0
News
    Home Featured Kucing Spesial

    Temuan Spesies Baru “Kucing Bertaring Pedang Palsu” Ungkap Evolusi Predator Purba - Kompas

    6 min read

     

    Temuan Spesies Baru “Kucing Bertaring Pedang Palsu” Ungkap Evolusi Predator Purba

    Kompas.com, 16 Desember 2025, 21:16 WIB

    KOMPAS.com - Para paleontolog baru saja mengungkap spesies baru karnivora purba yang hidup sekitar 28 juta tahun lalu di wilayah yang kini menjadi China utara. Spesies ini diberi nama Taotienimravus songi, anggota keluarga Nimravidae—kelompok karnivora bertaring besar yang sering dijuluki false saber-toothed cats atau “kucing bertaring pedang palsu”.

    Penemuan ini bukan sekadar penambahan nama baru dalam daftar fosil. Ia mengisi celah penting dalam pemahaman ilmuwan tentang persebaran dan evolusi keluarga Nimravidae di bagian timur Eurasia, wilayah yang selama ini relatif miskin data fosil dibandingkan Amerika Utara dan Eropa.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Predator Raksasa dari Zaman Oligosen

    Taotienimravus songi hidup pada zaman Oligosen tengah, sekitar 28 juta tahun yang lalu. Ia termasuk dalam ordo Carnivora, kelompok mamalia dengan variasi ukuran tubuh yang sangat luas.

    “Ordo Carnivora menunjukkan salah satu rentang variasi ukuran tubuh terluas dalam kelas Mammalia, mulai dari sekitar 50 gram pada cerpelai kecil (Mustela nivalis) hingga rata-rata lebih dari tiga ton pada anjing laut gajah (Mirounga),” ujar Dr. Qigao Jiangzuo dari Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology, Chinese Academy of Sciences, bersama rekan-rekannya.

    Warga Gaza Diterpa "Ujian" Baru Selain Melawan Israel

    Menurut para peneliti, karnivora darat berukuran besar—terutama yang bobotnya di atas 20 kilogram—hampir selalu mengadopsi pola makan makrokarnivora, yakni memangsa hewan lain yang berukuran sama atau lebih besar.

    Dalam konteks inilah Nimravidae menjadi sangat menarik.

    Nimravidae: Kucing Bertaring Palsu yang Mendahului Zaman

    Keluarga Nimravidae merupakan salah satu garis keturunan Carnivora yang paling awal bercabang. Mereka dicirikan oleh tubuh besar, struktur tengkorak dan gigi yang sangat karnivor, serta pola makan hiper-karnivora.

    “Keluarga Nimravidae, yang umum disebut false saber-toothed cats, mewakili salah satu garis keturunan Carnivora paling awal, dengan ukuran tubuh besar dan morfologi tengkorak serta gigi yang menunjukkan adaptasi sebagai predator puncak,” jelas para peneliti.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Catatan fosil tertua Nimravidae berasal dari zaman Eosen tengah dan sudah menunjukkan spesies yang sangat terspesialisasi, dengan bentuk tengkorak mirip kucing modern. Kelompok ini mengalami radiasi evolusioner besar pada periode Eosen–Oligosen.

    Sebagian besar fosil Nimravidae yang terawetkan dengan baik ditemukan di Amerika Utara, termasuk tengkorak dan kerangka utuh. Di Eurasia, fosilnya juga melimpah, tetapi umumnya dalam kondisi kurang sempurna—hingga penemuan terbaru ini.

    Fosil dari China dan Adaptasi yang Tak Biasa

    Sisa-sisa kerangka Taotienimravus songi ditemukan di Formasi Qingshuiying, China utara. Analisis menunjukkan bahwa spesies ini memiliki bentuk ekomorf non-saber-tooth, dengan adaptasi awal untuk menghancurkan tulang—kombinasi yang unik dalam keluarga Nimravidae.

    Hewan ini diduga memiliki cara membunuh mangsa yang berbeda dari karnivora mirip kucing lainnya. Alih-alih mengandalkan gigitan menusuk khas kucing, ia kemungkinan menggunakan gigitan merobek, mirip dengan perilaku hyena modern.

    “Ciri paling khas dari nimravid baru ini adalah gigi taring atas yang sangat pendek dan kokoh, serta langit-langit mulut yang sangat lebar,” kata para paleontolog.

    Moncongnya (rostrum) luar biasa lebar—bahkan mungkin yang terlebar di antara semua Nimravidae yang dikenal. Tidak seperti karnivora mirip kucing lainnya, gigi premolarnya tidak mengecil, justru membesar dan tidak menyisakan celah (diastema) antara gigi taring dan gigi pipi.

    “Kondisi ini berbeda dengan kebanyakan karnivora mirip kucing, yang hampir selalu memiliki diastema,” tulis tim peneliti. Mereka menafsirkan bahwa absennya celah ini berkaitan dengan gigitan taring yang sangat kuat, digunakan untuk menancap dalam pada mangsa.

    Posisi Evolusioner dan Persaingan Purba

    Analisis filogenetik menempatkan Taotienimravus songi dalam subfamili Nimravinae. Ia merupakan garis saudara dari genus Nimravus dan Dinaelurus yang dikenal dari Eropa dan Amerika Utara. Kelompok ini sendiri bersaudara dengan garis keturunan Eropa lainnya, seperti Eofelis, Dinailurictis, dan Quercylurus.

    Menariknya, peningkatan ukuran tubuh Nimravidae tampaknya terjadi bersamaan dengan punahnya Oxyaenidae, kelompok karnivora lain pada zaman Paleogen.

    “Peningkatan ukuran tubuh pada Nimravidae tampaknya bertepatan dengan runtuhnya Oxyaenidae,” tulis para peneliti. “Kemunculan awal adaptasi makrokarnivora pada Carnivora dengan bentuk mirip kucing kemungkinan mencerminkan dinamika persaingan.”

    Nimravidae berhasil mengisi berbagai ceruk ekologi yang tidak ditempati oleh Felidae (keluarga kucing sejati), kemungkinan karena minimnya persaingan antar karnivora pada sebagian besar sejarah evolusi mereka.

    Lebih dari Sekadar Fosil Baru

    Studi ini menegaskan bahwa evolusi predator besar tidak hanya ditentukan oleh faktor biologis, tetapi juga oleh perubahan lingkungan dan interaksi antarspesies.

    “Penelitian kami menekankan peran faktor abiotik dan biotik dalam membentuk ketersediaan ceruk ekologi, serta pentingnya membahas perubahan dan evolusi ceruk berdasarkan kedua pertimbangan tersebut,” simpul para peneliti.

    Makalah ilmiah tentang penemuan Taotienimravus songi ini dipublikasikan pada 26 November 2025 di jurnal bergengsi Proceedings of the Royal Society B—menambah satu potongan penting dalam puzzle besar evolusi predator purba di Bumi.

    Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang
    Komentar
    Additional JS