Sinopsis dan Review Can’t Write!? A Life Without Scenario - Bacaterus
Sinopsis dan Review Can't Write!? A Life Without Scenario

Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.
Keisuke Yashimaru cukup nyaman dengan pekerjaannya sebagai bapak rumah tangga. Terhitung sudah lima tahun sejak dia memutuskan berhenti bekerja di perusahaan real estate. Dulu di waktu senggangnya, Keisuka menyempatkan diri untuk menulis naskah, sesuatu yang dia sukai. Dia juga sempat terlibat sebagai penulis cadangan dalam pembuatan naskah serial.
Dengan pengalaman yang minim dan nama yang tidak besar dalam dunia itu, Keisuke menerima tawaran untuk menulis naskah di jam tayang utama. Tawaran tersebut datang karena tidak ada penulis lain yang bersedia; Keisuke adalah pilihan paling sisa dan terakhir. Mampukah Keisuke kembali menekuni passion-nya? Sinopsis dan ulasan Can't Write!? A Life Without Scenario (2021) di bawah ini akan memberimu sedikit bocoran.
Keisuke Yoshimaru sudah tiga bulan terakhir menganggur. Sebelumnya dia seorang penulis naskah acara televisi tapi belum punya pengalaman untuk menulis naskah film atau drama internet. Singkatnya dia adalah penulis naskah kualitas dua.
Keisuke tinggal di perkotaan, di sebuah bangunan bertingkat dengan empat kamar bersama istrinya, Nami, Erika, putrinya yang duduk di SMA, dan putranya, Sora, yang duduk di bangku kelas tiga SD.
Lalu bagaimana penulis naskah kualitas dua bisa tinggal di rumah yang cukup besar? Jawabannya adalah karena istrinya merupakan penulis novel terkenal dengan nama pena Ririko Kosaka. Namilah yang membeli rumah tersebut menggunakan hasil penjualan novelnya. Sang istri pula yang menjadi tulang punggung keluarga, sementara Keisuke mengerjakan pekerjaan rumah.
Hari itu saat Keisuke memasak makan siang, sekretaris Nami bernama Yukari Hatano datang ke rumah mereka. Hatano mengatur jadwal Nami yang padat, mulai dari menjadi panel pada sebuah diskusi, menulis kolom untuk satu majalah sampai menulis esai. Saat sedang asyik bekerja, makan siang yang dimasak Keisuke siap disantap.
Nami memuji masakan suaminya, begitu pula Hatano. Menurut Hatano masakan Keisuke terlalu enak untuk ukuran bapak rumah tangga. Keisuke tak suka dipanggil sebagai bapak rumah tangga. Dia lebih menyukai dipanggil penulis naskah, walau secara resmi sudah lima tahun dia berhenti sebagai penulis.
Selama lima tahun Keisuke adalah penulis cadangan untuk dua episode drama televisi. Keisuke membantu penulis utama saat mereka buntu dengan jalan ceritanya. Keisuke tampak baik-baik saja padahal sebagai seseorang yang menyebut dirinya seorang penulis naskah tak banyak karya yang dihasilkan selama lima tahun.
Nami juga santai ketika Hatano heran mengapa Keisuke tidak mengembangkan bakatnya. Nami memahami kalau suaminya itu kurang berambisi. Berbeda dengan penulis lain yang mendambakan drama di jam tayang utama, Keisuke merasa itu mustahil untuknya karena menulis satu episode saja sudah sangat menyusahkan.
Dia menyadari kemampuannya yang tak bisa menulis naskah serial sendirian. Lagipula jika dia sibuk dengan penulisan serial, Nami harus mengurangi pekerjaan untuk mengurus rumah. Hatano tak ingin itu terjadi, dia membiarkan Keisuke menjalani hidupnya seperti sekarang, sebagai bapak rumah tangga, mantan penulis naskah saja.
Tak lama ponsel Keisuke berdering. Shoji dari Tozai TV menghubunginya. Shoji menawarinya sebuah proyek serial yang akan tayang di jam utama. Mereka ingin Keisuke menjadi penulis utamanya. Keisuke akhirnya memutuskan datang ke Tozai TV.
Dengan gugup dia berkenalan dan tukar kartu nama dengan Shoji, Matsuo selaku Asisten Produser dan Tsuno sebagai sutradara. Pekerjaan yang ditawakan pada Keisuke sebenarnya milik Joichi Gomil, seorang penulis naskah cukup terkenal.
Sayang, Gomil mengalami patah pinggul saat bermain golf. Tim produksi pun bergegas mencari pengganti tapi semua penulis terkenal sedang sibuk. Selain itu waktu yang disediakan juga hanya beberapa bulan, sehingga tak ada yang bersedia karena takut dengan deadline-nya. Mereka sudah menghubungi penulis-penulis terkenal tersebut tapi tak ada jawaban.
Shoji putus asa karena harus segera menemukan penulis naskah sehingga menurunkan standarnya dan siapa pun boleh asal bisa menulis. Proyek serial ini ternyata belum memiliki konsep dan judul tapi pemainnya sudah disediakan. Mereka adalah Hayato Yagami, Maria Kinoshita dan Dandoro Danda; pemain-pemain terkenal yang sukses di jam tayang utama.
Melihat kondisinya, Keisuke tidak yakin proyek tersebut bisa dikerjakan, begitupun dengan tim produksi. Sebab itulah mereka menghubungi Keisuke. Shoji langsung memintanya untuk memikirkan konsep dan menulis cerita episode pertama pekan depan, sementara untuk plot, Keisuke diminta menyelesaikannya esok hari. Belum sempat mengutarakan kebingungannya, mereka pergi meninggalkan Keisuke yang hanya bisa mematung.
Sampai di rumah, Nami mendukungnya secara penuh. Dia meminta Keisuke tak usah memikirkan pekerjaan rumah dan hanya fokus pada pekerjaannya ini. Nami dengan sigap menyiapkan makan malam untuk anak-anak. Erika yang baru pulang sekolah kaget melihat ibunya di dapur.
Sora lalu menjelaskan bahwa ayah mereka akan mulai sibuk karena menerima pekerjaan untuk menulis naskah di jam tayang utama dengan aktor terkenal sebagai pemainnya. Erika malah bertanya mengapa pekerjaan itu diberikan pada sang ayah.