0
News
    Home Featured

    Banjir di Australia, Ribuan Orang Mengungsi dan Sudah Capai 17 Korban Tewas - TRIBUNNEWS

    3 min read

     

    Banjir di Australia, Ribuan Orang Mengungsi dan Sudah Capai 17 Korban Tewas

    Seorang pengendara sepeda mengarungi jalan setapak yang banjir di dekat Norman Creek di Coorparoo, negara bagian Queensland Australia. Minggu (27 Februari 2022). (Patrick HAMILTON/AFP)
    Seorang pengendara sepeda mengarungi jalan setapak yang banjir di dekat Norman Creek di Coorparoo, negara bagian Queensland Australia. Minggu (27 Februari 2022). (Patrick HAMILTON/AFP)

    TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Kabar terkini, negara Australia sedang dilanda bencana banjir, di berbagai tempat digenangi air. 

    Sebagaimana dilaporkan Reuters, di Brisbane, ibu kota Queensland, dan daerah sekitarnya yang dilanda badai hebat akhir pekan lalu.

    Berdampak membanjiri beberapa ribu properti, pembersihan berlanjut selama akhir pekan.

    Proses pemulihan akan memakan waktu berbulan-bulan, kata pihak berwenang pada hari Minggu, sambil menyumbangkan lebih dari 2 juta dolar Australia (sekitar $1,5 juta) ke berbagai badan amal.

    "Untuk acara yang hanya berlangsung tiga hari, itu akan berdampak besar pada ekonomi dan anggaran kita," kata bendahara Queensland, Cameron Dick, dalam sebuah pengarahan.

    Hujan deras yang mengguyur Sydney selama beberapa hari menambah korban tewas di kota terpadat Australia itu menjadi 17 orang.

    Sydney kembali bersiap menghadapi hujan lebat, Minggu (6/3/2022), seperti yang dilaporkan Reuters.

    Sistem cuaca liar yang menurunkan curah hujan selama lebih dari satu tahun selama seminggu di Queensland Selatan dan utara New South Wales (NSW). membawa kehancuran yang meluas.

    Banjir membuat ribuan orang di negara bagian itu mengungsi dan menyapu harta benda, ternak, dan jalan.

    Sebanyak 17 orang telah tewas sejak banjir dimulai, termasuk seorang wanita Queensland, yang mayatnya ditemukan pada hari Sabtu, menurut polisi.

    Biro Meteorologi (BOM) NSW mengatakan sistem cuaca baru dapat membawa hujan lebat lagi di NSW, di mana Sydney adalah ibu kotanya, meningkatkan risiko banjir.

    "Kami menghadapi, sayangnya, beberapa hari lagi cuaca basah dan badai yang akan sangat berbahaya bagi penduduk NSW," kata ahli meteorologi BOM Jane Golding pada briefing yang disiarkan televisi.

    Di utara New South Wales, Sungai Clarence tetap pada tingkat banjir besar, tetapi Golding mengatakan cuaca buruk tampaknya akan cerah mulai Rabu dan seterusnya.

    Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

    Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Banjir di Sydney Australia, Korban Tewas Dilaporkan Mencapai 17 Orang 
    Editor: Malvyandie Haryadi

    Komentar
    Additional JS