0
News
    Home Featured Ukraina

    Ukraina Kucurkan Dana Rp 8 T untuk Jamin Penerbangan - tempo

    3 min read

     

    Ukraina Kucurkan Dana Rp 8 T untuk Jamin Penerbangan

    Reporter:

    Tempo.co

    Editor:

    Suci Sekarwati

    Senin, 14 Februari 2022 11:31 WIB
    Ukraina Kucurkan Dana Rp 8 T untuk Jamin Penerbangan
    Tank-tank Ukraina membentuk formasi saat latihan taktis di tempat pelatihan di wilayah Kherson, Ukraina, pada 7 Februari 2022. Ukrainian Armed Forces Press Service/Handout via REUTERS

    TEMPO.COJakarta - Pemerintah Ukraina pada Minggu, 13 Februari 2022 mengumumkan telah mengalokasikan dana sebesar 16.6 miliar hryvnia atau Rp 8 triliun untuk menjamin agar penerbangan di wilayah udara Ukraina tetap berjalan. Hal ini disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Ukraina Denys Shmygal.

    Menurut Shmygal, uang sebesar itu dialokasikan untuk memastikan keamanan penerbangan di Ukraina bagi perusahaan-perusahaan asuransi dan leasing di Ukraina.

    “Keputusan ini akan menstabilkan situasi di pasar transportasi udara dan akan menjamin kembalinya warga negara Ukraina ke negara kami, yang saat ini berada di luar negeri,” kata Shmygal.

    Sejumlah tank berpartisipasi dalam atihan militer yang diadakan oleh angkatan bersenjata Rusia dan Belarus di wilayah Grodno, Belarusia, 12 Februari 2022. Latihan ini menunjukan kekuatan Rusia dengan memberikan peningkatan kemampuan dalam kebuntuannya dengan Barat atas Ukraina. Belarusian Defence Ministry/Handout via REUTERS

    Sebelumnya pada Sabtu, 12 Februari 2022, Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan pembicaraan melalui telepon, menyusul penumpukan militer Rusia di dekat Ukraina yang memicu kekhawatiran terjadinya invasi dalam waktu dekat.

    Putin, yang berulang kali membantah punya rencana melakukan, mengatakan kepada Biden bahwa Moskow akan meninjau ide-ide yang dia keluarkan untuk mengatasi tuntutan keamanan Rusia. Sayangnya, menurut Kremlin, Barat masih tidak menangani masalah utama Moskow.

    Dalam brifing pada wartawan, juru bicara Kremlin Yuri Ushakov menggambarkan pembicaraan kedua kepala negara itu adalah pembicaraan biasa, tetapi terjadi dengan latar belakang histeria di Barat tentang invasi Rusia yang mengancam dan menurutnya tidak masuk akal.

    Sumber: Reuters

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

    Komentar
    Additional JS