Dari Himpitan Ekonomi, Kini Mukani Jadi Penulis Buku yang Sukses Terbitkan Puluhan Karya | TIMES Indonesia
Dari Himpitan Ekonomi, Kini Mukani Jadi Penulis Buku yang Sukses Terbitkan Puluhan Karya | TIMES Indonesia
Mukani penulis buku asal Jombang (Foto: Dok. TIMES Indonesia)TIMESINDONESIA, JOMBANG – Mukani, penulis buku dari Jombang yang mempunyai latarbelakang ekonomi tidak mendukung hingga sukses ciptakan puluhan karya.
Mukani mengakui kemampuan menulis tidak datang dengan begitu saja. Artinya dari awal ia juga tak mempunyai bakat untuk menulis. Namun, keterpaksaan akibat terhimpit ekonomi yang membuatnya bertekat mengembangkan bakat menulis.
"Motivasi awal menulis saat masih jadi mahasiswa adalah keterpaksaan ekonomi, tapi itu sudah berubah menjadi hobi pada masa sekarang," katanya kepada TIMES Indonesia, Senin (27/9/2021).
Lelaki kelahiran Ngajuk, 14 Maret 1981 mulai menulis sejak masih kuliah S-1 di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya. "Pertama kali menulis artikel di Tabloid Solidaritas, terbitan BEM IAIN Sunan Ampel Surabaya. Diberi honor saat itu 20.000," ujar lelaki yang berprofesi sebagai Guru SMAN 1 Jombang ini.
Dengan terus mengasah kemampuan menulisnya, kemudian ia tertantang dan menulis di media massa hingga tulisannya pernah dimuat di media lokal hingga nasional. Hal itu ia lakukan karena keterpaksaan ekonomi, sebab waktu kuliah ia tak ingin bergantung kepada orang tua di desa.
"Tapi akhirnya ketagihan hingga sekarang untuk terus menulis," tegas dosen di STITI UW Jombang dan STAI Darussalam Krempyang Nganjuk ini.
Tak tanggung-tanggung hingga akhir tahun 2020 ini ada 21 karya judul buku yang sudah Mukani terbitkan. Di masa pandemi Covid-19 ini, produktifitas menulisnya semakin membara. Pada tahun 2021 ini saja, sudah ada 6 judul buku yang terbitkan. Itu belum ditambah ada beberapa naskah buku yang masih belum dipublikasikan di penerbit.
Di samping menulis buku, lelaki yang tinggal di Desa Kayangan Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang ini juga menyunting beberapa naskah hasil penelitian, tesis dan disertasi untuk kemudian diterbitkan menjadi buku. Termasuk menyunting artikel di jurnal Ziyadah.
"Dengan menulis, kita bisa menyampaikan uneg-uneg dan ide kita agar mampu dibaca dan dipahami orang lain. Jadi, ada kepuasan batin tersendiri saat karya kita diterbitkan. Itu yg tidak bisa dinilai dengan uang," beber Mukani.
Lelaki berusia 40 tahun ini tak menyangka jika bisa menjadi seorang penulis buku, Mukani tidak pernah membayangkan dari dulu, karena cita-citanya sejak kecil menjadi guru. "Saya lalui mengalir saja. Tapi banyak kenangan yg tidak bisa dilupakan, baik pahit maupun manisnya menjadi penulis buku," ungkapnya.
Pengalaman Pahit Menjadi Penulis
Sejak menjadi penulis ia juga pernah mengalami pengalaman yang pahit, tepatnya pada tahun 2004 silam. Pada waktu itu, pertama kali naskah dari bukunya terjemahan berbahasa Inggris yang ia setorkan ke sebuah penerbit, ternyata diterbitkan jadi buku dengan penterjemah bukan dirinya.
Dari kejadian tersebut menjadikan sebuah pengalaman pahit yang tidak bisa dilupakan oleh Mukani. Dari kasus tersebut kemudian ia belajar agar mencari penerbit yang punya profesionalisme dan beretika.
"Sekarang alhamdulillah sudah tidak pernah kejadian lagi," jelas Pengurus Asosiasi Penulis dan Peneliti Islam Nusantara Seluruh Indonesia ini.
Mukani pun sudah melupakan pengalaman pahit, karyanya dibajak oleh orang lain. Kini, ia tengah menikmati buah hasil menjadi seorang penulis buku.
"Kalau sukanya sih ya, kita bisa puas menghasilkan karya yg dinikmati oleh banyak orang, apalagi kemampuan menulis itu kan termasuk langka, tidak semua orang bisa melakukannya secara rutin, meskipun berprofesi dosen dan bergelar tinggi sekalipun," jelasnya lagi.
Tips Penulis Pemula
Mukani mengungkapkan menjadi penulis itu asik dan mudah, semua orang bisa melakukannya. Saat ini kemampuan menulis akan banyak di cari oleh orang lain, jadi jangan khawatir kelaparan menjadi seorang penulis.
"Kuncinya sederhana, lakukan secara rutin. Apalagi profesi menulis itu tidak akan mungkin tergantikan oleh kecanggihan teknologi, sampai kapanpun," ungkap Mukani.
Terlebih, pada masa sekarang, kemampuan menulis sangat dibutuhkan oleh banyak pekerjaan. Jadi, jangan pernah mudah puas dengan karya yang sudah ada, terus belajar dan selalu mencoba.
Mukani berharap kepada para generasi muda untuk gemar membaca, karena itu modal awal untuk menulis. Terlebih di era industri dan era milenial seperti sekarang, tradisi literasi sangat dibutuhkan, sehingga tidak terjebak kepada hoaks.
"Dengan melek literasi, anak-anak muda pasti akan punya kualitas diri yang mumpuni, tidak sekedar copy paste dalam berkarya," harap Mukani, seorang penulis buku dari Jombang. (*)
**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.
TERBARU

Lestari Moerdijat: Transformasi Pengelolaan Museum Butuh Dukungan Pemangku Kepentingan
12/09/2022 - 11:33
Bertemu Menteri India, Menko Perekonomian RI Perkuat Kerja Sama dan IPEF
12/09/2022 - 11:26
Wakil Ketua MPR Soroti Perjanjian FIR Indonesia-Singapura
12/09/2022 - 11:19
Ketatnya Aturan Pelayat Ratu Elizabeth II di Istana Westminster
12/09/2022 - 11:05
PSSI Sebut JIS Belum Berstandar FIFA, Anies Baswedan hingga Anak Presiden Jokowi Beri Komentar
12/09/2022 - 10:53
TERPOPULER

Mengenal Ciri Khas Istimewa Bonsai Serut Asal Kediri
12/09/2022 - 04:27
Colenak Murdi Putra, Kuliner Legend dari Bandung yang Banyak Diburu
12/09/2022 - 06:30
Peti Mati Ratu Elizabeth II Tiba di Istana Holyroodhouse Edinburgh, Ribuan Pelayat Hening
12/09/2022 - 07:22
Javier Rocha Minta Maaf, Luis Milla Kaget Persib Menang
12/09/2022 - 09:25
Tarif Tetap Meski Harga BBM Naik, Transjakarta Mulai Hari Ini Beroperasi 24 Jam
12/09/2022 - 08:11
TRENDING

Jip Wisata Gunung Bromo Jatuh ke Jurang, TNBTS: Sopir dan Penumpang Meninggal
10/09/2022 - 14:03
Ini Dia, 5 Bukit Terindah di Pacitan yang Cocok Didaki Pecinta Alam
11/09/2022 - 00:35
Tahanan Kabur dengan Mobil Petugas, Tabrak Dua Mobil Dokter di RSUD Tuban
10/09/2022 - 17:21
Bikin Nangis, Film Miracle in Cell No.7 Versi Indonesia Jadi Trending
10/09/2022 - 01:32
Super Indah, Ini Empat Lokasi Glamping Mewah di Kabupaten Malang
11/09/2022 - 03:27

iGuides
Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
20/03/2022 - 18:00
Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
28/01/2022 - 10:38
Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
07/12/2021 - 20:06
De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
19/07/2020 - 16:35
Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
12/10/2019 - 11:05
KOPI TIMES

Multiplier Effect Kenaikan Harga BBM pada Perempuan
10/09/2022 - 19:05
Public Policy, Dinamika Proses dan Partisipasi Masyarakat
10/09/2022 - 12:50
Arah Baru Jihad Politik Muhammadiyah
09/09/2022 - 15:32
Strategi Pencegahan Kekerasan di Sekolah
09/09/2022 - 14:14
Rehabilitasi Ideologi Teroris: dari Teori Kognitif sampai Rekognisi Sosial
09/09/2022 - 14:10
Wajah Harmoni Indonesia dalam Annual International Conference on Islamic Studies ke 21
08/09/2022 - 10:14
'Rihlah Ilmiah' Gus Dur dan Nalar Islam Progresif
07/09/2022 - 15:35