Perang Lawan Krisis Pangan, Dua Kali Luhut Minta Warga Tanam Cabai di Rumah Sendiri | merdeka
Perang Lawan Krisis Pangan, Dua Kali Luhut Minta Warga Tanam Cabai di Rumah Sendiri | merdeka.com

Advertisement
Merdeka.com - Pemerintah Jokowi-Ma'ruf berulang kali mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi krisis pangan di 2023. Tak hanya masyarakat, Jokowi juga meminta jajarannya untuk hati-hati membuat kebijakan di tengah ancaman resesi dunia.
Presiden Jokowi sendiri telah mengingatkan situasi dunia yang sedang sulit. Menurutnya, 66 negara berada pada posisi yang rentan kolaps atau jatuh.
"Situasi saat ini adalah situasi yang tidak mudah. Situasi yang sangat-sangat sulit untuk semua negara. Lembaga-lembaga internasional menyampaikan 66 negara berada pada posisi yang rentan untuk kolaps," kata Jokowi dalam acara Kongres Legiun Veteran Indonesia (LVRI) di Plaza Semanggi, Balai Sarbini, Jakarta, Selasa (11/10).
Advertisement
Kepala negara menyatakan, 345 juta orang di 82 negara menderita kelaparan. Dia berkata, ada krisis pangan yang sedang dialami dunia. "Saat ini 345 juta orang di 82 negara menderita kekurangan akut dan kelaparan, artinya ada krisis pangan," ujar eks Wali Kota Solo itu.
Selain itu, Jokowi mendapat kabar dari Washington DC bahwa ada 28 negara yang meminta pertolongan kepada Dana Moneter Internasional (IMF) untuk dibantu perekonomiannya. Ditambah lagi, ada perang Rusia Ukraina yang belum berakhir.
Mengantisipasi krisis pangan di Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan punya strategi tersendiri. Yaitu, meminta masyarakat untuk menanam cabai dan sayur-sayuran di halaman rumah. Luhut bahkan tercatat sudah dua kali mengingatkan hal ini.
Luhut Lapor Jokowi Minta Masyarakat Tanam Cabai di Rumah
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, kenaikan inflasi pangan saat ini dipicu oleh kenaikan harga aneka cabai dan bawang merah.
"Kita ini kampungan juga ini. Kalau dilihat inflasi pokok kita hanya 2,84 persen karena harga cabai dan bawang merah ini mempengaruhi inflasi," ungkap Luhut saat mengisi Kuliah Umum di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (19/8).
Luhut pun mengaku telah memberikan usulan kepada Presiden Joko Widodo untuk menekan kenaikan inflasi di sektor pangan. Salah satunya meminta semua desa menanam sendiri cabai dan bawang merah agar inflasi bisa dikendalikan di kisaran 4 persen.
"Saya lapor ke Pak Presiden, 'Pak semua desa ini suruh saja tanam cabai dan bawang supaya inflasi kita bisa dikendalikan sekitar 4 persen," cerita Luhut.
Advertisement
Perang Rakyat Semesta
Kedua kalinya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menganjurkan kepada masyarakat untuk menanam cabai dan sayur-sayuran sendiri di rumah. Dalam istilah tentara, ini dikenal dengan 'perang rakyat semesta'.
Di mana artinya yaitu masyarakat sudah sepatutnya menanam cabai atau sayuran di rumah masing-masing demi membantu ketahanan pangan nasional.
"Kita anjurkan orang menanam cabai sendiri, sayur sendiri di rumah, istilah tentara 'perang rakyat semesta' kita menghadapi ini semua harus satu padu supaya jangan sampai (terjadi) masalah kekurangan pangan," ujar Luhut di Thamrin Jakarta Pusat, Rabu (12/10).
Dia menambahkan, ketahanan pangan Indonesia selaras dengan ketahanan ekonomi. Dia tidak menampik analisa para ekonom di dunia yang menyampaikan bahwa negara-negara di dunia akan mengalami kondisi ekonomi sulit, khususnya resesi.
Namun di satu sisi, Luhut berpandangan bahwa ketangguhan ekonomi Indonesia tidak akan ada artinya jika seluruh negara di dunia ambruk karena krisis. Sebab hal tersebut juga akan berdampak terhadap Indonesia. "Sekuat-kuat kita pun kalau semua runtuh kan kita juga enggak bisa berdiri sendiri," ungkapnya.

[Category Opsiin, Media Informasi][Tags Luhut Binsar Pandjaitan, Featured, Pilihan,Cabai]