Kisah Pelari 78 Tahun Sampai Finish di Tengah Bom Boston By Liputan6.
Kisah Pelari 78 Tahun Sampai Finish di Tengah Bom Boston
PerbesarAjang Boston Marathon 2013 tak akan terlupakan dalam sejarah. Hanya beberapa meter dari garis finish, dua bom meledak. Sebanyak 3 orang tewas, puluhan lainnya terluka. Amerika kembali dicekam teror.
Di tengah tragedi berdarah itu ada seseorang yang akan selalu diingat. Dia adalah Bill Iffrig, pelari berusia 78 tahun.
Dalam rekaman detik-detik ledakan bom di akhir ajang Boston Marathon, kakek ini terjatuh saat dampak ledakan menerjang tubuhnya yang tak lagi muda.
Namun, pensiunan asal area Lake Stevens, di pinggiran Washington itu menunjukkan kekuatan tekadnya. Seperti dilaporkan Washington Herald, Sang Kakek kembali berdiri dengan bantuan petugas, lalu berjalan melewati garis finish.
Setelah melewati garis finish ia berjalan sejauh hampir 1 kilometer ke hotelnya.
Ada alasan mengapa dia bersikukuh melewati garis finish? "Setelah Anda berlari 26 mil (41,8 km), tak mungkin Anda berhenti begitu saja," kata Kakek Iffrig kepada Heraldnet.com, seperti dilansir News.com.au, Selasa (16/4/2013).
Dia juga mengaku melihat apa yang ia yakini sebagai wadah bom, yang ia deskripsikan mirip kaleng kopi.
Dalam dunia lari, kakek Iffrig bukan orang sembarangan. Ia kerap ikut lomba marathon di tahun 1970-an, dan meski usia sudah paro baya, ia cukup kuat untuk mendaki gunung.
Bill Iffrig juga kerap memenangi kejuaraan lari, dan menjadi finalis Washington Herald's Man of the Year in Sports tahun 2009. Luar biasa! (Ein)
[Category Opsi Informasi, Olahraga]
[Tags Olimpiade Tokyo, Olimpiade 2020, Featured, Marathon]