Berkat Tinju, Posisi Indonesia sebagai Raja Asia Tenggara di Olimpiade Tokyo Tergeser oleh Filipina - Kompasiana
5 min read
Berkat Tinju, Posisi Indonesia sebagai Raja Asia Tenggara di Olimpiade Tokyo Tergeser oleh Filipina
7 Agustus 2021 09:04 Diperbarui: 7 Agustus 2021 09:04
18 3 3
Petinju Filipina Marco Paalam (hk.asiatatler.com)
Dalam persaingan di segala bidang kehidupan selalu saja ada yang dinamakan dengan menang atau kalah.
Dalam sejarahnya, Malaysia selalu berada dibawah posisi indonesia di klasemen akhir Olimpiade.
Di Olimpiade Tokyo 2020 ini Indonesia mengumpulkan 5 medali. Masing-masing 1 medali emas, 1 perak, dan 3 perunggu.
Emas disumbangkan dari dari ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu, perak dari Eko Yuli Irawan kelas 61 kg Angkat Besi, sedangkan perunggu dari tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dan Rahmat Erwin Abdullah (73 kg Angkat Besi putra), dan Windy Cantika Aisah (49 kg Angkat Besi putri).
Sedangkan Malaysia dengan 30 atletnya hanya mendapatkan 1 medali perunggu dari ganda putra bulutangkis.
Negara ASEAN lainnya, Thailand, hanya mendapatkan satu emas dari cabang olahraga Taekwondo putri.
Vietnam bahkan lebih parah lagi. Mereka tidak mendapatkan satu medali pun.
Yang membuat kejutan adalah Filipina. Mereka mendapatkan emas dari Angkat Besi putri. Dan mengancam posisi Indonesia, karena mereka mendapatkan satu petinju nya di final yang akan digelar Sabtu (7/8/2021). Saat ini mereka mengumpulkan 1 emas, 1 perak dan 1 perunggu.
Filipina dipastikan menggeser posisi Indonesia sebagai "Raja Asia Tenggara" karena mereka mengirim satu petinju nya ke final. Dari 11 negara Asia Tenggara sebelumnya posisi Indonesia paling baik.
Tapi kini dipastikan posisi Indonesia tergeser menjadi kedua. Petinju Filipina Carlo Paalam dipastikan memperoleh medali perak karena melaju ke final setelah mengalahkan petinju Jepang Ryomei Tanaka dengan 5-0 di semifinal, Kamis (5/8/2021) pagi WIB.
Jika Paalam menang melawan petinju Inggris Galai Yafai di final pada Sabtu (7/8/2021) maka Filipina akan menambah medali emasnya menjadi 2.
Jika pun Paalam (kelas terbang 42-52 kg) kalah, Filipina menambah medali peraknya menjadi 2. Jadi sudah pasti Filipina menjadi "Raja Asia Tenggara"?
Di Olimpiade Tokyo 2020 ini Indonesia lebih baik dari Thailand. Sedangkan di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 Indonesia dengan 1 emas dan 2 perak kalah dari Negeri Gajah Perang itu. Thailand merebut 2 emas, 2 perak, dan 2 perunggu.
Sedangkan Malaysia memperoleh 4 perak.
Sejak Olimpiade Sydney 2000, Malaysia memang selalu kalah dari Indonesia dalam pengumpulan medali.
Di Sidney 2000 Malaysia tidak memperoleh 1 medali pun, sedangkan Indonesia mendapatkan 1 emas, 1 perak, dan 2 perunggu.
Di edisi selanjutnya, Olimpiade Athena 2004, lagi-lagi Negeri Jiran itu tidak membawa pulang satu medali pun. Sedangkan Indonesia mengantongi 1 emas, 1 perak, dan 2 perunggu.
Di Olimpiade Beijing 2008, Malaysia hanya kebagian 1 perunggu, sedangkan Indonesia 1 emas, 1 perak dan 4 perunggu.
Empat tahun berikutnya di Olimpiade London 2012, Malaysia cuma mendapatkan 1 perak dan 1 perunggu. Sedangkan Indonesia mengantongi 2 perak dan 1 perunggu.
Malaysia belum pernah sekalipun mendapatkan medali emas di Olimpiade.
Jika menang di final, maka Filipina akan mengukir sejarah kedua di Olimpiade. Mereka baru saja mendapatkan medali emas pertamanya di Olimpiade dari cabor Angkat Besi nomor 55 kg dari lifternya Hidilyn Diaz.
Filipina memang "rajanya" jagoan tinju. Mereka punya Manny Pacquiao, mantan juara dunia delapan divisi.
Tinju memang menjadi andalan negeri Ferdinand Marcos itu di berbagai kompetisi. Di Olimpiade mereka sudah mengoleksi 3 perak dan 4 perunggu, kendati pun belum pernah membawa emas.
Jumlah itu sudah termasuk dari Olimpiade Tokyo 2020 yaitu perak dari kelas 54-57 kg putri Nesthy Petecio dan perunggu di kelas 69-75 kg putra Eumir Marcial.
Petinju berusia 23 tahun Carlo Paalam sangat berpotensi meraih medali emas kedua di Tokyo 2020. Di SEA Games 2019 di rumah sendiri, Paalam meraih medali emas. Dan di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang dia meraih perunggu.
Negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Timor Leste, Brunei Darussalam, Laos, Kamboja, dan Myanmar, tak satu pun meraih medali di Olimpiade Tokyo 2020.
HALAMAN :
[Category Opsi Informasi, Olahraga]
[Tags Featured, Filipina, Olimpiade Tokyo, Olimpiade 2020]
7 Agustus 2021 09:04 Diperbarui: 7 Agustus 2021 09:04
18 3 3
Petinju Filipina Marco Paalam (hk.asiatatler.com)Dalam persaingan di segala bidang kehidupan selalu saja ada yang dinamakan dengan menang atau kalah.
Dalam sejarahnya, Malaysia selalu berada dibawah posisi indonesia di klasemen akhir Olimpiade.
Di Olimpiade Tokyo 2020 ini Indonesia mengumpulkan 5 medali. Masing-masing 1 medali emas, 1 perak, dan 3 perunggu.
Emas disumbangkan dari dari ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu, perak dari Eko Yuli Irawan kelas 61 kg Angkat Besi, sedangkan perunggu dari tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dan Rahmat Erwin Abdullah (73 kg Angkat Besi putra), dan Windy Cantika Aisah (49 kg Angkat Besi putri).
Sedangkan Malaysia dengan 30 atletnya hanya mendapatkan 1 medali perunggu dari ganda putra bulutangkis.
Negara ASEAN lainnya, Thailand, hanya mendapatkan satu emas dari cabang olahraga Taekwondo putri.
Vietnam bahkan lebih parah lagi. Mereka tidak mendapatkan satu medali pun.
Yang membuat kejutan adalah Filipina. Mereka mendapatkan emas dari Angkat Besi putri. Dan mengancam posisi Indonesia, karena mereka mendapatkan satu petinju nya di final yang akan digelar Sabtu (7/8/2021). Saat ini mereka mengumpulkan 1 emas, 1 perak dan 1 perunggu.
Filipina dipastikan menggeser posisi Indonesia sebagai "Raja Asia Tenggara" karena mereka mengirim satu petinju nya ke final. Dari 11 negara Asia Tenggara sebelumnya posisi Indonesia paling baik.
Tapi kini dipastikan posisi Indonesia tergeser menjadi kedua. Petinju Filipina Carlo Paalam dipastikan memperoleh medali perak karena melaju ke final setelah mengalahkan petinju Jepang Ryomei Tanaka dengan 5-0 di semifinal, Kamis (5/8/2021) pagi WIB.
Jika Paalam menang melawan petinju Inggris Galai Yafai di final pada Sabtu (7/8/2021) maka Filipina akan menambah medali emasnya menjadi 2.
Jika pun Paalam (kelas terbang 42-52 kg) kalah, Filipina menambah medali peraknya menjadi 2. Jadi sudah pasti Filipina menjadi "Raja Asia Tenggara"?
Di Olimpiade Tokyo 2020 ini Indonesia lebih baik dari Thailand. Sedangkan di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 Indonesia dengan 1 emas dan 2 perak kalah dari Negeri Gajah Perang itu. Thailand merebut 2 emas, 2 perak, dan 2 perunggu.
Sedangkan Malaysia memperoleh 4 perak.
Sejak Olimpiade Sydney 2000, Malaysia memang selalu kalah dari Indonesia dalam pengumpulan medali.
Di Sidney 2000 Malaysia tidak memperoleh 1 medali pun, sedangkan Indonesia mendapatkan 1 emas, 1 perak, dan 2 perunggu.
Di edisi selanjutnya, Olimpiade Athena 2004, lagi-lagi Negeri Jiran itu tidak membawa pulang satu medali pun. Sedangkan Indonesia mengantongi 1 emas, 1 perak, dan 2 perunggu.
Di Olimpiade Beijing 2008, Malaysia hanya kebagian 1 perunggu, sedangkan Indonesia 1 emas, 1 perak dan 4 perunggu.
Empat tahun berikutnya di Olimpiade London 2012, Malaysia cuma mendapatkan 1 perak dan 1 perunggu. Sedangkan Indonesia mengantongi 2 perak dan 1 perunggu.
Malaysia belum pernah sekalipun mendapatkan medali emas di Olimpiade.
Jika menang di final, maka Filipina akan mengukir sejarah kedua di Olimpiade. Mereka baru saja mendapatkan medali emas pertamanya di Olimpiade dari cabor Angkat Besi nomor 55 kg dari lifternya Hidilyn Diaz.
Filipina memang "rajanya" jagoan tinju. Mereka punya Manny Pacquiao, mantan juara dunia delapan divisi.
Tinju memang menjadi andalan negeri Ferdinand Marcos itu di berbagai kompetisi. Di Olimpiade mereka sudah mengoleksi 3 perak dan 4 perunggu, kendati pun belum pernah membawa emas.
Jumlah itu sudah termasuk dari Olimpiade Tokyo 2020 yaitu perak dari kelas 54-57 kg putri Nesthy Petecio dan perunggu di kelas 69-75 kg putra Eumir Marcial.
Petinju berusia 23 tahun Carlo Paalam sangat berpotensi meraih medali emas kedua di Tokyo 2020. Di SEA Games 2019 di rumah sendiri, Paalam meraih medali emas. Dan di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang dia meraih perunggu.
Negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Timor Leste, Brunei Darussalam, Laos, Kamboja, dan Myanmar, tak satu pun meraih medali di Olimpiade Tokyo 2020.
HALAMAN :
[Category Opsi Informasi, Olahraga]
[Tags Featured, Filipina, Olimpiade Tokyo, Olimpiade 2020]