0
News
    Home Coronavirus COVID-19 Featured Omicron

    Omicron Ditemukan di 89 Negara, Kasus Infeksi Naik 2 Kali Lipat dalam 1,5 sampai 3 Hari - inews

    2 min read

     

    Omicron Ditemukan di 89 Negara, Kasus Infeksi Naik 2 Kali Lipat dalam 1,5 sampai 3 Hari

    Omicron Ditemukan di 89 Negara, Kasus Infeksi Naik 2 Kali Lipat dalam 1,5 sampai 3 Hari
    Covid varian Omicron telah terdeteksi di 89 negara hingga (18/12/2021). (Foto: Reuters)

    JENEWA, iNews.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut Covid-19 varian Omicron telah ditemukan di 89 negara hingga Sabtu (18/12/2021). Penambahan kasus melibatkan varian yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan ini mencapai dua kali lipat dalam 1,5 sampai 3 hari pada negara yang sudah mengalami penularan lokal.

    Dalam laporan terbaru, seperti dilaporkan Reuters, badan PBB itu menjelaskan Omicron justru menyebar cepat di negara-negara yang memiliki tingkat herd immunity yang tinggi. Meski demikian belum diketahui pasti apakah penyebabnya adalah varian ini bisa menghindari kekebalan, sifat dari varian itu yang mudah menular, atau kombinasi keduanya.

    WHO menetapkan Omicron sebagai varian yang menjadi perhatian sejak 26 November, tak lama setelah pertama kali terdeteksi. Karena masih baru, karakter Omicron belum banyak diketahui, termasuk tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkan. Namun sebagian besar laporan yang masuk, Omicron memang menular lebih cepat dibandingkan strain lain termasuk Delta, namun tak sampai menyebabkan keparahan.

    "Data keparahan klinis Omicron masih terbatas. Masih perlu lebih banyak data untuk memahami profil keparahan dan bagaimana keparahan dipengaruhi oleh vaksin serta kekebalan yang sudah ada sebelumnya," bunyi pernyataan.

    Disebutkan pula, data yang tersedia mengenai virus corona Omicron masih terbatas. Di samping itu belum ada bukti dari rekan sejawat mengenai kemanjuran atau efektivitas vaksin dalam melawan Omicron.

    Seperti dikatahui, Indonesia mengonfirmasi kasus Omicron pertama pada Kamis lalu, yakni melibatkan seorang tenaga kebersihan Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran. Hal yang menjadi perhatian, pria berinisial N itu tak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri. Meski demikian pemerintah memastikan belum ada penularan lokal atau komunitas di Indonesia.

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat itu mengatakan, kasus penularan seperti ini tergolong biasa karena yang bersangkutan sehari-hari bekerja dekat dengan pasien Covid-19.

    Terkait temuan kasus ini, Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet di-lockdown untuk mencegah penyebaran Omicron.

    Editor : Anton Suhartono

    Bagikan Artikel:
    line sharing button
    Komentar
    Additional JS