0
News
    Home Featured Taliban

    Video Anggota Taliban Penggal Tentara Afghanistan Tersebar, Tapi Belum Ada yang Memastikan - Kompas dunia

    3 min read

     

    Video Anggota Taliban Penggal Tentara Afghanistan Tersebar, Tapi Belum Ada yang Memastikan

    Kompas dunia | 12 September 2021 | 16:57 WIB
    video-anggota-taliban-penggal-tentara-afghanistan-tersebar-tapi-belum-ada-yang-memastikan
    Video pemenggalan yang dilakukan anggota Taliban tersebar, setelah sebelumnya dibagikan di grup obrolan pribadi mereka. (Sumber: Daily Star)

    KABUL, KOMPAS.TV - Video pemenggalan yang dilakukan anggota Taliban terhadap sosok yang diduga tentara Afghanistan tersebar.

    Sebelumnya video pemenggalan tersebut dilaporkan beredar di grup obrolan pribadi anggota Taliban.

    Setelah melakukan pemenggalan tersebut, Taliban pun merayakannya dengan seruan-seruan.

    Dikutip dari Daily Starvideo berdurasi 30 menit tersebut berhasil didapatkan oleh Washington Examiner.

    Terlihat para anggota Taliban memamerkan kepala sang tentara sambil berteriak “Mujahideen”.

    Satu orang terlihat memegang dua pisau penuh darah, dan enam orang lainnya membawa senapan.

    Setelahnya kelompok tersebut meneriakkan pujian terhadap Pemimpin Taliban, Hibatullah Akhunzada.

    Kelompok itu juga terdengar tengah membicarakan agar sang korban terlihat sudah ditembak.

    Meski tanggal video tersebut tak diketahui, namun muncul beberapa hari setelah Taliban membunuh saudara dari mantan Wakil Presiden Afghanistan, Amrullah Saleh.

    Saudara Saleh, Rohullah Azizi dibunuh di Panjshir, yang merupakan provinsi terakhir yang direbut oleh Taliban.

    Panjshir sendiri sebelumnya merupakan benteng terakhir dari pasukan Anti-Taliban.

    Utusan PBB untuk Afghanistan, Deborah Lyon mengungkapkan adanya tuduhan yang bisa dipercaya mengenai pembunuhan yang ditargetkan.

    Ia pun mengatakan siapa pun yang bekerja dengan pemerintahan terdahulu dan juga kepada pihak asing, berada dalam risiko dieksekusi.

    Meski video kekerasan tersebut  banyak yang menyangsikan, Taliban menegaskan mereka saat ini lebih moderat dibandingkan sebelumnya.

    Tetapi sejumlah kekerasan dilaporkan terjadi dan dilakukan Taliban, sejak mereka kembali berkuasa.

    Salah satunya adalah tindakan represif yang mereka lakukan kepada demonstran yang menginginkan hak-hak perempuan dikembalikan.

    Begitu juga, kekerasan terhadap jurnalis yang meliput demonstrasi tersebut.

    Komentar
    Additional JS