat meningkatkan kadar gula darah dan memicu perubahan hormonal hingga peradangan kronis. Dari waktu ke waktu, peradangan kronis dalam bentuk apa pun dapat meningkatkan risiko kanker.
Sebuah penelitian di Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention menunjukkan, individu yang menyantap makanan tinggi gula berisiko terkena kanker paru-paru cukup tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak.
Namun tidak semua karbohidrat buruk. Caranya, pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti roti gandum, beras merah, buah-buahan, dan sayuran. Makanan yang mengandung serat dapat membantu menurunkan kolesterol.
Baca Juga: 10 Makanan Pengganti Nasi untuk Sarapan, Lebih Sehat dan Awet Kenyang
3. Daging panggang
pexels.com/Kaboompics.comDaging panggang dan bakar sebenarnya lebih dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker pankreas dan kanker payudara daripada kanker paru-paru. Namun, proses pemanggangan menghasilkan karsinogen yang dilepaskan saat lemak daging dibakar. Aktivitas memanggang dapat melepaskan hidrokarbon polisiklik dan itu bisa masuk ke dalam daging dan menyebabkan kanker.
Untuk menurunkan risiko tersebut, menurut ahli dari Kansas State University,menambahkan ramuan rosemary ke hamburger mengurangi kadar karsinogen sebesar 30 hingga 100 persen.
4. Arsenik
unsplash.com/Pierre BaminArsenik merupakan unsur alami di air minum, nasi, jus apel, makanan laut, dan unggas. Sebuah studi yang di American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine mengamati populasi di Bangladesh dengan arsenik kadar air minum sangat tinggi.
Peneliti mengevaluasi 950 orang Bangladesh, dan menemukan fakta jika mereka yang terpapar arsenik di tingkat sedang mengalami gangguan fungsi paru-paru. Kerusakannya setara dengan orang yang merokok dalam beberapa dekade.
Meskipun demikian, minum air atau menyantap makanan dengan kadar arsenik yang sangat rendah boleh-boleh saja. Terdapat ambang batas yang harus dilewati untuk memiliki risiko kanker paru-paru dan paparan pasif kemungkinan tidak meningkatkan risiko kanker paru-paru secara signifikan.
5. Suplemen beta-karotena
unsplash.com/Laurynas MereckasSebuah studi dalam American Journal of Epidemiology mengaitkan beta-karotena, pigmen jingga yang secara alami ditemukan dalam wortel, labu, bayam, dan sayuran berwarna lainnya, dengan peningkatan risiko kanker paru-paru pada perokok. Penting untuk diketahui bahwa penelitian ini melihat secara eksklusif pada suplemen beta-karotena, bukan beta-karotena yang muncul secara alami.
Meskipun begitu, ahli tidak menyarankan untuk menghindari makanan yang mengandung beta-karotena karena pigmen ini tidak membahayakan kesehatan. Hanya saja, kamu mungkin tidak perlu melengkapi beta-karotena dengan suplemen, terlebih jika sudah cukup makan makanan yang mengandung beta-karotena.
Itulah beberapa jenis makanan yang dapat memicu kanker paru-paru. Pada dasarnya, tiap makanan di atas aman dikonsumsi dengan tahap dan kapasitas wajar.
Baca Juga: Selain Sehat, 5 Makanan Ini juga Berdampak Baik bagi Lingkungan
Artikel ini pertama kali ditulis oleh Eka ami di IDN Times Community dengan judul 5 Makanan yang Bisa Memicu Kanker Paru-paru, Sebaiknya Dibatasi!
[Category Opsi Informasi, Kesehatan]
[Tags Featured,Tips & Trik]