0
News
    Home Berita Featured Gunung Bulusaraung Lintas Peristiwa Pesawat ATR Spesial

    1 Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Ditemukan dalam Jurang Lereng Gunung Bulusaraung - Tribunnews.com

    7 min read

     

    1 Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Ditemukan dalam Jurang Lereng Gunung Bulusaraung


    Kabar penemuan korban itu dikonfirmasi Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko di posko Basarnas, Desa Tompobulu

    1 Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Ditemukan dalam Jurang Lereng Gunung Bulusaraung 
    Ringkasan Berita:
    • Kabar penemuan korban itu dikonfirmasi Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko di posko Basarnas, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep.
    • Mayjen TNI Bangun Nawoko mengatakan, selain berhasil mengevakuasi beberapa puing pesawat, Tim SAR juga menemukan satu korban di lereng gunung.

     

    TRIBUN-TIMUR.COM, PANGKEP - Satu korban hilangnya pesawat ATR 42-500 ditemukan Tim SAR gabungan di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026).

    Kabar penemuan korban itu dikonfirmasi Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko di posko Basarnas, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep.

    Mayjen TNI Bangun Nawoko mengatakan, selain berhasil mengevakuasi beberapa puing pesawat, Tim SAR juga menemukan satu korban di lereng gunung.

    "Melalui komunikasi radio bahwa sudah ditemukan satu korban. Sekarang kita sedang berupaya mengevakuasi ke posko AJU Tompobulu," ujarnya.

    Mantan Pangdivif 3 Kostrad ini mengatakan, mengaku belum bisa memastikan kondisi langsung korban.

    "Secara keseluruhan kami belum bisa menyampaikan di sini, yang jelas butuh effort yang cukup kerasa karena memang kondisinya luar biasa," terangnya.

    Baca juga: Satu Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport Ditemukan Tewas

    PESAWAT JATUH - Suasana posko tim gabungan di halaman Kantor Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Minggu (18/1/2025). Tim Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan terus berkomunikasi dengan pencari di Gunung Bulusaraung. Dua opsi evakuasi korban disiapkan, namun cuaca berkabut membuat jalur udara tidak memungkinkan.
    PESAWAT JATUH - Suasana posko tim gabungan di halaman Kantor Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Minggu (18/1/2025). Tim Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan terus berkomunikasi dengan pencari di Gunung Bulusaraung. Dua opsi evakuasi korban disiapkan, namun cuaca berkabut membuat jalur udara tidak memungkinkan. (TRIBUN TIMUR/Fahrizal Syam)

    Kondisi medan dan cuaca yang berkabut di lokasi ditemukannya korban, lanjut Bangun, juga menyulitkan tim SAR melakukan evakuasi.

    Tetapi, kata Bangun, Medan itu tak sesulit saat perjalan ke posko AJU Tompobulu.

    "Korban ditemukan di sebelah Utara dari puncak dari lokasi serpihan. Ini lokasinya di jurang," bebernya.

    Upadate Pencarian

    Inilah update pencarian puing/serpihan dan korban jatuhnya pesawat Indonesia Air Transport jenis ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT rute Bandara Adisoetjipto Yogyakarta ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, Sulsel.

    Data ini diperbarui pada hari kedua pencarian, Ahad atau Minggu, 18 Januari 2026.

    Kecelakaan terjadi, Sabtu, 17 Januari 2026.

    Pesawat hilang kontak pada pukul 13.17 Wita.

    Selengkapnya berikut rangkuman update hasil pencarian sebagaimana dikutip dari Media Center, di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin:

    Pukul 07.46 WITA

    Tim menemukan serpihan kecil berupa bagian jendela pesawat.

    Koordinat: 04°55’48’’ S – 119°44’52’’ E.

    Pukul 07.49 WITA

    Ditemukan bagian badan pesawat berukuran besar.

    Pukul 07.52 WITA

    Informasi menyebutkan jalur menuju puncak sudah terbuka.

    Pukul 07.52 WITA

    Ditemukan badan pesawat di sisi selatan, tepatnya di bagian bawah lereng (exdor).

    Pukul 07.57 WITA

    SRU 3 bergerak menuju Pos 2.

    Pukul 08.02 WITA

    SRU Aju menemukan serpihan besar A1. Temuan tersebut terpantau oleh Capcal 13.

    Pukul 08.11 WITA

    Tim Aju mengonfirmasi kebutuhan peralatan mountaineering atau climbing untuk menjangkau lokasi.

    Pukul 08.22 WITA

    Sebanyak enam personel Pasgat melakukan air landed di puncak guna menjangkau serpihan yang telah ditemukan.
    Koordinat: 04°55’45,24’’ S – 119°44’52,91’’ E.

    Pukul 08.35 WITA

    Tim telah berada di lokasi exdor dan badan pesawat.

    Pukul 09.16 WITA

    Pembaruan kekuatan personel di puncak:

    • Pasgat: 5 orang

    • Basarnas: 9 orang

    • Relawan Buser: 2 orang

    • TRC Tonasa: 2 orang

    • Kehutanan: 2 orang

    Pukul 09.22 WITA

    SRU 1 melaporkan membutuhkan carabiner dan tambahan tali.

    Pukul 10.02 WITA

    SRU Aju meminta tambahan tali untuk keperluan dropping menuju puncak.

    Pukul 10.10 WITA

    Kondisi cuaca di puncak diguyur hujan, tertutup kabut, dengan jarak pandang terbatas sekitar 5–10 meter. Informasi diterima dari Tim Aju.

    Pukul 10.23 WITA

    Tim Aju melaporkan temuan serpihan serta sejumlah pakaian di sisi utara. Pada titik koordinat tersebut terdapat potongan pesawat berukuran lebih besar.

    Pukul 10.34 WITA

    Tim puncak menginformasikan bahwa hasil pengamatan dan triangulasi masih sangat terbatas. Kemungkinan pecahan atau serpihan tersebar di sisi utara, sementara bagian yang lebih besar berada di sisi selatan dan mengarah ke timur.(*)


    Komentar
    Additional JS