Peristiwa, Kriminal,
Ditinggal Mudik, Kas Pengajian Rp 1 Juta dan Uang Angpao Diembat Maling - Radar Banyuwangi

SEMPU, Jawa Pos Radar Genteng – Nahas menimpa Wahyuni, 45, warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu. Saat dia dan keluarga mudik ke Jember, rumahnya dibobol maling. Akibatnya, uang tunai senilai Rp 1 juta pun raib.
Ironisnya lagi, uang tersebut bukan milik pribadi Wahyuni, melainkan uang kas pengajian. Tidak hanya itu, maling itu juga mengembat uang angpao milik anak Wahyuni.
”Yang diambil uang kas pengajian yang saya simpan di kamar dan uang angpao milik anak saya. Amplopnya dirobek dan uangnya diambil,” ujarnya di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Sempu kemarin (2/4).
Meski kerugiannya tidak besar, Wahyuni mengaku resah lantaran maling tersebut tergolong nekat. Pencuri tersebut diduga masuk ke rumahnya melalui ventilasi udara di dapur. ”Ventilasi dari jaring kawat itu dirusak. Kemudian dia (maling) masuk lewat situ dengan memanjat kursi,” jelasnya.Apalagi, masih kata dia, pencurian di rumahnya tergolong sering. Ia mengaku kerap kehilangan uang tunai maupun barang yang ada di rumahnya. "Selama ini tidak pernah yang seperti ini (dibobol). Kalau sudah seperti ini berarti kan kriminal, harus ada efek jera, makanya saya berani laporan," ungkapnya.
Wahyuni menceritakan pencurian itu ia ketahui saat baru pulang setelah mudik Senin (1/3) malam pukul 22.30. Saat baru sampai rumah, dia merasa curiga ketika melihat pintu samping rumahnya tidak terkunci. "Pintu yang semula saya kunci dari dalam, tiba-tiba saat kami sampai rumah hanya diganjal pakai kertas," tuturnya.
Benar saja, kecurigaan itu terjawab saat ia melihat ventilasi udara di dapur sudah berlubang. Selain itu, beberapa bahan dapur berserakan diduga terinjak si maling saat turun dari lubang ventilasi. "Kami mudik sejak malam takbir (Minggu, 30/3). Pintu rumah semua kami kunci,” ungkap dia.
Melihat ada keanehan, Wahyuni langsung masuk ke kamarnya. Ia kaget saat melihat tas tempat dia menaruh uang kas pengajian sudah diacak-acak. "Selain tas itu, lemari saya juga diacak-acak. Kamar anak saya juga, ada banyak robekan amplop dan uang yang berserakan," tandasnya.
Wahyuni menduga aksi pencurian yang sudah berulang itu dilakukan oleh ulah anak nakal di sekitar kampungnya. Meski tidak tau secara spesifik, itu dilihat dari jejak kaki yang berukuran kecil menempel di kursi luar rumahnya. “Kursi itu kemungkinan dipakai maling untuk naik ke ventilasi," katanya.
Selain itu, maling tersebut juga terkesan hanya mengincar uang tunai saja. Sebab,ada banyak barang berharga lain seperti ponsel, perhiasan, dan kendaraan bermotor namun tidak diembat. "Sepeda motor ada lima tidak dicuri, padahal kuncinya masih menempel semua," tandasnya.
Anggota Polsek Sempu langsung memberikan respons cepat dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). "Olah TKP sudah dilakukan, dan saat ini lngsung kami lakukan penyelidikan," kata Kanitreskrim Polsek Sempu, Aipda Insan Fadli. (sas/sgt/c1)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar