0
News
    Home Featured Istimewa KTT APEC Prabowo Subianto Spesial

    Di KTT APEC, Prabowo Ajak Asia-Pasifik Kerja Sama Atasi Perdagangan Narkotika - SindoNews

    2 min read

     

    Di KTT APEC, Prabowo Ajak Asia-Pasifik Kerja Sama Atasi Perdagangan Narkotika

    Jum'at, 31 Oktober 2025 - 14:18 WIB
    Presiden Prabowo Subianto mengajak kawasan Asia-Pasifik untuk meningkatkan kerja sama menghadapi kejahatan lintas batas seperti perdagangan narkotika. Foto/BPMI Setpres
    A
    A
    A
    GYEONGJU - Presiden Prabowo Subianto mengajak kawasan Asia-Pasifik untuk meningkatkan kerja sama menghadapi kejahatan lintas batas seperti perdagangan narkotika. Kemudian, masalah penyelundupan hingga pencucian uang yang menghambat pertumbuhan ekonomi riil dan merusak masa depan kawasan.

    Penegasan ini diungkapkan dalam sambutan Presiden Prabowo pada sesi pertama APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) yang digelar di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Korea Selatan, pada Jumat (31/10/2025).

    Baca juga: Di KTT APEC, Prabowo Tekankan Pentingnya Kerja Sama Hadapi Kejahatan Lintas Batas

    Prabowo mengajak seluruh pemimpin APEC untuk bekerja bersama membangun kepercayaan baru dan memperkuat kolaborasi kawasan.



    "Marilah kita bekerja sama untuk terus membangun APEC dan mengupayakan kerja sama melalui multilateralisme guna memastikan APEC terus memberikan manfaat nyata," ujarnya.

    Pada kesempatan itu, Prabowo menyerukan agar kawasan Asia Pasifik kembali membangun rasa saling percaya dan memperkuat kerja sama konkret di tengah meningkatnya ketidakpastian dan ketegangan global.

    Dia mengingatkan bahwa meningkatnya kecurigaan dan ketegangan dapat mengancam stabilitas ekonomi global. Namun, Presiden Prabowo menegaskan Asia Pasifik tidak boleh menyerah pada perpecahan.

    Baca juga: Serukan Rasa Saling Percaya di Asia-Pasifik, Prabowo: Harus Bangkit dari Ketakutan

    "Kita bertemu hari ini di tengah ketidakpastian global. Ketegangan dan meningkatnya ketidakpercayaan membahayakan stabilitas ekonomi global dan memperparah perpecahan di antara kita," katanya.

    "Namun, saya percaya bahwa Asia Pasifik tidak boleh menerima perpecahan sebagai takdirnya. Kita harus bangkit dari kecurigaan dan ketakutan, dan kita harus membangun kembali kepercayaan di antara kita sendiri dan di antara ekonomi global," tambah Prabowo.

    Prabowo mengatakan bahwa APEC sejak awal didirikan dengan semangat pertumbuhan ekonomi inklusif dan kerja sama multilateral. Presiden menekankan pentingnya memperbarui komitmen terhadap sistem perdagangan terbuka dan adil berbasis aturan internasional.

    "Sudah saatnya kita memperbarui komitmen kita terhadap kerja sama ekonomi multilateral yang terbuka, adil, dan inklusif. Indonesia berkomitmen pada sistem perdagangan multilateral berbasis aturan dengan WTO sebagai inti dan untuk memastikan bahwa setiap orang berkompetisi pada tingkat yang sama," tegasnya.

    Dia juga mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang eksklusif hanya akan menciptakan perpecahan dan instabilitas. Presiden pun menyerukan agar inklusivitas dan keberlanjutan menjadi pedoman utama bagi ekonomi anggota APEC dalam membangun masa depan bersama.

    "Pertumbuhan yang eksklusif adalah pertumbuhan yang memecah belah. Perpecahan menyebabkan ketidakstabilan, dan ketidakstabilan tidak akan kondusif bagi perdamaian dan kesejahteraan. Oleh karena itu, inklusivitas seharusnya menjadi panduan kita," ujar Prabowo.
    (shf)
    Komentar
    Additional JS