80 Orang Tewas dalam Serangan Mengerikan AS di Venezuela - Viva
80 Orang Tewas dalam Serangan Mengerikan AS di Venezuela
- US Navy
Caracas, VIVA – Jumlah korban tewas akibat serangan Amerika Serikat (AS) di Venezuela pada Jumat-Sabtu pekan lalu, meningkat menjadi 80 orang, termasuk warga sipil dan anggota pasukan keamanan, menurut seorang pejabat senior Venezuela yang dikutip The New York Times.
Pejabat tersebut memperingatkan jumlah korban masih dapat bertambah seiring berlanjutnya proses evakuasi dan pendataan.
Serangan tersebut terjadi pada Sabtu pagi ketika pasukan khusus AS menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro di Caracas, sementara jet tempur Amerika melancarkan serangan udara terhadap sejumlah instalasi dan pangkalan militer utama di berbagai wilayah negara itu.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap
- Ist
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino mengatakan sebagian besar tim keamanan Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah tewas selama operasi AS, tanpa memberikan angka pasti.
Presiden Donald Trump mengatakan aksi militer AS di Venezuela mengakibatkan penangkapan Maduro, dan istrinya, Cilia Flores, juga berjanji untuk menegakkan kendali AS atas negara itu untuk sementara waktu, dengan pasukan AS jika diperlukan.
Operasi yang diberi nama “Absolute Resolve” ini telah dipersiapkan dengan cermat selama berbulan-bulan, menurut Jenderal Dan Caine, ketua Kepala Staf Gabungan, yang berbicara pada konferensi pers Trump.
Trump juga mengatakan kepada Fox News bahwa pasukan AS telah berlatih evakuasi Maduro di sebuah bangunan replika.
"Mereka benar-benar membangun sebuah rumah, yang identik dengan rumah yang mereka masuki, dengan semua detail yang sama – semua baja di mana-mana," kata Trump yang mengatakan bahwa pada pukul 23:46 waktu setempat pada hari Jumat (03:46 GMT pada hari Sabtu), ia memberikan lampu hijau serangan ke Caracas.
Pada Jumat malam, Caine mengatakan bahwa "cuaca membaik, membuka jalan yang hanya dapat dilalui oleh penerbang paling terampil di dunia". Sekitar 150 pesawat terlibat dalam operasi tersebut, lepas landas dari 20 pangkalan udara berbeda di seluruh Belahan Bumi Barat.
Pasukan Delta Angkatan Darat AS, unit pasukan khusus elit, dikerahkan sebagai garda depan untuk melakukan operasi penangkapan Maduro, kata para pejabat kepada CBS News.
Maduro dan istrinya yang ditangkap, telah mendarat di New York pada Sabtu malam dan ditahan di Pusat Penahanan Metropolitan di Brooklyn.
Mereka menghadapi tuduhan federal AS terkait perdagangan narkoba dan dugaan kerja sama dengan geng yang ditetapkan sebagai organisasi teroris.
Maduro telah membantah tuduhan tersebut, dan para pejabat di ibu kota Venezuela, Caracas, telah menyerukan pembebasan pasangan tersebut.