Dunia Internasional, Konflik Timur Tengah
AS Kutuk Serangan Houthi Tangkap 7 Staf PBB di Yaman

-
Staf tambahan PBB ditangkap kelompok Houthi di Yaman, di tengah serangan kelompok tersebut yang terus berlanjut. Departemen Luar Negeri AS mengutuk penangkapan 7 orang staf PBB tersebut.
Dilansir AFP, Minggu (26/1/2025), Departemen Luar Negeri AS menyerukan pembebasan semua tahanan, termasuk tujuh pekerja PBB yang ditangkap pada hari Kamis. Departemen Luas Negeri AS juga mengecam "kampanye teror" oleh kelompok pemberontak tersebut.
"Penggerebekan terbaru terhadap Houthi ini menunjukkan itikad buruk dari klaim kelompok teroris tersebut untuk mencari de-eskalasi dan juga mengolok-olok klaim mereka untuk mewakili kepentingan rakyat Yaman," kata Departemen Luar Negeri dalam pernyataannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Departemen Luar Negeri AS juga menyoroti perintah eksekutif yang ditandatangani Presiden Donald Trump minggu ini yang menempatkan Houthi kembali ke dalam daftar organisasi teroris asing AS.
Houthi yang didukung Iran telah menahan puluhan staf dari PBB dan organisasi kemanusiaan lainnya, sebagian besar sejak pertengahan tahun lalu.
Lebih lanjut, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menyerukan pembebasan "segera dan tanpa syarat" semua staf bantuan yang ditahan di Yaman, tempat krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung telah membuat negara itu terhuyung-huyung setelah satu dekade perang.
Kelompok Houthi, yang mengatakan mereka bertindak sebagai bentuk solidaritas dengan Palestina, telah menyerang rute pelayaran Laut Merah dan menembaki Israel sejak pecahnya perang Gaza, yang memicu serangan balasan dari pasukan AS, Israel, dan Inggris.
Sebelumnya kelompok Houthi yang menguasai Yaman menahan 7 orang staff PBB. PBB lalu menangguhkan semua gerakan staf PBB di daerah tersebut sambil mengupayakan pembebasan para tahanan.
7 personel PBB tersebut ditangkap di wilayah ibu kota Sanaa.
"PBB akan terus bekerja melalui semua saluran yang memungkinkan untuk mengamankan pembebasan yang aman dan segera bagi mereka yang ditahan secara sewenang-wenang," kata Guterres dalam sebuah pernyataan.
Houthi, yang berpihak pada Iran, telah menyerang pengiriman barang di Laut Merah, yang memicu serangan udara dari Amerika Serikat dan Inggris. PBB juga mengeluhkan Juni lalu bahwa kelompok tersebut telah menahan 11 anggota stafnya.
Simak Video: Trump Tetapkan Houthi sebagai Organisasi Teror, Ini Respons Yaman
(yld/idn)
Hoegeng Awards 2025
Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu
Komentar
Posting Komentar