Kepung Taiwan, China: Merdeka Artinya Perang - CNN Indonesia - Opsiin

Informasi Pilihanku

demo-image

Post Top Ad

demo-image

Kepung Taiwan, China: Merdeka Artinya Perang - CNN Indonesia

Share This
Responsive Ads Here

 Dunia Internasional, 

Kepung Taiwan, China: Merdeka Artinya Perang

Redaksi, CNBC Indonesia
Rabu, 02/04/2025 12:15 WIB

sebuah-kapal-angkatan-laut-di-bawah-komando-teater-timur-tentara-pembebasan-rakyat-china-pla-ikut-serta-dalam-patroli-kesiapan_169
Foto: Sebuah kapal Angkatan Laut di bawah Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) ikut serta dalam patroli kesiapan tempur dan latihan "Joint Sword" di sekitar Taiwan, di lokasi yang dirahasiakan dalam gambar selebaran yang dirilis pada 8 April 2023. (via REUTERS/HANDOUT)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tentara China mengepung Taiwan dalam sebuah latihan militer gabungan yang diikuti oleh angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan roket. Latihan militer itu disertai dengan peringatan "kemerdekaan Taiwan berarti perang."

China merancang latihan militer tersebut untuk memamerkan strategi "mengepung Taiwan dari semua arah."

Juru bicara Kantor Urusan Taiwan di pemerintahan China, Zhu Fenglian menyatakan latihan militer adalah hukuman atas provokasi yang dilakukan oleh pemerintahan Presiden Taiwan Lai Ching-te.

"Kemerdekaan Taiwan berarti perang dan mengikuti agenda itu berarti menjerumuskan penduduk Taiwan ke bahaya peperangan," kata Zhu seperti dikutip CNBC International, Rabu (2/4/2025).

Pilihan Redaksi

Dalam latihan gabungan, tentara China melakukan simulasi serangan ke target di laut dan di darat serta melakukan blokade jalur-jalur perairan di sekitar Taiwan.

"Elemen dari pengumuman menggambarkan bahwa ini bakal menjadi latihan besar besaran," kata Lyle Morris, peneliti dari Asia Society.

Morris menduga provokasi yang dimaksud oleh tentara China adalah pernyataan Presiden Taiwan yang menyebut China sebagai "kekuatan musuh asing."

China sampai saat ini mengakui Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan siap mengambil alih pulau tersebut dengan kekuatan militer. Di sisi lain, pemerintah terpilih di Taiwan terus menolak diklaim oleh Beijing.

Pemicu lainnya dari gelar latihan militer di Taiwan adalah komitmen Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pet Hegseth untuk memperkuat kerja sama militer dengan Jepang dan Filipina.

Dalam rangkaian kunjungan ke Asia, Hegseth menjanjikan sistem rudal, pasukan, dan sumber daya militer AS lainnya untuk membangun pertahanan di wilayah Asia Pasifik untuk menandingi China. 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Taiwan, Hsiao Kuang-wei merespons komitmen Hegset dengan pernyataan bahwa Taiwan "menyambut baik dan menghargai" dukungan berkelanjutan dari negara yang berpandangan sama yaitu menjaga stabilitas dan perdamaian di Selat Taiwan.

Kementerian Pertahanan Taiwan, dalam unggahan di akun X, menyatakan bahwa mereka mendeteksi 19 kapal bergerak di sekeliling Taiwan pada Selasa pagi (2/4/2025).


(dem/dem)
Comment Using!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pages