0
News
    Home Featured Minyak Goreng Sawit

    Pengusaha Sawit Ungkap Penyebab Langkanya Minyak Goreng - Law Justice

    2 min read

     www.law-justice.co

    Pengusaha Sawit Ungkap Penyebab Langkanya Minyak Goreng

    Sabtu, 12/03/2022 08:26 WIB
    2-3 minutesPenyebab langkanya minyak goreng (ist)

    Penyebab langkanya minyak goreng (ist)

    Jakarta, law-justice.co - Penyebab langkanya minyak goreng dalam kemasan di Indonesia akhirnya diungkap oleh pengusaha kelapa sawit. Mereka menuding kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng memicu pasar gelap (black market). Kebijakan ini menimbulkan perbedaan signifikan antara harga yang ditetapkan pemerintah dengan harga eceran.

    Alexius Darmadi, Direktur Utama PT Sumi Asih, mengatakan sistem Domestic Market Obligation (DMO), Domestic Price Obligation (DPO) dan HET menyuburkan praktik black market. Pedagang minyak goreng dadakan ada di mana-mana.

    "Bahwa ini ada gap, saya heran kok yang dikeluarkan pengusaha sawit kok enggak ada di pasaran? Ini sudah pasti ada black market," ujar Alexius dalam webinar Majalah Sawit Indonesia, Jumat (11/3).

    Penetapan HET memang memiliki tujuan baik tetapi Alexius menyebut ini malah membuat pedang limbung. Harga minyak goreng di pasaran tidak sesuai harga di pasaran.

    Dia menambahkan, kebijakan tersebut berkaitan dengan pasokan minyak yang hilang beberapa waktu lalu. Toko yang awalnya menyediakan minyak goreng sawit kemudian raib karena ketentuan HET.

    Di samping itu, Alexius menilai HET memicu kericuhan antara Satgas Pangan dan produsen minyak goreng yang tidak melakukan ekspor.

    "Kalau dengan sistem DMO, DPO, dan HET apakah itu bisa jalan. Ini membuat kericuhan dalam kita sendiri antara Satgas Pangan dan produsen yang tidak berkaitan dengan ekspor. Tetapi apa Satgas itu tahu, bukan meremehkan, tapi sosialisasinya kan butuh waktu. Ini jadi simpul kericuhan ini semua," katanya.

    Sementara itu, terkait isu penyelundupan minyak goreng, Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (Gimni) Sahat Sinaga menilai hal ini tidak mungkin terjadi. Menurutnya aparat penegak hukum sudah ketat mengendalikan penyelundupan.

    "Saya pribadi sudah di industri minyak goreng hampir 35 tahun, kalau dulu 1998 pada ekspor tinggi, memang banyak penyelundupan. Namun sekarang bea cukai kita sudah canggih dan tidak mungkin ada penyelundupan," katanya.

    (Gisella Putri\Editor)

    1 komentar
    Halo semua,
    Nama saya Tuan Rugare Sim. Saya tinggal di Belanda dan saya orang yang bahagia hari ini? dan saya memberi tahu diri saya bahwa pemberi pinjaman mana pun yang menyelamatkan saya dan keluarga saya dari situasi miskin kami, saya akan merujuk siapa pun yang mencari pinjaman kepadanya, dia memberi kebahagiaan kepada saya dan keluarga saya, saya membutuhkan pinjaman € 300,000.00 untuk memulai hidup saya dari awal karena saya seorang Ayah tunggal dengan 2 anak, saya bertemu dengan pemberi pinjaman yang jujur ​​dan takut akan Allah ini yang membantu saya dengan pinjaman €300,000.00, dia adalah pria yang takut akan Allah, jika Anda membutuhkan pinjaman dan Anda akan membayar kembali pinjamannya, silakan hubungi dia, beri tahu dia bahwa (Tuan, Rugare Sim) merujuk Anda kepadanya. Hubungi Bapak, Mohamed Careen melalui email: (arabloanfirmserves@gmail.com)


    FORMULIR INFORMASI APLIKASI PINJAMAN
    Nama depan......
    Nama tengah.....
    2) Jenis Kelamin: ........
    3) Jumlah Pinjaman yang Dibutuhkan: .........
    4) Durasi Pinjaman: ........
    5) Negara: ........
    6) Alamat Rumah : ........
    7) Nomor Ponsel: ........
    8) Alamat email ..........
    9) Pendapatan Bulanan: ........................
    10) Pekerjaan : ..................................
    11) Situs mana yang Anda kunjungi di sini tentang kami ........................
    Terima kasih dan Salam Hormat.
    Email arabloanfirmserves@gmail.com
    Additional JS