Peristiwa 19 Januari: Lahirnya James Watt Penemu Mesin Uap Era Revolusi Industri | merdeka
Peristiwa 19 Januari: Lahirnya James Watt Penemu Mesin Uap Era Revolusi Industri | merdeka.com

Advertisement
Merdeka.com - Peristiwa 19 Januari menandai lahirnya tokoh dunia James Watt yang kini namanya digunakan sebagai satuan daya dalam Sistem Internasional (SI) yaitu watt.
Meski tampaknya berhubungan dengan kelistrikan, namun sebenarnya James Watt dikenal sebagai penemu mesin uap komersil di era Revolusi Industri.
Advertisement
Ia memang bukan penemu pertama mesin uap namun ia terkenal karena mengembangkan mesin uap pertama dengan berbagai kegunaan. Penemuannya sangat meningkatkan efisiensi mesin uap dan memungkinkannya menjadi bagian penting dari Revolusi Industri.
Guna merayakan kelahiran James Watt, berikut merdeka.com merangkum kisah hidup singkat Watt dan kontribusinya dalam ilmu pengetahuan yang menarik diketahui:
Kehidupan Awal dan Perjalanan Menemukan Minat
James Watt lahir pada 19 Januari 1736, di Greenock, Skotlandia, sebagai anak tertua dari lima bersaudara yang masih hidup dari James Watt dan Agnes Muirhead. Greenock adalah desa nelayan yang menjadi kota sibuk dengan armada kapal uap selama masa Watt.
Kakek James Jr., Thomas Watt, adalah seorang matematikawan terkenal dan kepala sekolah setempat. Ayah James Watt adalah bendahara dan hakim Greenock. Dia juga menjalankan bisnis pembangunan kapal dan rumah yang sukses.
Ibunya, Agnes Muirhead, berasal dari keluarga terpandang dan berpendidikan tinggi. Kedua orang tuanya adalah Presbiterian dan Kovenan yang kuat.
Masa kecil James terganggu dengan kondisi tubuhnya yang kerap sakit gigi dan migrain. Karena kondisi medis ini, ia tidak dapat bersekolah secara teratur.
Oleh karena itu, James di rumah diajar oleh orang tuanya pada awalnya. Ibunya mengajari James cara membaca sementara ayahnya mengajarinya berhitung dan menulis. Dia kemudian akan menghadiri sekolah tata bahasa di mana dia belajar bahasa Latin, Yunani, dan matematika.
James Watt pun akhirnya menunjukkan tingkat ketangkasan manual, keterampilan teknik, dan bakat matematika yang luar biasa. Mata pelajaran lain seperti bahasa Latin dan Yunani tidak terlalu menarik baginya.
Bagian penting dari pendidikan James adalah bengkel ayahnya. Di sini James bekerja dengan alat, bangku, dan bahkan bengkelnya sendiri. Dia akan menghabiskan waktunya di bengkel membuat model seperti burung bangau dan organ barel. Dia dengan cepat menjadi akrab dengan instrumen kapal juga.
Waktunya di bengkel ayahnya membantunya dengan cepat memutuskan apa yang ingin dia lakukan dengan hidupnya, setidaknya pada awalnya.
Perjalanan Belajar Watt
Pada 1755 Watt magang ke London, Inggris, pembuat instrumen matematika. Pada saat itu perdagangan terutama memproduksi alat-alat navigasi (kemudi kapal) dan survey (pengukuran tanah).
Watt menemukan London menjadi tidak menyenangkan. Setahun kemudian dia kembali ke Skotlandia. Watt ingin memantapkan dirinya di Glasgow, Skotlandia, sebagai pembuat instrumen.
Namun, pembatasan yang diberlakukan oleh serikat pedagang (asosiasi pengrajin) menghalangi jalannya. Teman-teman di Universitas Glasgow akhirnya mengatur agar dia ditunjuk sebagai "pembuat instrumen matematika untuk universitas" pada akhir 1757.
Sekitar waktu ini Watt bertemu Joseph Black, yang telah meletakkan dasar kimia modern dan studi panas. Persahabatan mereka sangat penting dalam pengembangan awal mesin uap.
Suatu hari Minggu di tahun 1765, Watt dikejutkan oleh gagasan yang memicu Revolusi Industri.
Berjalan di taman dekat Clyde, dia tiba-tiba menyadari bagaimana dia bisa membuat mesin uap standar Newcomen lebih efisien. Dia bisa menggunakan ruang terpisah untuk memadatkan uap tanpa mendinginkan sisa mesin.
Dia mematenkan ruang kondensasi mesin uapnya pada tahun 1769. Selama abad ke-18, mesin Newcomen digunakan di seluruh Inggris dan Eropa, sebagian besar untuk memompa air keluar dari tambang.
Advertisement