Tidak Musnah, Pak Gatot! Masih Ada Patung Soeharto di Rumdin Gibran - detik
Tidak Musnah, Pak Gatot! Masih Ada Patung Soeharto di Rumdin Gibran

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menyebut patung Soeharto sudah musnah, sementara patung proklamator Sukarno ada di mana-mana. Di Solo, ternyata patung Soeharto justru ada di rumah dinas Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.
Patung tersebut berada di teras bangunan peninggalan Belanda itu. Terdapat enam patung presiden yang telah selesai menjabat, mulai dari Sukarno, Soeharto, BJ Habibie, KH Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono.
Patung dibuat setengah badan dengan warna cokelat keemasan. Paling dekat pintu masuk terdapat patung Sukarno dan Megawati. Patung Soeharto berada di sebelah kanan patung Sukarno.
Keberadaan patung ini di Loji Gandrung ialah sejak Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. Patung ini menghiasi Loji seiring dengan rencana rumah dinas wali kota dijadikan sebagai tempat wisata.
Kepala Bagian Umum Pemkot Solo, Herwin Nugroho, membenarkan bahwa patung-patung itu dibuat sejak wali kota FX Hadi Rudyatmo, sekitar tiga tahun lalu. Keberadaan patung-patung itu bertujuan untuk menghormati para presiden yang telah memimpin Indonesia.
"Itu sudah sekitar tiga tahunan, saat Pak Rudy menjabat. Dibangun untuk menghormati jasa-jasa para presiden sebelumnya," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo kembali mempersoalkan hilangnya patung Presiden ke-2 Soeharto. Usai mempersoalkan hilangnya patung Soeharto di Markas Kostrad, Gatot kini membandingkan patung Soeharto dengan patung Proklamator Sukarno.
Gatot Nurmantyo menyampaikan hal itu di akun YouTube Karni Ilyas dengan tajuk 'KOMUNIS BANGKIT LAGI?? JENDERAL GATOT: SAYA MEMBERIKAN WARNING!" - KARNI ILYAS CLUB'. Gatot memberi jawaban ketika ditanya tentang harapannya usai peristiwa hilangnya patung Soeharto dkk di Markas Kostrad.
"Ya saya tetap berpikir positif bahwa karena Kostrad itu adalah tulang punggung, pada saat '65 (1965) dan seterusnya, untuk menjaga. Karena justru museum itu ada di Kostrad itu adalah bentuk pewarisan sejarah, agar semua prajurit Kostrad itu tahu dan sadar, bahwa panglimanya seperti itu, kemudian Kostrad seperti itu, sehingga suatu saat operasi pasti dia paling depan Kostrad," kata Gatot dalam YouTube Karni Ilyas seperti dilihat, Kamis (30/9).
