Reservasi Hotel di Yogyakarta Jeblok Saat Libur Lebaran, Pengusaha Hotel Hanya Bisa Bertahan 3 sampai 6 Bulan - Kompas - Opsiin

Informasi Pilihanku

test banner

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Reservasi Hotel di Yogyakarta Jeblok Saat Libur Lebaran, Pengusaha Hotel Hanya Bisa Bertahan 3 sampai 6 Bulan - Kompas

Share This

 

Reservasi Hotel di Yogyakarta Jeblok Saat Libur Lebaran, Pengusaha Hotel Hanya Bisa Bertahan 3 sampai 6 Bulan

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengeluhkan penurunan signifikan pada tingkat reservasi hotel selama periode libur Lebaran tahun ini.

Hingga menjelang Lebaran, Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, mengatakan, jumlah reservasi hotel di Yogyakarta baru terisi sekitar 5 hingga 20 persen.

"Lebaran tinggal beberapa hari, reservasi kita baru 5-20 persen untuk periode 26 Maret hingga 1 April. Kemudian, untuk tanggal 1 hingga 4 April, baru mencapai 40 persen," kata Deddy pada Selasa (25/3/2025).

Baca juga: Usai Dicopot, Kapolsek Kayangan Langsung Diperiksa Terkait Kasus Bunuh Diri RW

Agenda Prabowo Saat Lebaran, Shalat di Istiqlal lalu Gelar Acara di Istana

Angka ini, menurut Deddy, jauh berbeda dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, di mana tingkat reservasi bisa mencapai 60 hingga 70 persen pada waktu yang sama.

"Ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun lalu, di mana pada libur Lebaran tahun lalu, reservasi bisa mencapai 60-70 persen," tambahnya.

Deddy berharap bahwa pada hari H, wisatawan yang datang ke Yogyakarta dapat langsung memesan kamar hotel tanpa melalui proses reservasi sebelumnya, yang dapat membantu meningkatkan hunian hotel di DIY.

"Semoga di hari H nanti, wisatawan tidak hanya mengandalkan reservasi, tetapi juga langsung memesan di hotel yang mereka tuju," ujarnya.

Rendahnya tingkat reservasi ini, menurut Deddy, diperparah oleh tidak adanya kegiatan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions) yang biasanya digelar oleh pemerintah atau sektor swasta.

"MICE swasta yang biasanya ramai juga menurun. Daya beli masyarakat pun kami rasakan ikut menurun," kata dia.

Kondisi ini membuat para pengusaha hotel semakin terdesak. Deddy mengungkapkan bahwa hotel-hotel di DIY hanya dapat bertahan antara 3 hingga 6 bulan tanpa melakukan PHK terhadap karyawan mereka.

"Kami hanya bisa bertahan 3 sampai 6 bulan tanpa PHK. Ini adalah warning bagi pemerintah," ujarnya.

“Karena kita sudah tidak bisa apa-apa lagi, kami hanya bisa memberi gaji karyawan berdasarkan jumlah tamu yang ada. Tabungan kami sudah habis,” ungkap Deddy.

Selain itu, Deddy juga menyebutkan bahwa okupansi hotel di DIY tetap rendah sepanjang tahun, termasuk selama bulan Maret yang hanya mencapai 5 hingga 15 persen.

"Di bulan Januari, okupansi masih mencapai 60-70 persen, tetapi pada Februari turun menjadi 50 persen dan Maret jeblok," tutupnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sejarah, Arti, dan Makna Istilah Lebaran yang Hanya Ada di Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here