0
News
    Home Featured LPDP Pendidikan Pendidikan Tinggi Spesial

    Anggota DPR RI Komisi XI Primus Bongkar Kejanggalan Penerimaan Beasiswa LPDP REPORTASE Indonesia,

    2 min read

     

    Anggota DPR RI Komisi XI Primus Bongkar Kejanggalan Penerimaan Beasiswa LPDP


    REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Anggota Komisi XI DPR RI, Primus Yustisio, melontarkan kritik tajam terkait proses penerimaan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang menurutnya masih menyisakan berbagai kejanggalan dan kurang transparan.

    Mantan artis hits era 2000-an ini menegaskan bahwa publik berhak mengetahui kriteria kelulusan secara jelas, termasuk alasan kenapa seorang calon dengan prestasi akademik tinggi justru gagal lolos, sementara yang lain yang dianggap kurang kompeten bisa lolos tanpa penjelasan yang transparan.

    Primus menyatakan bahwa seleksi beasiswa seharusnya berjalan berdasarkan prinsip meritokrasi tanpa adanya faktor-faktor yang tidak jelas yang dapat mencederai semangat keadilan. Dia bahkan mendorong LPDP untuk melakukan terobosan baru dalam sistem seleksi agar anak-anak berprestasi dari seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah Timur, mendapatkan peluang yang sama untuk bisa meraih pendidikan tinggi.

    “Kami meminta agar LPDP mempublikasikan secara terbuka kriteria penilaian, bobot setiap aspek seleksi, dan alasan spesifik mengapa seorang pendaftar diterima atau ditolak,” tegas Primus di jakarta, (13/9/3025).

    Hal ini sebagai bentuk transparansi yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap LPDP. Menurutnya, beasiswa juga seharusnya lebih memprioritaskan peserta dari kalangan tidak mampu namun memiliki prestasi agar akses pendidikan tinggi dapat lebih merata.

    Primus menegaskan bahwa kritiknya bukan untuk menjatuhkan pihak manapun, tapi semata-mata untuk memperjuangkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia agar memiliki akses pendidikan yang setara dan tidak diskriminatif. Bahkan jika harus menghadapi serangan buzzer, Primus menyatakan dirinya tak takut karena memang tidak menggunakan media sosial dan fokus pada tujuan mulianya dalam menyuarakan aspirasi masyarakat. (utw)

    Related Topics:
    Komentar
    Additional JS