0
News
    Home Featured Pertalite

    Isu Kenaikan Harga Pertalite dan Gas Elpiji 3 Kg Picu Kepanikan Belanja di Masyarakat | merdeka

    2 min read

     

    Isu Kenaikan Harga Pertalite dan Gas Elpiji 3 Kg Picu Kepanikan Belanja di Masyarakat | merdeka.com

    Isu Kenaikan Harga Pertalite dan Gas Elpiji 3 Kg Picu Kepanikan Belanja di Masyarakat
    SPBU. Merdeka.com/Dwi Narwoko

    Advertisement

    Merdeka.com - Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi menilai bahwa isu kenaikan harga Pertalite dan gas melon atau elpiji ukuran 3 Kg berpotensi menyulut kepanikan berbelanja. Kemudian, ini berisiko menyebabkan kelangkaan di masyarakat.

    "Isu itu berpotensi menyulut panic buying. Kelangkaan Pertalite di berbagai SPBU barangkali merupakan panic buying setelah mengetahui isu tersebut," kata Fahmi dikutip dari Antara, Kamis (7/4).

    Saat ini, isu kenaikan harga Pertalite dan elpiji tiga kilogram kian nyaring terdengar, meski pemerintah secara resmi belum memutuskan apakah harga dua komoditas energi itu benar-benar jadi naik.

    Advertisement

    Fahmy meminta supaya harga Pertalite dan gas melon tidak dinaikkan dalam waktu dekat. Pemerintah perlu menunggu sampai harga minyak dunia sudah mencapai keseimbangan pasar.

    BACA JUGA:

    "Kenaikan Pertalite dan gas melon akan menaikkan inflasi dan makin memperburuk daya beli masyarakat serta memperberat beban rakyat, terutama rakyat miskin," ujarnya.

    2 dari 2 halaman

    Tekanan Inflasi Tinggi

    Hal senada juga disampaikan ekonom dari Center of Reform on Economic (Core) Yusuf Rendy Manilet.

    Dia mengatakan tanpa memasukkan faktor kenaikan harga Pertalite dan elpiji, tekanan inflasi sudah relatif tinggi karena dipengaruhi oleh beragam hal, termasuk di dalamnya kenaikan harga energi global, kebijakan tarif PPN, harga Pertamax yang sudah naik terlebih dahulu dan pola musiman ketika bulan Ramadan.

    "Sekarang ditambah wacana kenaikan Pertalite dan elpiji tentu tekanan terhadap inflasi di tahun ini berpeluang semakin lebih tinggi. Tentu yang perlu diwaspadai apakah kenaikan inflasi ini masih bisa dikompensasi oleh daya beli masyarakat," jelas Yusuf.

    BACA JUGA:
    Komentar
    Additional JS