Banjir di Aceh Timur, 228 Hektare Sawah Gagal Panen

BANDA ACEH, iNews.id - Seluas 228,5 hektare sawah di Kabupaten Aceh Timur mengalami puso atau gagal panen. Kondisi ini disebabkan bencana banjir pada pekan lalu.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Timur Erwin Atlizar mengatakan, areal sawah gagal panen karena padi puso tersebut tersebar di Kecamatan Indra Makmu dengan luas satu hektare. Kecamatan Julok dengan luas 4,5 hektare.
"Untuk sementara ini ada 228,5 hektare sawah yang mengalami gagal panen," ujar Erwin Atlizar di Aceh Timur, Sabtu (15/1/2022).
Selain itu, kata dia di Kecamatan Idi Timur satu hektare, Kecamatan Ranto Peureulak dua hektare, Kecamatan Pereulak Barat dengan luas 40 hektare, Kecamatan Pereulak dengan luas 27 hektare, Kecamatan Sungai Raya dengan luas 6,5 hektare.
Kemudian, di Kecamatan Ranto Selamat dengan luas 15 hektare, Kecamatan Idi Tunong 127 hektare, Kecamatan Idi Rayeuk 1,5 hektare dan Kecamatan Simpang Ulim tiga hektare.
“Areal sawah puso tersebut tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Aceh Timur. Kami perkirakan para petani mengalami kerugian Rp6 juta rupiah per hektare," ucapnya.
Menurutnya, luas persawahan terendam banjir mencapai 5.799 hektare tersebar di 20 kecamatan, meliputi Simpang Ulim, Idi Rayeuk, Tunong, Ranto Selamat.
Selanjutnya, kata dia Kecamatan Simpang jernih, Sungai Raya, Pereulak, Pereulak Timur, Pereulak Barat, Peunaron, Nurussalam, Darul Aman, Banda Alam, Ranto Peureulak, Madat, Bireum Bayeun, Peudawa, Idi Timur, Julok dan Indra Makmur.
"Data sawah terendam banjir tersebut masih sementara karena sampai sekarang ini, kami masih terus mendatanya. Nanti, datanya juga kami kirim ke provinsi dan Kementerian Pertanian RI di Jakarta," katanya.
Editor : Kurnia Illahi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar