Aktivis Gam Jatim Desak DKPP Selesaikan Soal Kelangkaan Pupuk di Pamekasan | TIMES Indonesia
Aktivis Gam Jatim Desak DKPP Selesaikan Soal Kelangkaan Pupuk di Pamekasan | TIMES Indonesia
Kepala DKPP bersama Kabag Perekonomian Setdakab saat melakukan sidak ke gudang pupuk PT Petrokimia Gresik yang ada di Pamekasan beberapa tahun yang lalu. (Foto: Akhmad Syafi'i/dokumen TIMES Indonesia)TIMESINDONESIA, PAMEKASAN – Gerakan Aktivis dan Mahasiswa Jawa Timur (GAM Jatim) mendesak Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan atau DKPP Kabupaten Pamekasan, segera menyelesaikan persoalan kelangkaan pupuk di Pamekasan, Senin (17/10/2022).
Di Pamekasan seringkali terjadi kelangkaan pupuk. Pada beberapa tahun sebelumnya Senin (21/12/2020) GMNI Pamekasan mendemo Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan.
Mereka mempersoalkan kinerja Komisi II dan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, tentang keluhan masyarakat perihal kelangkaan pupuk.
Junaidi, selaku ketua GAM Jatim mengatakan, seharusnya pada musim tanam ini tidak terjadi kelangkaan pupuk. Karena kelangkaan pupuk bersubsidi jenis Urea dan Pohnska sudah menjadi permasalahan para petani dari tahun ke tahun.
"Jadi saya menilai bahwa Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Pamekasan sudah gagal dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala dinas dan menyelesaikan soal kelangkaan pupuk," tegas Junaidi.
Kalau dalam beberapa hari ke depan ini, kata Junaidi, belum ada solusi dan pupuk tetap langka, maka dirinya berjanji akan melakukan aksi unjuk rasa depan kantor dinas DKPP dan DPRD Pamekasan.

Kepala DKPP bersama Kabag Perekonomian Setdakab saat sidak ke gudang pupuk PT Petrokimia Gresik yang ada di Pamekasan beberapa tahun yang lalu.(Foto: Akhmad Syafi'i/TIMES Indonesia)
"Jadi insyaallah dalam waktu dekat ini, kalau pupuk tetap langka di Pamekasan maka saya tidak akan tinggal diam untuk melakukan unjuk rasa," urainya.
Herul, Petani Asal Desa Panjanan Timur, Kecamatan Batumarmar menjalaskan, Petani di Kabupaten Pamekasan mengeluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi dan mahalnya harga pupuk non-subsidi. Sementara kebutuhan pupuk terus meningkat bagi para petani seiring musim tanam.
"Jadi masyarakat sekarang mengeluh tentang kelangkaan pupuk bersubsidi dan mahalnya harga pupuk non-subsidi. Serta pupuk bersubsidi yang tersedia di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) stoknya terbatas dan tidak mencukupi kebutuhan para petani," imbuhnya.
Selain itu, untuk mendapatkan pupuk subsidi, saat ini terlalu banyak persyaratan yang harus dipenuhi petani untuk mendapatkan pupuk subsidi. Seperti harus pakai kartu khusus dari pemerintah atau Gapoktan.
"Jadi saya minta kepada pemerintah terutama DKPP serta DPRD Kabupaten Pamekasan untuk mencari solusi agar pupuk tidak langka. Karena petani sekarang bingung dan sulit untuk membeli pupuk,"tegasnya.
Sementara, Kepala DKPP Pamekasan, Ajib Abdullah saat dikonfirmasi terkait kelangkaan pupuk, beberapa kali melalui telepon seluler belum memberi respon. (*)
**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.
TERBARU

RSSA Malang Ungkap Penyebab Korban Tragedi Kanjuruhan Meninggal
18/10/2022 - 15:37
Peran Guru dan Sekolah dalam Membangun Paradigma Keberagamaan
18/10/2022 - 15:25
Ikuti Pelatihan, Guru SD di Pacitan Diajak Melek Digital dan Banjiri Berita Positif
18/10/2022 - 15:19
Mengetahui Proses Seleksi untuk Memilih Pemenang Ballon dOr
18/10/2022 - 15:13
Banjir Bandang Terjang Tiga Desa di Malang Selatan, 992 KK Terdampak
18/10/2022 - 15:07
TERPOPULER

Mobil Ketua LSM Siliwangi Probolinggo Dibakar Orang Tak Dikenal, Begini Kronologinya
18/10/2022 - 08:02
This is How the First Indonesian Batik Exhibition in Florida Goes
18/10/2022 - 01:25
Sinopsis The Forbidden Marriage Drakor Sageuk yang Dibintangi Park Ju Hyun
18/10/2022 - 02:08
Goethe-Institut Luncurkan Platform Pembelajaran Digital Kinderuni di Indonesia
18/10/2022 - 08:38
Raih Ballon d'Or 2022 di Usia 34 Tahun, Benzema: Usia Hanya Angka
18/10/2022 - 09:19
TRENDING

Sebanyak 1001 Ekor Sapi dan Kerbau Disembelih untuk Upacara Penguburan Bangsawan Nggongi Umbu Yadar
16/10/2022 - 09:46
Banjir Bandang Landa Kabupaten Blitar, 7 Desa Terendam Air
17/10/2022 - 09:57
Pikap Terbakar dan Terseret 300 Meter Setelah Ditabrak KA Logawa di Pasuruan
16/10/2022 - 19:37
Ini 8 Titik Banjir di Wilayah Malang Selatan
17/10/2022 - 14:35
Cuaca Ekstrem, Malang Selatan Dikepung Banjir
17/10/2022 - 10:24

FOKUS BERITA
1 Bencana Banjir di Indonesia
2 Tragedi Stadion Kanjuruhan
3 OTT KPK di MA
4 Kaisar Ferdy Sambo
5 Info Pemilu 2024
iGuide
Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
20/03/2022 - 18:00
Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
28/01/2022 - 10:38
Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
07/12/2021 - 20:06
De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
19/07/2020 - 16:35
Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
12/10/2019 - 11:05
KOPI TIMES

Peran Guru dan Sekolah dalam Membangun Paradigma Keberagamaan
18/10/2022 - 15:25
Karbon Indonesia, Cikal Bakal Freeport Jilid 2?
18/10/2022 - 12:27
Gerakan Mahasiswa; Dari Refleksi ke Aksi
16/10/2022 - 01:39
Indonesia's Sustainable Development di Era Kepemimpinan Jokowi
15/10/2022 - 23:12
Guru Sebagai Pahlawan Progresif Peradaban Bangsa
15/10/2022 - 17:27
Potensi Disinformasi Jelang Tahun Politik 2024 di Kabupaten Pangandaran
15/10/2022 - 14:19