Tangis Guru Mardiah Pecah, Kelasnya Kosong, 9 Siswa Meninggal Jadi Korban Banjir: Semua Sudah Hanyut - Tribunnewsmaker
Tangis Guru Mardiah Pecah, Kelasnya Kosong, 9 Siswa Meninggal Jadi Korban Banjir: Semua Sudah Hanyut - Tribunnewsmaker.com
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pada pagi hari Selasa (1/12/2025), Mardiah ZN seperti biasa mengendarai kendaraannya menuju SDN 33 Koto Alam, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tempat ia mengabdikan diri sebagai guru.
Perjalanan yang dilaluinya kali ini terasa berbeda karena jalanan dipenuhi material longsor dan lumpur sisa banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November.
Kondisi jalan yang rusak dan licin tak menyurutkan langkah Mardiah untuk tetap berangkat ke sekolah.
Tekadnya untuk mengajar para siswa tetap kuat meski situasi sekitar masih menyisakan dampak bencana.
Namun setibanya di sekolah, kesedihan mendalam menyelimuti hatinya setelah mengetahui sembilan muridnya telah meninggal dunia.
Kesembilan siswa itu menjadi korban keganasan banjir bandang yang menerjang kawasan tempat tinggal mereka.
Lebih memilukan lagi, empat di antara murid tersebut hingga kini belum ditemukan jasadnya.

SDN 33 Koto Alam diketahui berada di wilayah Salareh Aie dan Salareh Aie Timur, yang jaraknya berdekatan dengan rumah para siswa.
Kenangan akan keceriaan anak-anak itu masih lekat di benak Mardiah setiap kali melangkah ke halaman sekolah.
“Biasanya kalau saya datang, pasti mereka langsung menyapa atau menyalami,” kata Mardiah, perempuan berusia 55 tahun itu.
Kini, suasana sekolah terasa sunyi tanpa suara sapaan dan tawa anak-anak yang biasa menyambutnya.
Meski tidak ada satu pun siswa yang hadir, Mardiah tetap datang ke sekolah sebagai wujud profesionalisme dan tanggung jawabnya sebagai seorang pendidik.
Dari data Dinas Pendidikan Kabupaten Agam, nama-nama siswa Mardiah yang jadi korban banjir adalah:
Ini kali pertama ia kehilangan murid sejak menjadi guru 34 tahun silam, bukan satu, tapi sembilan orang.
"Kalau yang di rumah, mereka sudah tidak ada lagi. Semuanya sudah hanyut, bersama rumahnya yang rata dengan tanah," kata Mardiah.
Masih Ada yang Belum Ditemukan
Novian Aulia Putri, siswi kelas 1, dan kakaknya, Annisa Aulya, siswa kelas 3, adalah dua nama yang kini menjadi fokus pencarian tim gabungan.
Kedua gadis cilik itu tersapu banjir bersama kakak mereka yang duduk di bangku SMP, dan kedua orang tua mereka yang berusaha melindungi.
Lima anggota keluarga ini hilang.
Satu-satunya yang tersisa dari keluarga itu hanyalah nenek mereka.
Sang nenek selamat karena sedang pergi memasak di rumah saudaranya untuk membantu menyiapkan acara syukuran.
Hingga hari ini, jasad Novia dan Annisa mbelum ditemukan.
Pencarian terus berlangsung.
Sementara itu siswa lainnya, Ahmad Habiby bersama dua saudaranya dan kedua orang tuanya turut tersapu banjir.
Jasad Habiby, sama seperti Novian dan Annisa belum ditemukan.
Sementara itu, M Abdul Hamid hanya meninggalkan seorang kakak perempuan yang kini harus menanggung beban hidup sebatang kara akibat bencana sore itu.
"Para murid yang sudah kehilangan seluruh keluarganya ini, nanti rapornya akan kami berikan ke ahli waris perempuan," tuturnya.
Uji Coba Lalu Lintas Padang-Padang Panjang 16 Desember
Sementara itu Kasat Lantas Polres Padang Panjang AKP Pifzen Finot mengatakan, uji coba arus lalu lintas Padang-Padang Panjang untuk kendaraan roda empat kemungkinan bakal dibuka pada 16 Desember mendatang.
"Namun kita menunggu informasi resmi dari pihak terkait terlebih dahulu. Kalau kemungkinannya akan dibuka untuk roda empat pada 16 Desember 2025 nanti," ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk titik jalan yang sempat rusak akibat banjir bandang berlokasi di Mega Mendung, sudah dikebut semaksimal mungkin.
"Saat ini pembangunan jalannya sudah dikebut," jelasnya.
Sebelumnya arus lalu lintas Padang menuju Bukittinggi, masih dalam tahap uji coba untuk kendaraan roda dua hingga tanggal 16 Desember 2025.
Diketahui, jalan di Mega Mendung dan jembatan kembar sempat putus akibat bencana alam yang menghantam Silaing Bawah, Kelurahan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Kamis (28/11/2025) lalu.
Setelah dilakukan perbaikan, uji coba dilakukan untuk kendaraan roda dua. Dibuka pertama kali sejak 8-10 Desember 2025.
Untuk sekarang, uji coba untuk kendaraan roda dua kembali diperpanjang hingga 16 Desember 2025.
Akses jalan Padang-Padang Panjang dan Bukittinggi untuk uji coba, dibuka dengan dua periode dalam setiap hari.
"Jadwal pertama pukul 06:00 WIB -08:00 WIB dan 16:30 WIB -18-30 WIB. Namun yang raminya sore, bahkan pengendara sampai antri menjelang dibuka," pungkasnya.
Di sisi lain, personel gabungan juga berjaga di lokasi untuk mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.
"Mulai dari Polisi, Brimob, TNI dan lain sebagainya," tambahnya.
(TribunNewsmaker.com/ Tribunnews)
Jangan lewatkan berita-berita TribunNewsmaker.com tak kalah menarik lainnya di Google News , Threads dan Facebook