0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Tidak Ada Kategori

    Mentan Sebut Ketersediaan Beras Dalam Negeri Melimpah - beritasatu

    2 min read

    Mentan Sebut Ketersediaan Beras Dalam Negeri Melimpah

    Sabtu, 29 Oktober 2022 | 20:26 WIB
    Oleh: Didik Fibrianto / YUD

    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo usai memberikan penjelasan ketersediaan beras dalam negeri, di Kota Malang, Sabtu 29 Oktober 2022.
    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo usai memberikan penjelasan ketersediaan beras dalam negeri, di Kota Malang, Sabtu 29 Oktober 2022. (Foto: BeritasatuPhoto/Didik Fibrianto)

    Malang, Beritasatu.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo membantah isu ketersediaan beras dalam negeri menipis seperti yang diungkapkan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan di sejumlah media. Mentan menyatakan ketersediaan beras saat ini melimpah dan tidak perlu impor.

    "Ketersediaan beras melimpah, tidak ada penipisan beras," katanya di Malang, Sabtu (29/10/2022).

    Menurut Mentan sesuai data BPS pada April 2022 stok beras 10,15 juta ton. Stok sebanyak itu masih ditambah panen pada Mei-Oktober, sampai Desember pun masih ada panen.

    "Panen kita dua kali, puncak panen pertama 18 juta ton lebih. Panen kedua sekitar 13 juta ton lebih. Setara beras 32 juta ton lebih sedangkan kebutuhan konsumsi 29 juta ton sampai 30 juta ton sehingga over stok kita cukup," ujarnya.

    Bahkan, kata Syahrul, Presiden Joko Widodomengecek langsung ketersediaan beras tiap pekan dalam kondisi aman. "Bila ada yang mengatakan stok beras menipis, tentu jangan percaya itu, suruh ke Kementan, aku tunjukkan di mana tempatnya. Kalau ada yang bilang stok beras menipis, berarti dia harus berhadapan dengan saya," tantang Syahrul.

    Ia mengungkapkan di Jatim pada September-Desember stok beras 1,15 juta ton, Jateng 1,1 juta ton, Jabar 1,5 juta, Sulsel 1,16 juta ton. Untuk itu, ia optimistis ketahanan pangan diharapkan sampai 2 tahun kedepan, sehingga kita tidak perlu impor beras.

    "Bila berlebih dikeluarkan melalui ekspor secara terbatas. Impor belum diperlukan karena stok beras melimpah di dalam negeri," tegasnya.

    Menurut Syarul, saat ini Bulog harus menyerap panen petani lebih besar. Sebab, bila penyerapan bulog sedikit berimbas harga terguncang.

    Karena itu, Mentan berharap bulog harus menambah penyerapan 1,2 juta ton sampai 1,5 juta ton agar berputar karena sampai Desember masih ada panen.

    "Bulog harus segera menyerap gabah dan beras sebagai buffer stock guna stabilisasi harga," tuturnya.

    Dia menyatakan selama tiga tahun swasembada beras. Pencapaian itu mendapat pengakuan FAO, pengakuan dunia terhadap Indonesia saat Mentan presentasi sistem ketahanan pangan di Wangshinton, Amerika Serikat.

    Syahrul menghimbau kepala daerah agar melakukan buffer stock dengan membuat gudang-gudang pangan di daerahnya.

    "Kita negara tropis terbaik ditunjang dengan sistem ketahanan pangan menjadi model dunia," pungkasnya.

    Saksikan live streaming program-program BTV di sini

    Sumber: BeritaSatu.com 

    [Category Opsiin, Media Informasi]

    [Tags Featured, Pilihan, Mentan]

    Komentar
    Additional JS