0
News
    Home Featured PLTN Rusia Ukraina

    Ukraina Minta Rusia Setop Serang PLTN Zaporizhzhia, Ingatkan Bencana Chernobyl! - Kompas

    3 min read

     

    Ukraina Minta Rusia Setop Serang PLTN Zaporizhzhia, Ingatkan Bencana Chernobyl! - Kompas.com

    KomentarLihat Foto

    KIEV, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba meminta pasukan Rusia berhenti menyerang pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terbesar di Eropa yang berada di Ukraina pada Jumat (4/3/2022), setelah terjadi kebakaran.

    Kobaran api muncul di unit PLTN Zaporizhzhia setelah serangan Rusia, menurut juru bicara PLTN tersebut, Andrei Tuz.

    Stasiun di Zaporizhzhia, sebuah kota industri di tenggara Ukraina, diketahui memasok sekitar 40 persen tenaga nuklir negara itu.

    Militer Rusia telah membombardir kota-kota di Ukraina dengan peluru dan rudal, memaksa warga sipil untuk meringkuk di ruang bawah tanah, termasuk di Chernobyl, lokasi bencana nuklir terburuk di dunia.

    Video Rekomendasi

    Namun, Kuleba memperingatkan bahwa dampak dari bencana di PLTN Zaporizhzhia akan jauh lebih buruk.

    "Jika meledak, itu akan menjadi 10 kali lebih besar dari Chernobyl! Rusia harus segera menghentikan tembakan, mengizinkan petugas pemadam kebakaran, membangun zona keamanan," twit Kuleba, dikutip dari Kantor Berita AFP.

    Kuleba menulis bahwa pasukan Rusia menembaki fasilitas pembangkit listrik itu dari semua sisi.

    Badan Energi Atom Internasional PBB sendiri telah mendesak Rusia untuk menghentikan semua tindakan di fasilitas nuklir Ukraina, termasuk lokasi bencana Chernobyl 1986.

    Bencana Chernobyl sendiri adalah kecelakaan pada reaktor PLTN Chernobyl.

    PLTN ini terletak di Pripyat, Ukraina, yang dulu jadi bagian Uni Soviet.

    Laman Kementerian Luar Negeri Ukraina menyebut, total isotop radioaktif yang dilepaskan dari kecelakaan tersebut 30 kali lebih tinggi dibandingkan ledakan bom atom di Hiroshima, Jepang, pada 1945.

    Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
    Aktifkan Notifikasimu
    Jadilah yang pertama menerima update berita penting, topik menarik, dan informasi lainnya
    Aktifkan
    Komentar
    Additional JS