Sumber Daya Alam Ukraina di Balik Potensi Perang Dunia
Jakarta, CNBC Indonesia - Ukraina ramai diperbincangkan oleh dunia karena tensi dengan Rusia yang memanas akhir-akhir ini.
Hal ini diawali dari dugaan Rusia telah memobilisasi 100.000 tentara bersama dengan tank dan perangkat keras militer lainnya pada November 2021. Ketegangan ini menyeret NATO, Amerika Serikat, bahkan hingga China ikut buka suara dan memunculkan kekhawatiran perang dunia III akan segera meletus.
Meskipun begitu, saat ini mulai mendingin seiring dengan pasukan Rusia yang sudah kembali ke markas. Presiden Rusia Vladimir Putin pun menegaskan, Rusia tentu saja tidak menginginkan perang. Menurut dia, Rusia siap mencari solusi dengan Barat.
Di balik cerita konflik dengan Rusia dan ancaman perang dunia III, Ukraina memiliki segudang potensi alam.
Dari sektor pertanian, mengutip Ukraine Invest, Ukraina adalah pemain utama ekspor tanaman sereal seperti posisi pertama di dunia sebagai eksportir bunga matahari mentah. Kemudian posisi ke-2 di dunia sebagai eksportir bisa colza.
Ukraina juga menempati posisi ke-3 di dunia sebagai eksportir frozen fowls dan posisi ke-4 di dunia sebagai eksportir jagung. Lalu, eksportir madu alami nomor 5 dunia.
Ukraina pun diproyeksikan menjadi pengekspor jagung terbesar ketiga di dunia pada musim 2021/22 dan pengekspor gandum terbesar keempat, menurut data Dewan Biji-bijian Internasional. Rusia adalah pengekspor gandum terbesar di dunia.
Selain dari tanaman, kandungan alam di perut bumi Ukarina juga potensial. Berikut potensi alam hasil tambang yang dihimpun oleh Tim Riset CNBC, mengutip Ukraine Invest:
Mineral logam
• Posisi ke-7 di dunia dalam ekstraksi besi: 39 juta ton dan 2,4% dari produksi global (setelah Australia, Cina, Brasil, India, Rusia, dan RSA)
• Posisi ke-8 di dunia dalam ekstraksi mangan: 651 ribu ton dan 3,6% dari output global (setelah RSA, Australia, Cina, Gabon, Brasil, Ghana, dan India)
• Posisi ke-6 di dunia dalam ekstraksi titanium: 431 ribu ton dan 6,3% dari produksi global (setelah China, RSA, Australia, Kanada Mozambik)
• Posisi kedua di dunia dalam ekstraksi galium: 9 ton dan 2,9% dari output global (setelah China)
• Posisi ke-5 di dunia dalam ekstraksi germanium: 1 ton dan 1% dari output global (setelah Cina, Rusia, AS, dan Jepang)
Mineral non-logam
• Posisi ke-6 di dunia dalam ekstraksi kaolin: 2,4 juta ton dan 5,9% dari output global (setelah Cina, AS, Jerman, India, dan Republik Ceko)
• Posisi ke-10 di dunia dalam ekstraksi zirkonium silikat: 26 ribu ton dan 1,9% dari output global (setelah Australia, RSA, Cina, Mozambik, Senegal, AS, Kenia, India, dan Indonesia)
• Posisi ke-8 di dunia dalam ekstraksi grafit: 13 ribu ton dan 1,3% dari output global (setelah Cina, Brasil, Korea Utara, India, Rusia, Kanada, dan Madagaskar)
Bahan bakar mineral
• Posisi ke-13 di dunia dalam ekstraksi batubara pembangkit listrik: 18,9 juta ton dan 0,4% dari output global (setelah China, India, AS, Indonesia, Australia, RSA, Rusia, Kolombia, Kazakhstan, Polandia, Vietnam, dan Kanada )
• Posisi ke-12 di dunia dalam ekstraksi batu bara kokas: 5,2 juta ton dan 0,5% dari output global (setelah Cina, Australia, Rusia, AS, India, Kanada, Mongolia, Kazakhstan, Polandia, Mozambik, dan Kolombia)
• Posisi ke-10 di dunia dalam ekstraksi uranium: 1 ton dan 1,4% dari output global (setelah Kazakhstan, Kanada, Australia, Namibia, Niger, Uzbekistan, Rusia, Cina, dan AS)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar