0
News
    Home Dunia Internasional Featured Israel Konflik Timur Tengah Mesir Palestina Pilihan

    Mesir Tolak Terima 20 Warga Palestina yang Dibebaskan Israel - Sindonews

    2 min read

     Dunia Internasional, Konflik Timur Tengah 

    Mesir Tolak Terima 20 Warga Palestina yang Dibebaskan Israel

    Tank-tank Mesir dikerahkan di dekat Rafah. Foto/new indian

    KAIRO 

    - Radio Kan Reshet Bet Israel melaporkan Mesir menolak menerima 20 warga Palestina yang dibebaskan dalam kesepakatan gencatan senjata.

    Beberapa di antara warga Palestina itu menjalani hukuman seumur hidup di penjara Israel sebelum dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan antara pemerintah pendudukan Israel dan Hamas.

    Stasiun radio penyiaran publik Israel tersebut menambahkan para tahanan tersebut telah menunggu di Rumah Sakit Eropa di Khan Yunis, Gaza, sejak pembebasan mereka sekitar sepekan yang lalu.

    Laporan tersebut mengindikasikan warga Palestina tersebut dibebaskan sebagai bagian dari gelombang ketiga dalam fase pertama perjanjian gencatan senjata, yang sejalan dengan pembebasan tawanan Israel Agam Berger, Arbel Yehud, dan Gadi Moshe Moses.

    Stasiun tersebut mencatat, "Mereka awalnya dimaksudkan untuk dipindahkan ke luar negeri."

    Menurut perjanjian tersebut, sejauh ini Israel telah mendeportasi sekitar 100 warga Palestina, dengan Mesir bertindak sebagai titik transit berdasarkan perannya sebagai mediator perjanjian gencatan senjata.

    Namun Kairo mengatakan warga Palestina yang dibebaskan yang sudah berada di wilayahnya harus dipindahkan sebelum yang lain diterima.

    Kan Reshet Bet, mengutip sumber anonim yang mengetahui situasi tersebut, melaporkan 15 warga Palestina dipindahkan dari Mesir ke Turki pekan ini.

    Di antara mereka yang masih berada di Gaza adalah Mohammed Abu Warda, yang menjalani 48 hukuman seumur hidup, jumlah hukuman seumur hidup tertinggi di antara mereka yang dibebaskan sejauh ini.

    Israel menuduh Abu Warda terlibat dalam operasi yang dipimpin Hamas pada tahun 1990-an, termasuk dua pemboman bus di Rute 18 Yerusalem pada tahun 1996, yang menewaskan 44 warga Israel.

    Kelompok tersebut juga mencakup Sami Jaradat dari Jihad Islam, yang dituduh Israel sebagai salah satu dalang di balik serangan restoran Maxim pada tahun 2003, yang mengakibatkan kematian 21 warga Israel.

    Baca Juga

    Bisakah Perusahaan Investasi Jared Kushner Hubungkan Uang Teluk dengan Rencana Trump Caplok Gaza?

    (sya)

    Komentar
    Additional JS