130.000 Orang Hilang Misterius di Negara Ini, Apa Pemicunya? | Sindonews Lengkap
Dunia Internasional,
130.000 Orang Hilang Misterius di Negara Ini, Apa Pemicunya? | Halaman Lengkap
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Senin, 01 September 2025 - 02:20 WIB
Lebih dari 130.000 orang hilang misterius di Meksiko. Foto/X/@PagerFella69
- Ribuan orang telah menggelar protes di seluruh
Meksikountuk menyoroti banyaknya kasus penghilangan paksa di negara itu. Mereka menuntut tindakan lebih lanjut dari para pejabat untuk mengatasinya.
Keluarga dan teman-teman orang hilang, serta aktivis hak asasi manusia, berbaris di jalan-jalan Mexico City, Guadalajara, Córdoba, dan kota-kota lainnya menuntut keadilan dan mendesak pemerintahan Presiden Claudia Sheinbaum untuk membantu menemukan orang-orang terkasih mereka yang hilang.
130.000 Orang Hilang Misterius di Negara Ini, Apa Pemicunya?
1. Dipicu Perang Melawan Narkoba
Lebih dari 130.000 orang telah dilaporkan hilang di Meksiko. Hampir semua kasus penghilangan paksa terjadi sejak 2007, ketika Presiden Felipe Calderón saat itu melancarkan "perang melawan narkoba".
Dalam banyak kasus, mereka yang hilang telah direkrut secara paksa ke dalam kartel narkoba – atau dibunuh karena melawan.
Baca Juga: Mengapa Perang Ukraina Terus Berlanjut?
2. Dipaksa Bergabung dengan Kartel Narkoba
Meskipun kartel narkoba dan kelompok kejahatan terorganisir merupakan pelaku utama, pasukan keamanan juga disalahkan atas kematian dan penghilangan paksa.
Melansir BBC, tersebar luasnya kota, negara bagian, dan kotamadya tempat demonstrasi diadakan menggambarkan sejauh mana masalah penghilangan paksa memengaruhi komunitas dan keluarga di seluruh Meksiko.
Dari satu ujung ke ujung negara – dari negara bagian selatan seperti Oaxaca hingga utara seperti Sonora dan Durango – ribuan aktivis dan anggota keluarga orang hilang berunjuk rasa membawa plakat bergambar wajah kerabat mereka, untuk menuntut pihak berwenang bertindak lebih lanjut dalam menangani masalah ini.
Di Mexico City, pawai tersebut membuat lalu lintas di ibu kota macet total, sementara protes bergerak menuju jalan utama.
3. Mencari Kuburan Massal
Banyak keluarga terdampak telah membentuk tim pencari, yang dikenal sebagai "buscadores", yang menyisir pedesaan dan gurun-gurun di Meksiko utara, mengikuti informasi, seringkali dari kartel itu sendiri, mengenai keberadaan kuburan massal.
Para buscadores melakukan pencarian dan aktivitas mereka dengan risiko pribadi yang besar. Menyusul penemuan baru-baru ini di negara bagian Jalisco atas sebuah peternakan narkoba oleh sebuah kelompok pencari, beberapa buscadores yang terlibat menghilang.
Kantor Jaksa Agung Negara Bagian kemudian menyimpulkan bahwa tidak ada bukti krematorium di lokasi tersebut.
4. Jadi Tragedi Kemanusian Terburuk
Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebutnya sebagai "tragedi kemanusiaan yang sangat besar".Meksiko sedang mengalami tingkat penghilangan paksa yang melampaui beberapa negara dengan jumlah korban terburuk di Amerika Latin.
Sekitar 40.000 orang hilang dalam perang saudara Guatemala yang berlangsung selama 36 tahun, yang berakhir pada tahun 1996. Diperkirakan 30.000 orang hilang di Argentina di bawah kekuasaan militernya antara tahun 1976 dan 1983.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com,
Klik Disiniuntuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

Negara-negara Ini Melakukan PHK Massal PNS, Indonesia Menyusul?