Dinamika Global Masih Tinggi, Puan Ingatkan Pemerintah Waspada - Beritasatu
Dinamika Global Masih Tinggi, Puan Ingatkan Pemerintah Waspada

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani meminta pemerintah mewaspadai dinamika perekonomian global yang semakin kompleks. Peringatan ini ia sampaikan dalam Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).
Menurut Puan, situasi ekonomi dunia saat ini berada dalam kondisi menantang akibat berbagai faktor, mulai dari konflik geopolitik, perang dagang, hingga ketimpangan ekonomi.
"Kita dihadapkan pada ketegangan dan konflik geopolitik, perang dagang, krisis iklim dan energi, ketimpangan ekonomi yang semakin tajam, disrupsi teknologi, serta pergeseran kekuatan global," ungkap Puan.
Ia menegaskan, Indonesia seperti banyak negara lain tidak terlepas dari pusaran tantangan global tersebut. Oleh karena itu, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu memiliki pijakan kokoh dan arah yang jelas untuk melindungi kepentingan bangsa.
Puan menilai, Indonesia membutuhkan pondasi kedaulatan, kemandirian, dan kebangsaan agar mampu berdiri tegak di tengah perubahan dunia tanpa kehilangan cita-cita nasional.
"Pondasi kedaulatan tidak hanya berarti menjaga batas wilayah, tetapi juga memastikan arah kebijakan luar negeri dan ekonomi nasional ditentukan secara mandiri," jelasnya.
Dalam era multipolar saat ini, Puan meminta Indonesia menempatkan diri secara strategis di forum internasional untuk memperjuangkan kepentingan nasional, baik dalam isu lingkungan, ekonomi, geopolitik, perdagangan global, hingga tata kelola dunia.
"Memperkuat pondasi kemandirian bukan berarti menutup diri dari dunia, melainkan membangun kekuatan domestik agar tidak rapuh menghadapi tekanan eksternal," papar Puan.
Ia menambahkan, kemandirian nasional menuntut langkah nyata seperti pembangunan sektor pangan, energi, manufaktur, dan teknologi strategis. Namun, kemandirian tidak hanya soal infrastruktur atau modal, melainkan juga kualitas sumber daya manusia.
"Karena itu, investasi pada pendidikan, penguasaan teknologi, dan pembangunan karakter bangsa menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi kemandirian," pungkas Puan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu