0
News
    Home Bank Berita Featured Kasus Lintas Peristiwa POLRI Spesial

    Anak Purnawirawan Polri Hajar Pegawai Bank, Dipicu Masalah Speaker - Liputan6

    3 min read

     

    Anak Purnawirawan Polri Hajar Pegawai Bank, Dipicu Masalah Speaker

    Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala hingga harus mendapatkan perawatan medis.

    oleh Ardi MuntheDiterbitkan 06 Januari 2026, 19:17 WIB
    Share
    Anak purnawirawan Polri aniaya pegawai bank. (Istimewa)

    Liputan6.com, Jakarta - Seorang pegawai bank milik negara (BUMN) di Lampung, Hendra Winata (24), diniaya oleh anak purnawirawan Polri berinisial DE. Korban dan terduga pelaku awalnya terlibat cekcok terkait hilangnya speaker di indekos kawasan Rajabasa, Bandar Lampung.

    Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala hingga harus mendapatkan perawatan medis. Insiden terjadi pada Minggu (4/1 2026) di rumah pribadi ayah terduga pelaku.

    Kejadian bermula saat Hendra bersama sejumlah teman mempertanyakan keberadaan speaker milik temannya yang hilang. Berdasarkan keterangan beberapa penghuni indekos, DE sempat terlihat membawa speaker tersebut sebelum dinyatakan hilang.

    “Saya waktu itu ada di kos teman. Ada teman yang kehilangan speaker, dan beberapa orang melihat Dendi sempat membawa speaker itu,” ujar Hendra saat dikonfirmasi, Selasa (6/1/2026).

    Saat ditanya, DE disebut tidak mengakui perbuatannya. Situasi kemudian memanas setelah ayah DE yang merupakan pemilik indekos sekaligus purnawirawan Polri datang ke lokasi.

    Tidak lama berselang, Hendra bersama dua rekannya dibawa ke rumah pribadi ayah DE dengan dalih menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Namun, di lokasi tersebut justru terjadi perdebatan berujung pada aksi kekerasan.

    “Di sana berdebat. Ayahnya ngomong kasar dan mengancam kami. Terus Dendi menampar saya, lalu memukul kepala saya pakai gagang sapu sampai kepala saya pecah,” tuturnya.

    Dalam situasi mencekam tersebut, dua rekan korban berupaya melarikan diri dengan membuka pagar rumah yang sempat dikunci. Sementara Hendra dilarikan ke rumah sakit akibat luka di bagian kepala.

    Atas kejadian itu, korban telah melaporkan peristiwa penganiayaan tersebut ke Polsek Kedaton. Ia berharap proses hukum berjalan adil meski terduga pelaku merupakan anak purnawirawan Polri.

    “Saya hanya ingin keadilan. Semoga pelaku bisa diproses sesuai hukum,” tegasnya.

    Respons Polisi

    Kapolsek Kedaton, Kompol Budi Harto, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan penganiayaan tersebut. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan awal.

    “Kami sudah menerima laporan korban. Surat visum sudah kami kirimkan ke rumah sakit dan akan segera memanggil saksi-saksi,” kata Kompol Budi.

    Ia menjelaskan, peristiwa bermula dari persoalan peminjaman speaker yang awalnya hendak diselesaikan secara musyawarah. Namun, situasi justru berkembang menjadi keributan.

    “Awalnya mau mufakat, tapi saat proses pembicaraan berlangsung terjadi chaos,” ujarnya.

    Polisi baru memeriksa pelapor. Sementara saksi lain dan terlapor akan dipanggil dalam waktu dekat.

    “Yang diperiksa baru pelapor. Saksi-saksi dan terlapor akan segera kami panggil,” jelasnya.

    Terkait informasi bahwa orang tua terduga pelaku merupakan purnawirawan Polri, Kapolsek memastikan penanganan perkara tetap berjalan sesuai prosedur.

    “Kami laksanakan sesuai SOP dan aturan yang berlaku,” tegasnya.

    Dia juga membantah adanya kabar bahwa ayah terduga pelaku sempat mendatangi Polsek Kedaton sebelum laporan dibuat. “Tidak benar. Saya tidak bertemu dengan yang bersangkutan,” tutup dia.

    Share
    Komentar
    Additional JS