0
News
    Home Berita Featured Spesial

    Ancaman Mogok Kerja Pedagang Daging: Tuntut Penurunan Harga Sapi - Kompas TV

    4 min read

     

    Ancaman Mogok Kerja Pedagang Daging: Tuntut Penurunan Harga Sapi

    Daging sapi yang telah dipotong oleh warga di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat di Lombok Tengah, Senin (19/01/2026). (Sumber: Akhyar Rosidi/Antara)

    JAKARTA, KOMPAS.TV - Pedagang daging sapi di wilayah Jabodetabek yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) bakal melakukan mogok kerja selama tiga hari mulai Kamis (22/1/2026) ini. Pedagang mogok kerja untuk memprotes harga sapi yang mahal sejak November 2025 lalu.

    Ketua Umum APDI Asnawi menyebut kenikan harga sapi hidup terjadi secara berulang. Kenaikan tersebut membuat pedagang menilai harga daging tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkan.

    "Aksi mogok tidak berdagang akan berlangsung selama tiga hari, mulai hari Kamis sampai hari Sabtu," kata Asnawi dalam laporan jurnalis KompasTV, Alfania Octavia, Rabu (21/1).

    Baca Juga: Harga Telur hingga Daging Ayam Naik Jelang Nataru, Pemkot Semarang Siapkan Operasi Pasar

    Asnawi mengatakan, kenaikan harga timbang sapi hidup di tingkat feedlot menjadi penyebab utama harga melambung. Harga timbang yang semula Rp47 ribu per kilogram naik menjadi Rp55.500 per kilogram.

    Asosiasi pedagang disebutnya telah beberapa kali meminta pemerintah dan parlemen untuk mengendalikan harga sapi hidup, tetapi tidak ada tindak lanjut signifikan.

    "Faktor utama mogok tidak berjualan di sebabkan adanya kenaikan harga pemberian secara ulang-ulang dari mulai start harga timbang sapi hidup feedlot Rp. 47.000,-/kg  terakumulasi menjadi Rp. 55.500,-/kg," kata Asnawi.

    "Itu terjadi dari bulan November 2025 sampai sekarang 21 Januari 2026, akumulasi kenaikan Rp. 8.500,-/lg dan jika di konversi ke harga karkas di RPH/TPH dan atau slaughter house dari Rp. 8.500,-/kg menjadi 17.000,-/kg."

    Baca Juga: Mentan Optimis Serap Beras Petani 4 Juta Ton pada 2026: Kalau Ini Tercapai, Ada Sejarah Baru

     


    Komentar
    Additional JS