BNPB Sebut 13.841 Jiwa Terdampak Banjir Karawang, 2.413 Orang Mengungsi - Kompas TV
KARAWANG, KOMPAS.TV - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menuturkan, 4.304 kepala keluarga (KK) atau 13.841 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
BNPB menyampaikan perkembangan penanganan bencana yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia berdasarkan hasil pemantauan Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BNPB periode Senin (19/1/2026) hingga Selasa (20/1/2026) pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, kata Muhari, banjir di Karawang terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan meluapnya Sungai Citarum dan Sungai Cibeet pada Minggu (18/1/2026) pukul 09.00 WIB.
“Banjir tersebut berdampak pada 27 desa di 12 kecamatan dan satu kelurahan,” kata Muhari dalam keterangan tertulis, Selasa.
Baca Juga: Banjir Ganggu Jalur KA, Padalungan Telat 5 Jam dan Blambangan Ekspres Dibatalkan
Wilayah kecamatan yang terdampak banjir antara lain Karawang Timur, Telukjambe Timur, Pangkalan, Telukjambe Barat, Karawang Barat, Jayakerta, Cilebar, Rawamerta, Rengasdengklok, Lemahabang, Cilamaya Wetan, dan Klari.
“Petugas mencatat sebanyak 4.304 kepala keluarga (KK) atau 13.841 jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut, terdapat 374 balita, 86 bayi, dan 77 lansia. Petugas di lapangan telah melakukan asesmen, evakuasi warga yang terjebak banjir, serta pendistribusian logistik,” bebernya.
Dari jumlah tersebut, 2.413 jiwa mengungsi dengan rincian 2.044 jiwa mengungsi di Kantor Kelurahan Tanjung Pura, Kecamatan Karawang Barat; 250 jiwa di Desa Jarang Kugar, Kecamatan Telukjambe Barat; dan 119 jiwa di Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur.
“Hingga Senin (19/1/2026), banjir masih merendam wilayah terdampak dengan Tinggi Muka Air (TMA) bervariasi antara 10 hingga 200 sentimeter,” lanjutnya.
Banjir di Kota Bekasi
Selain di Karawang, BNPB juga mencatat banjir di Kota Bekasi pada hari yang sama mengakibatkan satu korban meninggal dunia.
“Satu orang warga dilaporkan meninggal dunia akibat terseret banjir, sementara 197 warga lainnya mengungsi ke tempat yang lebih aman,” kata Muhari.
“Petugas melakukan asesmen di titik-titik lokasi banjir, mengevakuasi sembilan warga yang terjebak banjir, serta melakukan evakuasi pohon tumbang,” imbuhnya.
Petugas juga telah mendistribusikan bantuan logistik di beberapa titik lokasi banjir dan distribusi air bersih di Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara.
Baca Juga: Banjir di Pekalongan Surut, KAI Masih Batalkan Perjalanan Dua Kereta Api Jarak Jauh
Longsor di Ponorogo
Sementara di Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, hujan deras mengakibatkan longsor pada bahu jembatan di Desa Grogol pada Minggu (18/1/2026) pukul 18.00 WIB.
Longsor tersebut memiliki kemiringan sekitar 80 sentimeter, panjang lima meter, dan ketebalan 1,5 meter.
“Tidak terdapat laporan korban jiwa, namun sebanyak 500 jiwa terisolasi akibat jembatan putus dan tidak dapat dilalui kendaraan,” tuturnya.
Ia mengimbau warga di sekitar lokasi tetap waspada mengingat masih terdapat potensi longsor susulan karena kondisi tanah yang labil serta adanya retakan pada badan jembatan.