Ngerinya Tragedi Halloween di Itaewon, Warga Sipil Bantu Petugas Beri CPR pada Korban di Jalanan - Tribunnews
Ngerinya Tragedi Halloween di Itaewon, Warga Sipil Bantu Petugas Beri CPR pada Korban di Jalanan - Halaman all
Tragedi mengerikan saat pesta Halloween terjadi di kawasan distrik Itaewon pada Sabtu (29/10/2022) malam.
Kala itu orang-orang saling berebut untuk keluar dari kerumunan dan terhimpit satu sama lain di gang sempit.

Video-video yang beredar di media sosial menunjukkan banyaknya korban berjatuhan hingga warga sipil harus turut membantu petugas dalam memberikan pertolongan CPR atau RJP (resusitasi jantung paru).
CPR merupakan pertolongan pertama yang diberikan kepada korban yang jantungnya berhenti.

Para warga sipil dan petugas saling bahu membahu dalam menggotong para korban ke jalanan.
Selain para petugas, para warga sipil juga turut memberikan CPR kepada para korban.

Baca juga: Imbas Tragedi Itaewon, SM Entertainment Batalkan Pesta Halloween Bertajuk SMTOWN Wonderland
Pada video lainnya juga menunjukkan seorang petugas yang berteriak meminta bantuan kepada warga sipil.
Petugas tersebut memeragakan gerakan CPR dengan tangannya ke arah warga sipil di pinggir jalan sambil berteriak minta tolong.
Kemudian satu per satu warga pun melewati batas garis polisi untuk memberikan bantuan.

Pemberian bantuan CPR kepada para korban itu terlihat dilakukan di sepanjang jalan.
Para korban tergeletak di jalanan berjajar antara satu dengan yang lainnya.
Kronologi Tragedi Halloween di Itaewon
Melansir Kompas.com dari Reuters, tragedi Itaewon terjadi sekitar pukul 22.20 waktu setempat.
Saat itu banyak orang mendatangi kawasan Itaewon untuk merayakan pesta Halloween.
Pesta Halloween tersebut merupakan pesta Halloween pertama dengan bebasnya aturan Covid-19.
Mayat para korban, diyakini menderita serangan jantung, ditutupi dengan selimut di distrik kehidupan malam populer Itaewon di Seoul pada 30 Oktober 2022. Puluhan orang menderita serangan jantung di ibukota Korea Selatan Seoul, setelah ribuan orang memadati jalan-jalan sempit di lingkungan kota Itaewon untuk merayakan Halloween, kata pejabat setempat.*Yelim LEE / AFP (Yelim LEE / AFP)Banyak pengunjung pesta yang datang mengenakan topeng dan kostum Halloween.
Pesta tersebut berubah menjadi mencekam ketika kerumunan orang dalam jumlah yang besar memadati sebuah gang.
Kemudian kerumunan tersebut saling berdesakan untuk mencari jalan keluar.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, ratusan orang memadati gang yang ukurannya sempit dan miring.
Mereka tidak bisa bergerak ketika petugas darurat dan polisi berusaha mengeluarkannya.
Baca juga: UPDATE Tragedi Halloween di Korsel, Korban Tewas Jadi 149 Orang Termasuk Warga AS
Informasi terakhir menyebutkan korban tewas sedikitnya berjumlah 149 orang.
Lebih dari 1.700 tenaga medis dikerahkan di jalanan sempit tempat di mana sekitar 100 ribu orang berdesakan menuju sebuah hotel di kawasan tersebut.
Sekitar 100 ribu orang itu yang sedang merayakan Halloween berdesakan di jalan sempit menuju hotel.
Laporan Dinas Pemadam Kebakaran setempat, para korban meninggal halloween maut di Korea itu berusia remaja atau di awal 20 tahunan.
Tragedi Itaewon ini menjadi salah satu yang terparah di Korea Selatan setelah tenggelamnya feri pada 2014 yang menewaskan 304 orang, terutama siswa sekolah menengah.
Kesaksian Korban Selamat
Seorang korban selamat tragedi Seoul, Kim menceritakan apa yang saat itu terjadi.
Kepada koran terbitan Seoul, Hankyoreh, Kim mengatakan kalau orang-orang berjatuhan dan saling tumpah tindih seperti domino.
Penyebab orang-orang itu berjatuhan karena ada gelombang massa yang mendorong mereka dari arah sebaliknya di jalan yang sempit tersebut.
Kim menceritakan kalau setelah itu, orang-orang berteriak meminta tolong. Banyak juga yang terlihat sesak napas.
Dia bahkan juga terjatuh sebelum diinjak-injak banyak orang selama sekitar 1,5 jam sebelum akhirnya diselamatkan.
Korban selamat lain, Lee Chang-kyu bercerita kalau peristiwa itu bermula dari lima atau enam orang yang mendorong satu atau dua orang lain.
Aksi mendorong itu mengakibatkan efek domino orang-orang mulai berjatuhan yang berujung kepanikan.
Dalam wawancaranya dengan kanal berita YTN, Hwang Min-hyeok yang juga sedang mengunjungi Itaewon mengaku terkejut melihat deretan mayat tergelat di gang menuju Hotel Hamilton.
Petugas medis disebutnya kewalahan, beruntung banyak warga yang mencoba menolong dengan melakukan CPR pada korban yang tergeletak di jalan sempit.
Selain itu, orang-orang juga mulai menangis di samping orang-orang yang diduga sudah meninggal.
Penyebab kekacauan masih diselidiki namun ada beberapa petunjuk yang diduga mengarah ke penyebabnya.