Siswi Jepang Penggal Kepala Teman untuk Belajar Bedah - BeritaSatu
3 min read
Siswi Jepang Penggal Kepala Teman untuk Belajar Bedah
Rabu, 30 Juli 2014 | 01:28 WIB
Oleh: Heru Andriyanto / HA
Ilustrasi penikaman. (Foto: Freedigitalphotos/ Simon Howden)
Tokyo – Seorang gadis remaja Jepang ditangkap dengan dugaan membunuh rekannya yang berumur 15 tahun, setelah polisi menemukan jenasah tanpa kepala di rumah tersangka.
Remaja murid sekolah yang baru berumur 16 tahun itu mengaku telah memenggal kepala teman sekelasnya, kata polisi. Berita lain menyebutkan dia mengaku ke penyidik "ingin membedah" seseorang.
Tersangka, yang tidak disebutkan namanya karena masih di bawah umur menurut hukum di Jepang, ditangkap hari Minggu (27/7) lalu dengan bukti jenasah yang ditemukan di atas tempat tidur.
Dia mengaku telah menjerat leher korban sebelum memotong kepala dan tangan kirinya "menggunakan alat dan sesuatu semacam kabel", kata seorang penyidik.
"Korban ditemukan dengan kepala terpenggal, dan lengan kiri buntung," tambah petugas itu. Perbuatan mengerikan itu diperkirakan terjadi pada Sabtu (26/7) malam.
Tersangka dan korban sama-sama menuntut ilmu di sebuah SMU di Sasebo, barat daya Jepang.
Polisi menemukan alat bukti seperti palu dan gergaji di apartemen tersangka.
Tersangka hidup sendiri di apartemennya setelah ibu dia meninggal akibat kanker tahun lalu, namun ayah dan ibu tirinya tinggal di kota yang sama.
"Saya ingin membunuh seseorang. Saya membeli alatnya sendiri," kata gadis itu kepada penyidik, seperti dikutip media setempat.
Menurut berita-berita lokal, kondisi korban selain terpenggal juga ditemukan dalam keadaan perut terbuka.
Petugas polisi yang diwawancarai menolak untuk mengkonfirmasi berita-berita itu.
"Kami sedang menyelidiki motif pidana ini dan kami tidak akan mengungkap informasi lain," ujarnya.
Tindak kekerasan termasuk jarang terjadi di Jepang, namun beberapa kasus yang melibatkan anak muda telah mengundang keprihatinan masyarakat.
Kota Sasebo pernah menjadi pemberitaan pada 2004 ketika seorang siswi sekolah dasar menusuk temannya hingga tewas.
Pada 2008, seorang pria mengamuk dengan pisau di sebuah jalan pertokoan dan membunuh tujuh orang dan melukai selusin korban lainnya. Tujuh tahun sebelumnya, seorang petugas kebersihan bersenjatakan pisau membunuh delapan siswa sekolah dasar dalam peristiwa yang mengguncang seluruh Jepang.
Pada 1997, seorang remaja umur 14 tahun ditangkap karena membunuh dua anak dan menaruh kepala salah satu korban di gerbang sekolah.
Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini
Sumber: AFP
Rabu, 30 Juli 2014 | 01:28 WIB
Oleh: Heru Andriyanto / HA
Ilustrasi penikaman. (Foto: Freedigitalphotos/ Simon Howden)Tokyo – Seorang gadis remaja Jepang ditangkap dengan dugaan membunuh rekannya yang berumur 15 tahun, setelah polisi menemukan jenasah tanpa kepala di rumah tersangka.
Remaja murid sekolah yang baru berumur 16 tahun itu mengaku telah memenggal kepala teman sekelasnya, kata polisi. Berita lain menyebutkan dia mengaku ke penyidik "ingin membedah" seseorang.
Tersangka, yang tidak disebutkan namanya karena masih di bawah umur menurut hukum di Jepang, ditangkap hari Minggu (27/7) lalu dengan bukti jenasah yang ditemukan di atas tempat tidur.
Dia mengaku telah menjerat leher korban sebelum memotong kepala dan tangan kirinya "menggunakan alat dan sesuatu semacam kabel", kata seorang penyidik.
"Korban ditemukan dengan kepala terpenggal, dan lengan kiri buntung," tambah petugas itu. Perbuatan mengerikan itu diperkirakan terjadi pada Sabtu (26/7) malam.
Tersangka dan korban sama-sama menuntut ilmu di sebuah SMU di Sasebo, barat daya Jepang.
Polisi menemukan alat bukti seperti palu dan gergaji di apartemen tersangka.
Tersangka hidup sendiri di apartemennya setelah ibu dia meninggal akibat kanker tahun lalu, namun ayah dan ibu tirinya tinggal di kota yang sama.
"Saya ingin membunuh seseorang. Saya membeli alatnya sendiri," kata gadis itu kepada penyidik, seperti dikutip media setempat.
Menurut berita-berita lokal, kondisi korban selain terpenggal juga ditemukan dalam keadaan perut terbuka.
Petugas polisi yang diwawancarai menolak untuk mengkonfirmasi berita-berita itu.
"Kami sedang menyelidiki motif pidana ini dan kami tidak akan mengungkap informasi lain," ujarnya.
Tindak kekerasan termasuk jarang terjadi di Jepang, namun beberapa kasus yang melibatkan anak muda telah mengundang keprihatinan masyarakat.
Kota Sasebo pernah menjadi pemberitaan pada 2004 ketika seorang siswi sekolah dasar menusuk temannya hingga tewas.
Pada 2008, seorang pria mengamuk dengan pisau di sebuah jalan pertokoan dan membunuh tujuh orang dan melukai selusin korban lainnya. Tujuh tahun sebelumnya, seorang petugas kebersihan bersenjatakan pisau membunuh delapan siswa sekolah dasar dalam peristiwa yang mengguncang seluruh Jepang.
Pada 1997, seorang remaja umur 14 tahun ditangkap karena membunuh dua anak dan menaruh kepala salah satu korban di gerbang sekolah.
Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini
Sumber: AFP