0
News
    Home Donald Trump Dunia Internasional Featured Istimewa PBB Prabowo Subianto Spesial Zero Emisi

    Momen Bersejarah: Prabowo Tegaskan Komitmen Zero Emisi di PBB, Kontras dengan Kritik Trump - Merdeka

    5 min read

     Dunia Internasional, 

    Momen Bersejarah: Prabowo Tegaskan Komitmen Zero Emisi di PBB, Kontras dengan Kritik Trump

    Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk mencapai target Zero Emisi di Sidang Umum PBB, meski Donald Trump menyebut energi bersih sebagai 'tipuan'. Bagaimana Indonesia mewujudkannya?

    Momen Bersejarah: Prabowo Tegaskan Komitmen Zero Emisi di PBB, Kontras dengan Kritik Trump
    Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk mencapai target Zero Emisi di Sidang Umum PBB, meski Donald Trump menyebut energi bersih sebagai 'tipuan'. Bagaimana Indonesia mewujudkannya? (©Merdeka.com)

    Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto baru-baru ini menyampaikan pidato penting di Sidang Ke-80 Majelis Umum PBB di New York. Dalam kesempatan tersebut, beliau menegaskan kembali komitmen kuat Indonesia untuk mencapai target zero emisi.

    Pernyataan ini disampaikan dari podium General Assembly Hall, Markas PBB, pada Selasa (23/9) waktu setempat. Prabowo menekankan bahwa Indonesia akan memenuhi target yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Paris 2015.

    Komitmen Indonesia ini menjadi sorotan global, terutama karena kontras dengan pandangan mantan Presiden AS Donald Trump. Trump sebelumnya mengkritik visi energi bersih sebagai sebuah 'tipuan'.

    Indonesia Targetkan Zero Emisi Lebih Cepat dari Jadwal

    Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyatakan optimisme bahwa Indonesia dapat mewujudkan net-zero emission lebih cepat dari target awal tahun 2060. "Kami menargetkan untuk mencapai net-zero emission pada tahun 2060 dan kami percaya diri, kami dapat mewujudkan net-zero emission itu lebih cepat," kata Presiden Prabowo.

    Untuk mencapai target ambisius zero emisi ini, Indonesia telah mengambil berbagai langkah konkret. Salah satunya adalah mereboisasi 12 juta hektare lahan hutan yang telah rusak.

    Selain itu, pemerintah juga berupaya menekan kasus deforestasi dan degradasi lahan hutan secara signifikan. Langkah ini juga diiringi dengan memperkuat masyarakat lokal melalui penyediaan pekerjaan yang ramah lingkungan.

    Prabowo menambahkan bahwa Indonesia secara pasti berpindah dari pembangunan berbasis bahan bakar fosil menuju energi baru dan terbarukan. "Mulai tahun depan, sebagian besar tambahan kapasitas listrik kami diperoleh dari pembangkit listrik berbasis energi baru dan terbarukan," ujarnya.

    Kontras Pandangan: Trump Sebut Energi Bersih 'Tipuan'

    Visi Indonesia untuk mencapai zero emisi dan mewujudkan energi bersih ini berbanding terbalik dengan pandangan mantan Presiden AS Donald Trump. Trump secara terbuka menyindir komitmen transisi menuju energi bersih sebagai "tipuan".

    Ia bahkan menyebut energi baru dan terbarukan sebagai sebuah "candaan" (joke). Trump secara spesifik mengkritik pembangkit listrik tenaga bayu/angin, dengan alasan biaya operasionalnya yang mahal.

    Dalam pidatonya, Trump juga secara terang-terangan membela penggunaan batu bara. Ia menyebut batu bara, yang merupakan bahan bakar fosil, sebagai "batu bara yang bersih dan indah".

    Perbedaan pandangan ini menyoroti perdebatan global yang masih berlangsung mengenai jalur terbaik untuk mengatasi perubahan iklim dan mencapai keberlanjutan energi.

    Momen Bersejarah bagi Diplomasi Indonesia di PBB

    Pidato Presiden Prabowo di Sidang Ke-80 Majelis Umum PBB merupakan momen bersejarah bagi Indonesia. Ini adalah kali pertama dalam 10 tahun terakhir Indonesia diwakili langsung oleh kepala negaranya dalam Sidang Majelis Umum PBB.

    Prabowo naik podium pada urutan ketiga, setelah Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva dan Presiden AS Donald Trump. Tradisinya, Brazil dan AS selalu berbicara lebih awal pada Sidang Majelis Umum PBB, menjadikan posisi Prabowo semakin menonjol.

    Komitmen Indonesia sejalan dengan visi Presiden Brazil Lula da Silva yang juga menekankan transisi menuju energi bersih dan keadilan ekologis. Indonesia dan Brazil merupakan dua negara dengan luasan hutan terbesar di dunia, sering disebut sebagai "paru-paru dunia".

    Kehadiran dan pernyataan Prabowo ini menegaskan posisi dan peran penting Indonesia dalam isu-isu global, khususnya terkait lingkungan dan perubahan iklim.

    Sumber: AntaraNews

    Komentar
    Additional JS