0
News
    Home Coronavirus COVID-19 Featured

    Studi Oxford: 24 Persen Nakes Mengalami PTSD Akibat Trauma COVID-19 - Viva

    2 min read

     

    Studi Oxford: 24 Persen Nakes Mengalami PTSD Akibat Trauma COVID-19

    Jumat, 29 Oktober 2021 | 14:28 WIB
    Oleh :
    Sejumlah tenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri lengkap saat jam pertukaran shift di rumah sakit rujukan COVID-19. (ilustrasi)
    Photo :
    • ANTARA FOTO/Fauzan

    Sejumlah tenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri lengkap saat jam pertukaran shift di rumah sakit rujukan COVID-19. (ilustrasi)

    VIVA – Sebuah studi Universitas Oxford menyatakan, tanda-tanda gangguan stres pascatrauma (PTSD) yang terlihat pada petugas kesehatan lini terdepan selama pandemi COVID-19 kemungkinan berkaitan dengan trauma pengalaman terdahulu mereka.

    Sekitar tiga perempat dari 103 petugas kesehatan yang diteliti melaporkan trauma yang tidak ada hubungannya dengan tugas mereka selama pandemi, demikian studi yang diterbitkan pada Jumat 29 Oktober 2021.

    "Pada 76 persen staf yang mengalami PTSD yang tidak terkait dengan pandemi, kemungkinan karakteristik pekerjaan mereka yang penuh tekanan selama pandemi memperburuk gejala atau menghambat kesembuhan," kata psikolog klinis Jennifer Wild yang memimpin studi.

    "Ada minoritas yang signifikan, 24 persen, yang mengalami PTSD akibat trauma COVID-19," katanya.

    Hampir 40 persen dari mereka menunjukkan tanda-tanda PTSD dan depresi. Studi itu juga mencatat bahwa gangguan depresi utama kemungkinan lebih berkembang selama pandemi.

    Meski PTSD dikaitkan dengan perjuangan melawan pandemi, PTSD bisa muncul di kalangan warga sipil setelah terjadi bencana alam, pelecehan atau trauma lainnya.

    Petugas kesehatan barangkali enggan menyamakan pengalaman mereka dengan pasukan yang baru pulang dari peperangan. (Ant/Antara)
     

    Berita Terkait :
    Komentar
    Additional JS